Nurhayati Ali Assegaf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si., MP
Lahir 17 Juli 1963 (umur 51)
Solo
Kewarganegaraan Indonesia
Pekerjaan

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat (2013-2015) Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI (2012-2014)

Anggota DPR RI Komisi I (2009-2014)

Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si., MP (lahir 17 Juli 1963; umur 51 tahun) adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat (2013-2015) sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Ia merupakan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Demokrat. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wakil ketua BKSAP dan juga delegasi Indonesia di Inter-Parliamentary Union, Women ASEAN Inter-Parliamentary Assembly / WAIPA dan Parliamentary Union of OIC Member States Council.

Dr. Nurhayati menjadi anggota DPR RI sejak tahun 2004 dan terpilih kembali pada tahun 2009. Selama periode pertama (2004-2009), ia diangkat menjadi Staf Khusus Ibu Negara Republik Indonesia Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono. Disamping tugas tersebut, ia juga konsen terhadap masalah-masalah pemberdayaan perempuan dan gender. Selain itu, dia menjadi pembawa acara dan sutradara "Perspektif Perempuan" di salah satu program Televisi Republik Indonesia (TVRI). Sebelumnya, Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si., MP menjadi Managing Director Bisnis dan Konsultan Keuangan (Assegaf & Partners Ltd, 1998-2004) dan Associate Winarto Soemarto & Associates (1993-1998).

Kegiatannya sebagai aktivis organisasi sosial maupun politik dimulai di akademisi saat masih sebagai mahasiswa. Keterlibatannya yang kuat dengan isu-isu politik dan sosial serta hubungan internasional mendorong DR. Nurhayati Ali Assegaf untuk menjadi pelindung dan pendiri sejumlah lembaga dan kelompok pemikir menangani isu-isu yang berkaitan dengan pemuda, perempuan dan anak, demokrasi serta pendidikan. Pada tahun 2003, ia bergabung dengan Partai Demokrat, aktif dalam struktur organisasi partai, termasuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal dan Ketua Departemen Luar Negeri.

Nurhayati, yang juga presiden IPU untuk Komite Parlemen Perempuan, bertekad kuat mengembalikan kejayaan partai besutan bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan memperbaiki citra partai menuju kemenangan pemilu 2014 mendatang.

Baginya, dinamika politik yang terjadi di Partai Demokrat harus disikapi secara positif dan arif agar kader partai menjadi kader yang bersih, cerdas dan santun dalam berpolitik. Dia menyadari betapa buruknya persepsi publik dan media terhadap kinerja anggota DPR ditambah lagi dengan adanya keterlibatan beberapa anggota dalam skandal korupsi.

Sejak diberi amanah sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat pada bulan Mei tahun lalu, menggantikan bapak Jafar Hafsah, Ibu Nurhayati, begitu sapaan akrabnya, terus memikirkan bagaimana untuk mendukung program pemerintah. Menurutnya, faksi partai di DPR merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah. Sebagai partai berkuasa, dia akan memastikan monitor Partai Demokrat untuk mendukung terealisasinya program-program pemerintah yang pro rakyat.

Meskipun tidak mudah memimpin anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang berjumlah 148 orang, tetapi ibu Nurhayati selalu optimis dan yakin bahwa dengan menjalin komunikasi yang baik secara intens dengan para anggota partai maka tidak akan ada jalan buntu pada setiap persoalan yang ada. Tidak hanya itu, ia juga mendesak anggota FPD DPR RI untuk mengunjungi konstituen mereka setiap Jumat sampai Minggu selama reses parlemen.

Sebelum bergabung dengan partai, Nurhayati membuat perubahan karier yang cepat dari seorang ibu rumah tangga menjadi pengusaha, kemudian bergabung dengan sebuah konsultan keuangan dan bisnis sebagai asosiasi, sebelum mendirikan Assegaf dan Partners.

Pada 1990-an dia mendirikan organisasi relawan untuk anak-anak jalanan dan imigran, dimana hal ini bisa membuatnya bersentuhan langsung dengan kebijakan pemerintah saat itu. Misalnya, imigran yang overstay, harus segera dikembalikan ke negara asalnya. Saat itu, ia juga sering mengunjungi rumah tahanan mereka di Cengkareng, Banten, dan menjadi mediator antara imigran dan kedutaan besar mereka.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • Doktor dalam bidang Ilmu Sosial dan ilmu Politik, FISIP Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta
  • Master dalam bidang Kajian Amerika, Universitas Indonesia Jakarta
  • Sarjana Strata 1 dalam bidang Manajemen SDM, STIA Majapahit Malang
  • Diploma Public Relation, Los Angeles City College
  • Diploma Fak Kedokteran, Univ. Brawijaya Malang
  • Kursus Reguler – KRA XXXVI LEMHANAS
  • Harvard Kennedy School Executive Education, Leaders in Development: Managing Change in a Dynamic World, USA, June 2010
  • Pelatihan Kepemimpinan Kader Partai Demokrat (PKKPD), 2008
  • Course of Public Relation, DPP Partai Demokrat, 2012

