Oro-oro Ombo, Batu, Batu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Oro-oro Ombo
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kota Batu
Kecamatan Batu
Luas Data tahun 2009, wilayah pertanian dan lahan terbuka hijau seluas + 3.500 km2, untuk wilayah permukiman penduduk seluas + 5.900 km2 dan sisanya seluas + 2.400 km2 untuk keperluan lain seperti bangunan gedung pemerintahan, sarana pendidikan, dan sarana umum
Jumlah penduduk 8278
Kepadatan -

Oro-oro Ombo adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Batu, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.
Desa Oro-Oro Ombo merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Batu Kota Batu, kurang lebih berjarak 2km di sebelah selatan Kantor Camat Batu. Desa Oro-Oro Ombo terbagi dalam tiga perdukuhan, yakni Dusun Krajan Oro-Oro Ombo, Dusun Gondorejo, dan Dusun Dresel. Sedangkan untuk kelancaran dan kemudahan administrasi pemerintahan Desa Oro-oro Ombo terbagi dalam 13 Rukun Warga, yang tersebar pada tiga dusun. Dusun Krajan terdiri dari tujuh RW, sedangkan Dusun Dresel terdiri dari tiga RW, dan Dusun Gondorejo terdiri dari tiga RW.
Sebagai daerah yang berkedudukan di daerah dataran tinggi, Oro-Oro Ombo sangat menarik perhatian pihak pertelevisian dengan memilih wilayah Dresel sebagai tempat stasiun pemancar ulang (relay), hal ini terbukti dengan adanya + 11 stasiun pemancar ulang (relay) yang ada di wilayah Dusun Dresel Oro-oro Ombo.
Demikian juga dengan pariwisata, keindahan alam berupa air terjun Coban Rais dan luasnya bumi perkemahan Coban Rais tidak pernah sepi dikunjungi oleh orang-orang yang ingin lebih mendekatkan diri dengan alam. Ditambah lagi konsep hiburan rekreasi keluarga yang beroperasi pada malam hari, yakni BNS (Batu Night Specstacular), dan juga Museum Satwa-Jatim Park2 yang akan segera beroperasi awal tahun 2010, Desa Oro-Oro Ombo berpotensi untuk menjadi daerah pusat pariwisata yang dapat mensejahterakan penduduknya dengan tata kelola pemerintahan yang baik serta dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat desa sendiri.
Luas wilayah Desa Oro-oro Ombo adalah sebesar 11.969 km2, dan membentang luas dari kaki gunung Panderman hingga ke bagian bawah daerah pusat Kota Batu. Sebagian besar kawasan Desa Oro-oro Ombo adalah pertanian, hutan dan datarannya relatif datar dan berbukit terletak di daerah cukup tinggi di bawah kaki gunung Panderman, dan tanah kas desa yang terletak di kaki gunung Panderman ini merupakan asset yang sangat menggiurkan bagi para pelaku bisnis jika masyarakat lokal tidak mampu mengolahnya secara baik dan benar. Secara geografis wilayah Desa Oro-oro Ombo terletak pada ketinggian <700–730 meter di atas permukaan air laut.
Sebelah Utara : Kelurahan Temas dan Kelurahan Sisir Kecamatan Batu
Sebelah Timur : Desa Beji Kecamatan Junrejo
Sebelah Selatan : Desa Tlekung Kecamatan Junrejo
Sebelah Barat : Wilayah Perhutani dan Gunung Panderman

Secara umum fasilitas sarana dan prasarana lingkungan di Desa Oro-Oro Ombo belum terpenuhi secara layak. Namun sarana yang bersifat mendasar seperti fasilitas pendidikan telah ada tiga Sekolah Dasar yang tersebar di tiga dusun, dan Dusun Krajan sebagai pusat desa memiliki fasilitas pendidikan yang lebih lengkap yakni ditambah satu Madrasah Ibtidaiyah dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sedangkan fasilitas kesehatan telah terdapat 7 Posyandu Melati 1 hingga Melati 7 yang juga tersebar merata di tiga dusun, walaupun prasarana kesehatan yang ada di Posyandu tersebut belum cukup memenuhi.
Untuk sarana komunikasi sosial untuk pertemuan warga seperti Balai RW hanya terdapat di RW 03 dan RW 04, RW lain belum memilikinya. Yang justru lebih menonjol adalah sarana peribadatan seperti masjid dan musholla, dan beberapa musholla juga mengadakan kegiatan pembelajaran keagamaan.

Dari kondisi terbaru hingga detik ini [Jumat, 04-03-2011], telah terjadi konflik politik di Desa ini yang dipicu oleh munculnya wacana tukar guling tanah kas desa seluas 43Ha.
Terdapat tindak pidana yakni "Penyalah gunaan tanda tangan warga, Perangkat Desa, dan Tokoh Masyarakat" dalam dokumen surat pengajuan tukar guling tanah kas desa Oro-Oro Ombo.
Banyak pihak yang terseret ke dalam konflik ini, walaupun belum jatuh palu hakim kepada siapa yang bersalah. Kepala Desa, BPD dan Pak Lukito Bowo selaku ketua LPMD turut diperiksa oleh Polres Kota Batu. Hal ini terjadi setelah pada tanggal 11 Februari 2011 warga bersama-sama melakukan pelaporan kepada pihak berwajib serta DPRD Kota Batu mengenai penyalahgunaan tanda tangan tersebut.