Peraturan desentralisasi di K-League

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Artikel ini berkaitan dengan relokasi klub-klub sepak bola profesional yang bermarkas di Seoul.

Pada 1995, ada tiga klub sepak bola profesional: Ilhwa Chunma (sekarang Seongnam Ilhwa Chunma), LG Cheetahs (sekarang FC Seoul) dan Yukong Kokkiri (sekarang Jeju United) yang bermarkas di Seoul. Pejabat KFA dan K-League terkesan dengan peraturan desentralisasi di J-League, dan mencoba menerapkan peraturan serupa di K-League. Tetapi, pada tahun 1995, Korea mengajukan diri untuk menyelenggarakan Piala Dunia FIFA 2002. This warranted the construction of a soccer-specific stadium in Seoul.

Sedangkan KFA dan K-League ingin menyebarkan demam sepak bola ke seluruh negeri, ini berarti tiga klub yang bermarkas di Seoul - Ilhwa Chunma, LG Cheetahs, dan Yukong Kokkiri - harus dipindahkan. Hal ini tidak ditanggapi secara baik oleh klub-klub tersebut, yang tidak mau mengakui adanya peraturan desentralisasi di K-League. Bahkan, KFA sampai meminta pemerintah Korea government mengeluarkan perintah pengusiran kepada tiga klub tersebut.[1] Namun, pemerintah menjamin jika klub-klub tersebut membangun stadion khusus sepak bola di Seoul, mereka dapat memiliki hak untuk berada di Seoul dan kembali ke Seoul. Sebagai akibat dari peringatan pengusiran, klub-klub tersebut pindah ke kota lain. Ilhwa Chunma menjadi Cheonan Ilhwa Chunma yang bermarkas di Cheonan, 95 km jauhnya dari Seoul, LG Cheetahs menjadi Anyang LG Cheetahs yang bermarkas di Anyang, kota satelit Seoul, 21 km jauhnya dari Seoul dan Yukong Kokkiri menjadi Bucheon SK yang bermarkas di Bucheon, kota satelit Seoul, 25 km jauhnya dari Seoul.

Pada 2000, dengan kepindahan Cheonan Ilhwa Chunma ke Seongnam, kota satelit Seoul, 28 km jauhnya dari Seoul, tigaklub tersebut yang dulunya berada di wilayah ibukota Seoul masih dilarang kembali ke dalam batas wilayah kota. Namun, setelah Piala Dunia FIFA 2002 berakhir banyak stadion baru menjadi tidak terpakai. Dengan lima dari sepuluh stadion baru dipakai oleh tim-tim K-League yang sudah ada, KFA mencari klub pemakai untuk lima sisanya. Anyang LG Cheetahs diperbolehkan kembali ke Seoul memakai Stadion Piala Dunia Seoul yang baru dengan keharusan membayar sebagian biaya konstruksi stadion (yang nilainya sekitar 15 miliar won, atau pada saat itu setara 15 juta dollar Amerika Serikat[2] Peserta K-League bertambah tiga tim pada 2004 untuk mengisi stadion tidak terpakai dengan berganungnya Gwangju Sangmu, Daegu FC dan Incheon United F.C.. Bucheon SK akhirnya pindah dari wilayah ibukota Seoul ke stadion Piala Dunia terakhir yang masih belum terpakai, Stadion Piala Dunia Jeju, in 2006.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "일화 유공 LG, 내년에 서울연고 없어 (Korea)". Monthly Football. 1995-12. 
  2. ^ "안양LG, ‘서울LG’ 선언 (Korea)". Kyunghyang Newspaper. February 2, 2004.