Parkir serong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Parkir serong merupakan cara parkir kendaraan yang membentuk sudut dengan pinggir jalan, tempat parkir. Parkir serong biasanya diterapkan untuk parkir pinggir jalan, atau dipelataran parkir yang dimaksudkan untuk mengoptimalkan luasan pelataran parkir karena dibutuhkan gang yang lebih sempit sehingga dapat menempatkan ruang parkir yang lebih banyak dalam satu satuan luas tertentu.

Desain parkir serong[sunting | sunting sumber]

Cara parkir serong di pelataran parkir

Aspek yang perlu diperhatikan dalam mendisain ruang parkir adalah:

  1. luas lahan yang dimiliki atau besarnya arus lalu lintas yang melalui jalan yang ada ruang parkirnya,
  2. Sudut parkir apakah 30o,45o,60o,
  3. Jenis kendaraan yang diparkir, apakah sedan, bus ataupun truk,
  4. Cara masuk atau keluar ruang parkir, apakah masuk kepala yang mempunyai kemudahan untuk masuk ruang parkir tetapi keluarnya lebih sulit karena pandangan pengemudi terhalang sehingga peluang terjadinya kecelakaan kendaraan yang keluar dari ruang parkir tinggi atau masuk ruang parkir mundur yang masuk keruang parkirnya lebih sulit tetapi keluar dari ruang parkir lebih gampang sehingga lebih aman untuk diterapkan.
  5. Sirkulasi dalam pelataran parkir, sistem sirkulasi apakah satu arau atau dua arah,
  6. Cara parkir di pelataran parkir yaitu berhadapan berhadapan atau tulang ikan.

Tata letak parkir serong[sunting | sunting sumber]

Tata letak parkir serong sangat tergantung kepada bentuk lahan yang akan digunakan untuk tempat parkir, semakin luas lahan yang akan digunakan untuk tempat parkir semakin mudah untuk mendapatkan jumlah ruang parkir. Pada lahan yang sempit digunakan biasanya digunakan sudut serong yang kecil atau bahkan diatur secara parkir paralel, semakin lebar lahan yang dimiliki semakin memungkinkan untuk membuat ruang parkir yang tegak lurus.

Dimensi ruang parkir serong[sunting | sunting sumber]

Acuan dimensi pelataran parkir serong

Dimensi yang digunakan pada parkir serong ditunjukkan dalam gambar berikut, dinyatakan dalam m:

Sudut parkir A Lebar B Lebar C Panjang D Lebar gang 1 arah F Lebar gang 2 arah F
0 2,4 6,0 2,4 3,5 6,0
30 2,4 4,8 4,5 3,0 6,0
45 2,4 3,5 5,0 3,5 6,0
60 2,4 3,0 5,4 5,4 6,0
90 2,4 2,4 4,8 6,6 6,6

Sudut parkir yang berbeda dapat diterapkan guna menyesuaikan dengan luasan yang diperuntukkan untuk pelataran parkir, demikian juga halnya dengan dimensi ruang parkir. Bila digunakan dimensi yang lebih kecil dari standar sebagaimana dalam tabel tersebut di atas, akan mempersulit manuver kendaraan yang keluar atau masuk ke ruang parkir, dan sering mengakibatkan kendaraan yang bersenggolan pada saat keluar atau masuk ruang parkir serta waktu yang dibutuhkan untuk memarkirkan kendaraan makin lama dengan semakin kecilnya ruang parkir.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • Petunjuk Praktis Cara Parkir Serong [1]