Parkir dan menumpang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Fasilitas "park and ride" dekat tempat parkir War Memorial Park di Coventry, Inggris.
Rambu park and ride.

Parkir dan menumpang atau dalam bahasa Inggris Park and ride adalah kegiatan parkir kendaraan pribadi di tempat parkir dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus atau kereta api. Banyak ditemukan di stasiun kereta api di pinggir kota ataupun stasiun/shelter busway di pinggir kota.

Manfaat pengembangan fasilitas parkir dan menumpang antara lain adalah:

  • Membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di pusat-pusat kegiatan,
  • Mendorong masyarakat untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum,
  • Mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi Gas rumah kaca karena angkutan umum menghasilkan emisi gas rumah kaca per penumpang km yang lebih rendah ketimbang menggunakan kendaraan pribadi,
  • Mengurangi kebutuhan ruang parkir dipusat kota.

Alat manajemen lalu lintas[sunting | sunting sumber]

Parkir dan menumpang ini merupakan salah satu perangkat manajemen pembatasan lalu lintas di pusat kota yang padat, untuk menarik masyarakat untuk parkir dengan tarif parkir yang murah atau gratis dan kemudian menaiki angkutan bus/busway ataupun kereta api menuju ke pusat kota.

Di wilayah Jabotabek banyak ditemukan fasilitas parkir dan menumpang di lintasan kereta api Jabotabek yang ada di pingiran kota seperti di Bekasi, Bogor serta di awal lintasan TransJakarta seperti di Ragunan.

Upaya untuk menarik penggunaan fasilitas parkir[sunting | sunting sumber]

Untuk meningkatkan penggunaan fasilitas parkir dan menumpang perlu beberapa pertimbangan berikut ini:

  • Ketersediaan ruang parkir yang memadai, yang didisain sedemikian sehingga mudah untuk masuk dan keluar tempat parkir,
  • Tersedia fasilitas ruang tunggu angkutan umum yang nyaman,
  • Jarak tempat parkir tidak terlalu jauh dari terminal atau stasiun ataupun tempat perhentian angkutan umum, sehingga dapat menghemat waktu berjalan kaki dari ruang parkir ke terminal atau sebaliknya.
  • Tarip rendah, dan bila memungkinkan gratis ataupun sudah terhitung dalam tarif angkutan,
  • Keamanan terhadap pencurian kendaraan bermotor ataupun terhadap barang yang ada di dalam kendaraan harus terjamin, untuk menghilangkan kekawatiran pengguna sistem akan keamanan kendaraannnya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]