Pentium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Nama Prosesor Intel Pentium
Pembuat Intel Corporation
Diperkenalkan 19 Oktober 1992;
Dirilis tanggal 22 Maret 1993
Nama kode prosesor P5, 80586, atau i586
Jumlah transistor 3,100,000 transistor
Frekuensi Kecepatan Generasi pertama: 60 MHz dan 66 MHz;
Generasi kedua: 75-100 MHz;
Generasi kedua versi baru 120 MHz dan yang di atasnya.
Kecepatan bus 50 Mhz, 60 Mhz, dan 66 MHz
Proses produksi Generasi pertama: 800 nanometer (0.8 mikron);
Generasi kedua: 600 nanometer;
Generasi kedua versi baru: 350 nanometer.
Ukuran cache Level 1 16 KB (8KB instruction cache + 8KB data cache)
Ukuran cache Level 2 Antara 256 KB hingga 1024 MB on-board (COAST/cache-on-a-stick).
Tipe cache Level 2 Two way associative; write-back
Ukuran Register 32-bit
Address bus eksternal 64-bit
Memory Address bus 32-bit, sehingga dapat mengalamati 4 gigabytes
Tegangan operasi 5 Volt (generasi pertama); 3.465 Volt, 3.3 Volt, 3.1 Volt, 2.9 Volt (generasi kedua)
Paket Prosesor Pin-Grid Array 273-pin; Staggered Pin-Grid Array 296-pin
Interkoneksi dengan motherboard Socket-4
Fitur manajemen daya SMM (System Management Mode)
Beberapa macam generasi Intel Pentium

Pentium adalah generasi kelima dari arsitektur prosesor mikro x86 buatan Intel Corporation, yang desainnya dibuat oleh Vinod Dham. Pentium merupakan penerus dari jajaran prosesor 486, dan mulai dijual ke pasaran pertama kali pada tanggal 22 Maret 1993. Nama asli (kode) Pentium adalah 80586 atau i586, untuk mengikuti penamaan generasi sebelumnya.

Pentium merupakan prosesor pertama dari Intel yang menggunakan arsitektur superskalar, sehingga walaupun Pentium merupakan prosesor yang bersifat CISC, Pentium dapat bekerja seperti layaknya prosesor RISC, meskipun pada saat itu belum ada aplikasi yang mampu mengutilisasinya.

Revisi[sunting | sunting sumber]

Intel beberapa kali melakukan revisi prosesor Pentium miliknya, yakni dikarenakan ada kesalahan dalam operasi pembagian terhadap bilangan floating point yang tenar dengan sebutan Floating Point Division Bug. Selain karena kesalahan tersebut, Intel juga pernah merevisi Pentium karena ada masalah pada panas dan penurunan tegangan, serta pengubahan proses manufaktur prosesor.

Prosesor Pentium Generasi Pertama[sunting | sunting sumber]

Prosesor Pentium generasi pertama, yang memiliki nama kode i586, P5, atau 80586 memiliki kecepatan 60 MHz dan 66 MHz. Prosesor ini dipaketkan pada paket Pin-Grid Array 273-pin yang ditancapkan pada Socket-4. Prosesor ini dibangun dengan menggunakan teknik manufaktur Bipolar CMOS 800 nanometer. Karena ada 3100000 tabung vakum di dalamnya (sekarang digantikan fungsinya oleh transistor yang berukuran sepermiliar meter), prosesor ini pun terlihat bongsor karena untuk menetralisir panas yang dihasilkan diperlukan komponen tambahan. Akibatnya, prosesor ini hanya tersedia sebentar saja di pasaran. Prosesor ini pun menggunakan tegangan operasi yang sangat besar 5 volt, yang menyebabkannya ia boros daya (hingga 16 Watt), dan tentunya panas yang berlebih.

Prosesor Pentium Generasi Kedua[sunting | sunting sumber]

Sadar atas kelemahan Pentium generasi pertama, Intel pun merevisi Pentium dengan meluncurkan Pentium generasi selanjutnya (yang memiliki nama kode P54C), pada tanggal 7 Maret 1994. Prosesor baru ini diperkenalkan pada frekuensi 90 MHz, 75 MHz, 100 MHz. Selanjutnya dirilis pula seri dengan kecepatan 120 MHz, 133 MHz, 150 MHz, 166 MHz, dan yang tercepat 200 MHz. Berbeda dengan prosesor Pentium Generasi awal, prosesor ini dibangun dengan menggunakan teknologi manufaktur Bipolar CMOS 600 nanometer, mengikuti beberapa saingannya dari Motorola dan IBM. Versi yang lebih baru (120 MHz ke atas) bahkan dibuat dengan menggunakan teknologi manufaktur 350 nanometer, sehingga dapat menampung 3300000 transistor. Dengan menggunakan teknologi manufaktur yang lebih canggih, Pentium pun lebih ramping dan lebih hemat daya (frekuensi 200 MHz hanya memakan 15.5 Watt).

