Ovipar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ayam betina sedang mengerami telur-telurnya
Burung Puyuh dipenangkaran telur puyuh

Ovipar adalah salah satu cara berkembang biakkan hewan dengan cara bertelur, yang pada umumnya mempunyai ciri-ciri telurnya dierami sampai menetas.[1][2] Menurut Kamus besar bahasa Indonesia Ovipar adalah jenis reproduksi yg mengakibatkan telur yg dikeluarkan berkembang dan menetas di luar badan induknya.[3] Contoh hewan ovipar antara lain Serangga, Ayam, Angsa, Burung.[1] Kelompok burung merupakan hewan ovipar juga.[4] Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh.[4] Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.[4] Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri.[4] Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter.[4] Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk.[4] Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka.[4] Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.[4] Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk.[4] Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka.[4] Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.[4] Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya.[4]

Sumber lain menjelaskan bahwa Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang.[4] Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur.[4] Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak.[4] Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil.[4]

Ciri-ciri Hewan Ovipar[sunting | sunting sumber]

Berikut ini merupakan ciri-ciri hewan yang yang berkembang biaknya secara ovipar:

  1. Tidak mempunyai daun telinga.[1]
  2. Tidak mempunyai kelenjar susu.[1]
  3. Tidak menyusui anaknya.[1]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e Joko Untoro dan Tim Guru Indonesia (2012). Buku Pintar Pelajaran. Argomedia Pustaka. hlm. 187. ISBN 9797953467. 
  2. ^ "Ovipar, Vivipar dan Ovovivipar". Diakses 20 Mei 2014. 
  3. ^ "Kamus Besar Bahasa Indonesia(Kamus Versi Online)". Diakses 20 Mei 2014. 
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p "Reproduksi Pada Hewan". Diakses 20 Mei 2014.