Saraf aksesorius

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Saraf aksesorius
Gray791.png
Plan of upper portions of glossopharyngeal, vagus, and accessory nerves.
Brain human normal inferior view with labels en.svg
Inferior view of the human brain, with the cranial nerves labelled.
Latin nervus accessorius
Persarafan sternocleidomastoid muscle, trapezius muscle
Asal
Ke


Saraf Kranial
CN I – Olfaktorius
CN II – Optikus
CN III – Okulomotor
CN IV – Troklearis
CN V – Trigeminus
CN VI – Abdusen
CN VII – Fasialis
CN VIII – Vestibulokoklearis
CN IX – Glosofaringeal
CN X – Vagus
CN XI – Aksesorius
CN XII – Hipoglossus

Saraf aksesorius merupakan saraf kranialis ke-11 yang berperan dalam persarafan otot-otot leher [1]

Bagian[sunting | sunting sumber]

Secara umum saraf aksesorius terbagi menjadi 2 bagian yakni kranialis dan spinalis, anehnya hampir selalu ketika dokter menyatakan saraf aksesorius yang dimaksud adalah saraf asesoris spinalis yang sebenarnya kurang tepat untuk dikategorikan sebagai saraf kranialis.[1]

Saraf aksesorius kranialis[sunting | sunting sumber]

Merupakan perpanjangan dari nukleus gabungan dengan saraf IX dan X. Bahkan ada yang menduga bahwa saraf asesoris juga berperan dalam persarafan otot laring dan faring bersamaan dengan saraf vagus. Akan tetapi pada aplikasi klinisnya tidak ada perbedaan yang berarti karena setiap kerusakan yang terjadi berpengaruh terhadap batang otak secara keseluruhan dan bukannya saraf kranialis itu pribadi.[1]

Saraf aksesorius spinalis[sunting | sunting sumber]

Merupakan saraf yang memberikan impuls motoris untuk otot-otot di daerah segitiga posterior dari leher yaitu: sternocleidomastoid and trapezius.[1]

Aplikasi Klinis[sunting | sunting sumber]

Saraf aksesorius merupakan saraf yang rentan karena lokasinya yang berada di atas segitiga posterior. Cidera pada saraf aksesorius mengakibatkan paralisis dari otot trapezius (tapi tidak berpengaruh terhadap otot sternocleidomastoid) dan menyebabkan terganggunya gerakan abduksi bahu diatas 90° yang melibatkan rotasi skapula. Saraf aksesorius dapat terganggu saat dilakukan diseksi leher dikarenakan keganasan, bisa juga saat sedang dilakukan biopsi dari pembesaran limfe nodus di sekitar daerah segitiga posterior.[1]

Pemeriksaan Saraf Aksesorius[sunting | sunting sumber]

1. pasien diminta untuk mengangkat bahu dengan tahanan dari pemeriksa untuk memeriksa fungsi otot trapeziusnya 2. Pasien diminta meletakkan tanganya pada kepala untuk melihat fungsi otot trapezius dalam abduksi bahu lebih dari 90°) 3 Pasien diminta untuk menggerakkan dagunya ke arah salah satu bahu dengan tahanan untuk melihat fungsi otot sternocleidomastoid bagian kontralateral.[1]

Gambar tambahan[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f (Inggris) STANLEY MONKHOUSE MA, MB, BChir, PhD (2006). Cranial Nerve Functional Anatomy. Cambridge University Press. ISBN-13 978-0-511-13272-8. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]