Prosesor ini dipaketkan dengan menggunakan paket Staggered Pin-Grid Array (SPGA) 296-pin yang tentu saja tidak kompatibel dengan prosesor generasi sebelumnya. Satu-satunya cara yang digunakan oleh pengguna untuk melakukan upgrading dari prosesor generasi pertama ke generasi kedua adalah dengan melakukan penggantian motherboard.

Pentium MMX[sunting | sunting sumber]

Generasi ketiga dari prosesor Pentium adalah Pentium MMX (yang memiliki nama kode P55C) yang dirilis pada tahun 1997. Intel memasukkan tambahan 57 instruksi MMX baru ke dalam prosesor, tanpa melakukan perombakan terhadap desain. karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium. Prosesor ini tersedia dalam frekuensi kecepatan/bus 166MHz/66MHz, 200MHz/66MHz, dan 233/66MHz. Selain ditujukan untuk prosesor desktop, prosesor ini juga tersedia untuk prosesor mobile, yang bekerja pada frekuensi 266MHz/66MHz. Ukuran Cache pun ditingkatkan pada prosesor ini: Pentium MMX memiliki 16 KB Data cache yang bersifat write-back (yang pada versi Pentium sebelumnya hanya terdapat 8 KB). Chip prosesor Pentium MMX diproduksi dengan menggunakan teknik manufaktur Bipolar CMOS 350 nanometer, dan tegangan yang digunakannya adalah 2.8 Volt. Prosesor untuk komputer portabel (yang dibangun dengan teknologi 250 nanometer) yang begitu membutuhkan penghematan daya bahkan hanya membutuhkan 1.8 Volt.

Lagi-lagi, Intel mengganti dudukan prosesor ke socket baru, Socket-7 321-pin, yang memiliki fitur pengatur voltase secara otomatis (Automatic Voltage Regulator Module). Untuk menggunakan prosesor ini, akhirnya pengguna dipaksa lagi untuk mengganti motherboard-nya.ok

Perkembangan Dari Generasi

Merk Microarchitektur Desktop Laptop Server Pentium P5 P5 (0.8 µm) Pentium OverDrive MMX P54C (0.6 µm) P54CS (0.35 µm) Pentium MMX P55C (0.35 µm) Pentium OverDrive MMX Tillamook (0.25 µm) Pentium Pro P6 P6 (0.5 µm) P6 (0.35 µm) Pentium II Klamath (0.35 µm) Tonga (0.25 µm) Drake (0.25 µm) Pentium II Xeon Deschutes (0.25 µm) Dixon (0.25 µm) Pentium II OverDrive Mobile Pentium II Pentium III Katmai (0.25 µm) Coppermine (180 nm) Tanner (0.25 µm) Pentium III Xeon Coppermine (180 nm) Tualatin(130 nm) Cascades (180 nm) Mobile Pentium III Tualatin (130 nm) Pentium III M Pentium 4 NetBurst Willamette (180 nm) Northwood (130 nm) Rebranded as Xeon Pentium 4 Extreme Edition Northwood (130 nm) Prescott (90 nm) Gallatin (130 nm) Prescott-2M (90 nm) Prescott (90 nm) Cedar Mill (65 nm) Pentium D Smithfield (90 nm) Pentium Extreme Edition Presler (65 nm) Pentium M P6 based Banias (90 nm) Dothan (65 nm) Pentium Dual-Core Yonah (65 nm) Core Allendale (65 nm) Merom-2M (65 nm) Wolfdale-3M (45 nm) Pentium Wolfdale-3M (45 nm) Penryn-3M (45 nm) Nehalem Clarkdale (32 nm) Arrandale" (32 nm) Sandy Bridge Sandy Bridge (32 nm)

Cacat-cacat pada Pentium[sunting | sunting sumber]

Prosesor Pentium memang sangat laku. Bahkan di Indonesia, jika seseorang ditanya mengenai prosesor, yang pertama kali diingat adalah prosesor Pentium. Tetapi, prosesor ini jauh dari kesempurnaan. Berikut ini adalah beberapa cacat pada prosesor Pentium. pentiuman

Floating-Point Division Bug[sunting | sunting sumber]

SMM bug[sunting | sunting sumber]



















Perbedaan Pentium dari generasi