Nurin Jazlin Jazimin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Nurin Jazlin Jazimin
Lahir 11 September 1999
Bendera Malaysia Kuala Lumpur, Malaysia
Meninggal 16 September 2007 (umur 8)
Sebab meninggal Pembunuhan
Tempat peristirahatan Tanah Perkuburan Islam Taman Ibu Kota, Setapak, Kuala Lumpur
Tempat tinggal Wangsa Maju, Kuala Lumpur
Pendidikan Sekolah Rendah Kebangsaan Desa Setapak, Setapak, Kuala Lumpur
Orang tua Jazimin Abdul Jalil (father)
Norazian Bistaman (mother)

Nurin Jazlin Jazimin (lahir 11 September 1999 – meninggal di Petaling Jaya, 16 September 2007 pada umur 8 tahun) adalah korban pelecehan seksual dan pembunuhan yang ditemukan di Petaling Jaya. Ia merupakan putri kedua Jazimin Abdul Jalil dan Norazian Bistaman dari 3 bersaudara. Dia adalah siswi tahun kedua Sekolah Rendah Kebangsaan Desa Setapak, Setapak, Kuala Lumpur.

Kehilangan[sunting | sunting sumber]

Nurin hilang setelah keluar ke pasar tak jauh dari rumahnya di Seksi 1, Wangsa Maju. Berbagai usaha pencarian dilakukan melalui media dan warga sipil termasuk Lembaga Swadaya Masyaraakat.[1]

Pembunuhan[sunting | sunting sumber]

Jasad Nurin yang penuh luka penyiksaan dan kurus ditemukan dalam sebuah tas olahraga di Jalan PJS 1, Taman Petaling Utama, Petaling Jaya pada 17 September 2007[2] dan setelah tes DNA dijalankan, ia mengesahkan jasad tersebut adalah Nurin Jazlin.[3]

Nurin diduga dibunuh pukul 24 WITA sebelum jasadnya ditemukan dalam tas yang ditinggalkan di tangga premis tiga tingkat di kawasan itu. Tim forensik mendapati pelaku telah memasukkan mentimun dan terung ke dalam kemaluan anak itu, menyebabkan rektumnya pecah hingga terkena infeksi bakteria dan ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan kematiannya[4]. Fisik Nurin yang ditemukan mati dengan keadaan “kurus" dan juga berbagai luka lebam pada badannya menyebabkan ayah dan ibu Nurin Jazlin tidak mengenalinya saat didatangkan pertama kali.[5].

Ia dimakamkan pada tanggal 20 September 2007 di Tanah Pemakaman Islam Taman Ibu Kota, Gombak.

Pemburuan pelaku[sunting | sunting sumber]

Kantor kerajaan dan sipil menawarkan hadiah kepada siapa yang bisa memberi infomasi sehingga terbongkarnya pembunuh Nurin. Di antara warga yang menawarkan hadiah adalah Tan Sri Robert Pang, Exco Yayasan Penanggulangan Kriminal Malaysia (MCPF) sebanyak RM5000 (Rp 14,267,205.88), MCA sebanyak RM10000 (Rp 28,528,783.63) dan beberapa warga yang enggan dikenali menawarkan sebanyak RM5000 (Rp 14,267,205.88)[6].

Tanggal 28 September 2007, empat orang pria dan seorang wanita telah di berkas untuk membantu selidikan. Wanita itu dibebaskan setelah diselidiki tidak ada kaitan dengan kasus pembunuhan Nurin, empat pria berada dalam tahanan reman oleh polisi selama 7 hari[7]. Tanggal 2 Oktober, polisi telah memeriksa seorang wanita Indonesia di sebuah kios di Nilai, Negeri Sembilan, sewaktu diperiksa ia mencoba menelan sim Card telepon bagi menghindari nomor telepon yang menjadi bukti kasus pembunuhan itu dikesan polisi.[8]

Pengaruh terhadap kepolisian Malaysia[sunting | sunting sumber]

Karena munculnya kasus ini, Divisi Kriminal Tindak Pidana Mabes Bukit Aman merancang satu unit khusus yang dinamakan Divisi Kriminal Seksual, Pemerkosaan dan Kanak-kanak, yang dianggotai pegawai-pegawai wanita. Direktur Divisi Kriminal Tindak Pidana Mabes Bukit Aman, Dato' Christopher Wan Soo Kee berbicara unit khusus, yang juga digelar D11, dirancang bagi memantap dan meningkatkan tahap kesiagaan dalam menangani kasus berkaitan dengan anak-anak dan kasus rumah tangga.

“Kantor itu dianggotai 101 personel wanita yang terlatih untuk mengendalikan kasus seksual, penderaan dan kanak-kanak,”


Reaksi[sunting | sunting sumber]

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan atas Nurin Jazlin yang baru berusia 8 tahun, bulan lalu, membuat seluruh Malaysia dan seluruh dunia termasuk Indonesia juga marah atas para pelaku seksual.

Ini membuat seluruh Malaysia, terutama kelompok pembela anak-anak di Malaysia, geram. Para pelakunya harus dihukum keras, bahkan harus dipermalukan. Itu sebabnya, kini nama dan wajah mereka dipublikasikan agar mereka malu dan jera.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]