Karier parlemen[sunting | sunting sumber]

Dalam perjalanan karier politiknya di parlemen sejak tahun 2004, Nurhayati terlibat di komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, bidang Perdagangan, Industri, Investasi, Usaha Kecil dan Skala Menengah, BUMN, dan National Standardisasi, dan Komisi I Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informasi.

Saat ini, ia adalah Ketua Inter-Parliamentary Union (IPU-Indonesia) dan Panitia Kerja MDGs (Tujuan Pembangunan Milenium), yang sebelumnya juga sebagai Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen. Dia juga bertindak sebagai Focal Point dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk Konvensi PBB dalam memerangi Desertifikasi.

Nurhayati menyadari bahwa untuk sukses dalam politik, maka harus mandiri secara finansial. Dia memilah dan memilih partai politik yang sesuai dengan tujuan perjuannganya dan akhirnya mata dan hatinya secara mantap tertuju pada Partai Demokrat.

Nurhayati adalah staf khusus ibu Negara yang bertugas untuk menulis pidato-pidato ibu negara. Ia juga memprakarsai koleksi pidato ibu negara karena sebelum bergabung di istana, belum ada koleksi-koleksi pidato ibu negara.

Pada saat kongres pertama Partai Demokrat tahun 2005, dia menjadi satu-satunya perempuan yang dinominasikan menjadi kandidat ketua umum Partai Demokrat bersaing dengan bapak Hadi Utomo, adik ipar ibu Ani Yudhoyono yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Dengan berpartisipasi dalam kompetisi ini, dia memotivasi para perempuan bahwa perempuan bisa memainkan peranan dalam politik.

Pemilu legislatif 2009, Nurhayati kembali ikut meramaikan bursa pencalegan untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur V yang meliputii Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu atau Malang Raya. Dengan berbekal kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas untuk kepentingan rakyat, Nurhayati terpilih menjadi anggota legislatif periode 2009-2014.

Kefasihannya dalam berbahasa Inggris dan Jepang, serta pengetahuannya tentang bahasa Arab dan Perancis, menjadikannya memilih duduk di kursi Komisi I DPR yang membawahi urusan luar negeri, pertahanan dan komunikasi. Dengan kemampuannya berkomunikasi dalam berbagai macam bahasa inilah, Nurhayati sering diundang sebagai pembicara, baik dalam skala nasional maupun internasional. Ia juga menjalin hubungan baik dengan para duta besar dalam berdiplomasi maupun sharing gagasan dalam membangun hubungan bilateral dan multilateral.

Inter-Parliamentary Union[sunting | sunting sumber]

Sejak bergabung dengan delegasi Indonesia ke konferensi Inter-Parliamentary Union (IPU), Dr. Nurhayati Ali Assegaf telah aktif baik sebagai peserta dan ketua dalam pertemuan-pertemuan komite dari Inter-Parliamentary Union(IPU), khususnya sebagai anggota Komite Eksekutif dan Sub-Komite bagian Keuangan. Saat ini, ia adalah Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU), Komite Koordinasi Parlemen Perempuan.

Dr. Nurhayati Ali Assegaf memimpin Delegasi Indonesia ke 124 Inter-Parliamentary Union (IPU) Majelis dan pertemuan terkait di Panama City, Panama, pada 2011, dan ke 123 IPU Majelis dan pertemuan terkait di Jenewa, Swiss.

Potensinya yang kuat dalam mengembangkan dimensi regional kerjasama parlemen, Dr. Nurhayati Ali Assegaf telah memainkan peran aktif dalam forum regional seperti Pertemuan Parlemen Asia (APA); ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA); Forum Asia- Parlemen Pasifik untuk Pendidikan (FASPPED), dan Uni Parlemen Negara Anggota OKI (PUIC).

