Penyakit Torch

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

TORCH adalah singkatan dari (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus yang terdiri dari HSV1 dan HSV 2 serta kemungkinan oleh virus lain (Other virus) yang dampak klinisnya lebih terbatas (misalnya Measles, Varicella, Echovirus, Mumps, virus Vaccinia, virus Polio dan virus Coxsackie-B).

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH adalah hewan yang ada di sekitar kita seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing, babi dan lainnya. Virus ini juga dapat disebabkan oleh perantara (tidak langsung) seperti memakan sayuran, daging setengah matan dan lainnya.

Gejala Umum[sunting | sunting sumber]

Beberapa tanda kemunculan virus TORCH adalah :

TOXOPLASMA

Toxo bukanlah penyakit yang menular kepada pasangan, tetapi ia menular pada keturunan. Bisa jadi anak pertama dan kedua sehat, tetapi anak ketiga cacat atau mengalami epilepsy dan autisme. Tetapi yang sesungguhnya jika dilakukan tes laboratorium, baik anak pertama maupun anak kedua sesungguhnya turut terinfeksi.

RUBELLA

Penyakit ini, orang sering menyebutnya dengan Campak Jerman. Pada kasus Rubella, ibu hamil tidak mengalami keguguran atau bayinya meninggal saat lahir, tetapi yang sering terjadi adalah bayi yang dilahirkan mengalami glukoma atau kebutaan, kerusakan pada otak atau pengapuran pada otak, bibir sumbing, tunarungu atau sulit bicara.

CMV

Pada pengidap CMV, ibu hamil akan mengalami keguguran terus menerus, atau bayi yang dikandungnya lahir dalam keadaan cacat fisik, seperti hidrosepalus, pembesaran atau pengecilan kepala, lahir dengan usus ke luar, tubuh transparan, atau kaki dan tangan nya jadi bengkok.

HERPES

Kemunculan ditandai dengan bintik-bintik pada tubuh, pada slat genital, atau alat kelamin. Seorang yang mengidap herpes, disamping kesakitan juga terasa panas. Bagi wanita hamil sering keguguran atau bayinya lahir dalam keadaan cacat.

Toxo, Rubella, CMV, Herpes dapat menyebabkan rusaknya vertilitas pada ibu hamil. Sel telur maupun inti sel pada ibu hamil dirusak oleh virus tersebut sehingga sel telurnya mengecil dan tidak bisa dibuahi. Pada ibu hamil dapat menyebabkan terbentuknya mioma, penyumbatan atau pelengketan, sehingga sel telur tidak bisa dibuahi dan mengakibatkan sulit hamil. Toxo tidak menular pada pasangan, sedangkan Rubella, CMV dan Herpes bisa menular karena virus. Penularan bisa terjadi melalui hubungan sex, air liur, keringat, urin, darah dan ASI sehingga apabila wanita mengalami Rubella, CMV dan Herpes maka suaminya pun dapat tertular. Sulit kehamilan disebabkan karena virus tersebut telah memperburuk kualitas spermatozoa karena kekentalan yang sudah berubah menjadi cair, volume yang seharusnya 5 CC menjadi 3 CC dan gerakan nya pun sudah berubah. Biasanya TORCH menyerang pada saraf otak, mata dan gerak.

Obat Medis[sunting | sunting sumber]

Jenis obat yang diyakini medis bisa menyembuhkan TORCH seperti :

  • Isoprinocin
  • Repomicine
  • Valtrex
  • Spiromicine
  • Spiradan
  • Aciclovir
  • Dan lainnya.

Namun, obat-obatan tersebut belum bisa menghilangkan virus ini hingga ke tingkat negatif dan pengobatan membutuhkan waktu yang lama dan continue.

Cara Penularan[sunting | sunting sumber]

Penularan TORCH pada manusia dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu secara aktif (didapat) dan secara pasif (bawaan). Penularan secara aktif terjadi bila menelan oosista dan sista, sedangkan penularan pasif terjadi melalui plasenta dari ibu ke anak (Wishnuwardhani, 1990). Penularan secara aktif dapat disebabkan beberapa hal :

  1. Makan daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi
  2. Makan makanan yang tercemar oosista dan feeses kucing yang menderita TORCH
  3. Transfusi darah (trofozoid), transpantasi organ, atau cangkok jaringan (trozoid, sista), kecelakaan di laboratorium yang menyebabkan TORCH masuk ke dalam tubuh atau tanpa sengaja melalui luka.
  4. Hubungan seksual antara pria dan wanita
  5. Ibu hamil yang menderita TORCH ketika mengandung ada kemungkinan anaknya menderita TORCH yang ditularkan melalui plasenta
  6. ASI pada ibu yang menderita TORCH
  7. Keringat yang menempel pada baju atau pun yang masih menempel pada kulit
  8. Kebiasaan makan sayuran mentah, dan buah-buahan segar yang dicuci kurang bersih, makan tanpa cuci tangan terlebih dahulu
  9. Air liur. Cara penularan melalui air liur hampir sama dengan penularan pada hubungan seksual.

Diagnosa[sunting | sunting sumber]

Proses diagnosa medis dilakukan oleh seorang ahli kesehatan dengan melihat gejala klinis dan juga diagnosa laboratorik (pendukung) seperti ECG, CT scan, MRI, X-Ray, dan serum darah. Ambang batas kadar antibody untuk penyakit TORCH bila diamati dengan reagen Immuno Assay (ELISA) dari Medic Biotech. Inc. San Carlos, USA adalah sebagai berikut :

  • Antibody anti Toxo IgM : 0,5 IU / mL.
  • Antibody anti Toxo IgG : 6 IU / mL
  • Antibody anti Rubella IgM : 0,5 IU / mL
  • Antibody anti Rubella IgG : 10 IU / mL
  • Antibody anti CMV IgM : 0,5 IU / mL
  • Antibody anti CMV IgG : 15 IU / mL

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Ir.H.A.Juanda. 2012. TORCH AKIBAT DAN SOLUSINYA.Bogor.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]