Orang Hokkian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Orang Hokkian (Hanzi: 福建人, pinyin: fujian ren) atau Orang Hoklo adalah penduduk dari provinsi Fujian bagian selatan di Republik Rakyat Tiongkok. Banyak orang Hokkian menjadi perantau dan tinggal di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara.[1]

Istilah lain[sunting | sunting sumber]

Orang Hokkian juga dikenal dengan sebutan:

  • Orang Ban-lam / Minnan (閩南)
  • Orang Hok-ló (福佬)

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Orang Hokkien bertutur dalam Bahasa Hokkien yang juga disebut Bahasa Min Selatan (Ban-lam-gi).[2] Bahasa Hokkien adalah salah satu dari sub-bahasa Sinitik yang kuno. Ia terdiri dari beberapa dialek utama antara lain Xiamen (E-mng/Amoy), Taiwan, Zhangzhou (Chiangchiu), Quanzhou (Choanchiu), serta Hainan (Hailam) dan Chazhou (Tiochiu). Tiap penutur dialek-dialek bisa saling mengerti tanpa banyak kesulitan, terkecuali dialek Hainan yang agak banyak berbeda.

Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Dalam keyakinan religius orang Hokkian, Mazu adalah dewi terutama.[2] Bagi masyarakat Hokkian yang bekerja sebagai nelayan atau orang yang sering berlayar, Dewi Mazu dipuja sebagai pelindung. Penduduknya juga sering merayakan ulang tahun dewa atau kelenteng dengan parade mengarak patung dewa keliling kota.[2]

Orang Hokkian dipandang sebagai kelompok pekerja keras dan piawai berdagang.

Orang Hokkian di Asia Tenggara[sunting | sunting sumber]

Orang Hokkian merupakan mayoritas perantau di Indonesia. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah Batavia menetapkan kuota perantau yang diperbolehkan merantau ke Indonesia. Pemerintah Batavia juga mendata jumlah pendatang menurut daerah asal, yang pada zaman tersebut dikelompokkan menjadi empat kelompok besar; Hokkian, Tiochiu, Konghu dan Hakka.

Daerah asal pendatang dari Hokkian pada dasarnya hampir meliputi seluruh wilayah provinsi Fujian, namun mayoritas berasal dari daerah pesisir seperti Zhangzhou, Quanzhou dan Amoy. Zhangzhou dan Quanzhou menjadi daerah asal utama dikarenakan kedua tempat ini telah lama menjadi pelabuhan utama yang melayani perdagangan lewat laut.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris)Chinese in Southeast Asia - Orientation, everyculture. Akses:3-01-2013
  2. ^ a b c Gondomono (2013). Manusia dan Kebudayaan Han. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 176–178. ISBN 978-979-709-688-5. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]