Sakit kepala cluster

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Cluster headache
Klasifikasi dan rujukan eksternal
The Cluster Headache by JD Fletcher
ICD-10 G44.0
ICD-9 339.00,339.01,339.02,
DiseasesDB 2850
eMedicine EMERG/229  NEURO/67
MeSH D003027

Sakit kepala cluster adalah sindrom sakit kepala yang jauh lebih sering menyerang pria dibandingkan pada wanita. Sakit kepala cluster khas dan dimulai pada usia lebih lanjut dibandingkan pasien migrain, dengan usia rata-rata saat awal terkena yakni 25 tahun. Jarang ada riwayat keluarga sakit kepala tersebut karena penyakit ini tidak menurun. Sindrom ini muncul sebagai kelompok singkat, sangat parah, satu sisi, tidak berdenyut, konstan dengan durasi mulai dari beberapa menit hingga kurang dari 2 jam. Tidak seperti sakit kepala migrain, sakit kepala cluster selalu satu sisi,dan biasanya kambuh pada sisi yang sama dalam setiap pasien tertentu. Sakit kepala cluster sering terjadi pada malam hari, membangunkan pasien dari tidur, dan berulang setiap hari pada waktu tertentu yang sama untuk jangka waktu mingguan hingga bulanan. Setelah itu akan ada jeda dimana pasien mungkin bebas dari sakit kepala cluster selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Karakteristik sakit kepala cluster diawali dengan sensasi terbakar sepanjang aspek lateral hidung atau sebagai tekanan di belakang mata. Ditemukan injeksi konjungtiva(mata merah)sesisi, lakrimasi, hidung tersumbat, dan sindrom Horner yang umumnya terkait dengan serangan sakit kepala cluster. Episode ini sering dipicu oleh penggunaan alkohol atau obat vasodilatasi. [1]

Manajemen terapi[sunting | sunting sumber]

Pengelolaan sakit kepala cluster sebaiknya mencakup terapi ;simptomatik:sesuai gejala dan ;profilaksis:pencegahanSebagai terapi simptomatik Triptans telah lama digunakan sebagai terapi dengan sediaan dengan ;subkutan:bawah kulit dan ;intranasal:lewat hidung karena efek terapinya yang cepat. Pengobatan profilaksis berguna untuk mengurangi panjang periode dari serangan cluster dan untuk menghindariterapi yang berlebihan saat serangan.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) David A. Greenberg, Michael J. Aminoff, Roger P. Simon (2002). Clinical Neurology 5th edition. McGraw-Hill/Appleton & Lange. -. 
  2. ^ (Inggris) Andrea C. Adams, MD (2008). Mayo Clinic Essential Neurology. Mayo Foundation. ISBN-13 9781420079739.