Kehadiran di Forum Regional dan Internasional[sunting | sunting sumber]

Inter-Parliamentary Union (IPU)[sunting | sunting sumber]

  • Narasumber di Asia and the Pacific Parliamentarians and CSO Forum on MDG Acceleration and the Post 2015 Development Agenda, Gender Perspective for the Post 2015 Development Framework, Bali - Indonesia
  • Ketua sidang pleno: Global Partnership at Asia-Pacific Regional Parliamentarian and CSO Forum on MDG Acceleration and the Post 2015 Development Agenda, Bali - Indonesia
  • Delegesai DPR RI untuk 128th IPU Assembly and Related Meeting, at the 18th Meeting of Women Parliamentarians, Quito - Ecuador
  • Narasumber di Global Organization of Parliamentarians against Corruption (GOPAC), 5th Global Conference, Manila – Philippines.January 2013
  • Narasumber di International Conference on Gender and Politics in London – England.
  • Narasumber di 7th Session of Women Speaker Conference in New Delhi – India.
  • Anggota Eksekutif pada the 264th Session of IPU Executive Committee in Jenewa, Swiss.
  • Ketua Delegasi Parlemen pada 56th Session of Commision on the Status of Women in New York, USA.
  • Narasumber IPU Meeting of the Coordinating Committee of Women Parliamentarians at the 125th IPU Assembly and Related Meetings in Bern – Switzerland
  • Narasumber IPU Meeting of the Coordinating Committee of Women Parliamentarians at the 124th IPU Assembly and Related Meetings in Panama City – Panama
  • Narasumber Asia-Pacific Group Meeting at the 124th IPU Assembly and Related Meetings in Panama City – Panama
  • Narasumber Drafting Committee of the Emergency Item Resolution at the 124th IPU Assembly and Related Meetings in Panama City – Panama, entitled “Strengthening Democratic Reform in Emerging Democracies, including in North Africa and The Middle East”
  • Ketua Delegasi Indonesia pada 124th IPU Assembly and related meetings in Panama City
  • Narasumber the Special Session of the Coordinating Committee of Women Parliamentarians of IPU in Geneva, Switzerland.
  • Narasumber Asian Parliamentary Assembly at the 123rd IPU Assembly and related meetings in Geneva, Switzerland
  • Narasumber IPU Report on MDGs in the IPU Committee on the United Nations Affairs in Geneva, at the 123rd IPU Assembly and related meetings in Geneva, Switzerland
  • Ketua Delegasi Indonesia untuk the 123rd IPU Assembly and related meetings in Geneva
  • Anggota Drafting Committee of IPU Emergency Item at the 122nd IPU General Assembly in Bangkok,Thailand entitled “the role of parliaments in strengthening the solidarity of the international community towards the people of Haiti and Chile in the wake of devastating major disasters, and urgent actions required in all disaster-prone countries to improve disaster-risk assessment, prevention and mitigation”
  • Anggota Drafting Committee of Asia-Pacific Group on MDG’s Issues, 122nd IPU General Assembly in Bangkok,Thailand
  • Anggota Drafting Committee at The Standing Committee on Sustainable Development, Finance and Trade, 122nd IPU General Assembly in Bangkok, Thailand

Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC)[sunting | sunting sumber]

  • Presiden Konferensi pertama Perempuan Parlemen Muslim / Wakil Presiden dari Konferensi Kedua Parlemen Perempuan Muslim pada Konferensi PUIC ke-8 dan pertemuan terkait lainnya di Khartoum - Sudan.
  • Ketua Konferensi Pertama Perempuan Muslim Parlemen Konferensi PUIC Sesi ke-7, Palembang, Indonesia.
  • Ketua Pertemuan ke-6 PUIC Komite Khusus tentang Perempuan, Sosial, dan Budaya Sesi ke-7 Konferensi PUIC, Palembang, Indonesia.
  • Ketua Panitia Khusus ke-6 Kajian Perempuan dan Budaya untuk PUIC
  • Ketua Pertemuan ke-4 Panitia Khusus tentang Perempuan, Sosial, dan Budaya pada Sidang ke-6 Konferensi PUIC di Kampala, Uganda.

Forum Parlemen Asia Pasifik untuk Pendidikan (FASPPED)[sunting | sunting sumber]

  • Ketua Delegasi Indonesia untuk Rapat Biro Eksekutif FASPPED ke-3 di Teheran, Iran
  • Ketua Sidang Umum FASPPED pertama di Jakarta, Indonesia
  • Anggota Panitia Pengarah dan Anggota delegasi Indonesia Sidang Umum FASPPED pertama di Jakarta, Indonesia

Asian Parliamentary Assembly (APA)[sunting | sunting sumber]

  • Anggota Delegasi Indonesia Sidang Paripurna APA ke-5, Damaskus, Suriah
  • Penggagas pembentukan Rapat Koordinasi APA Perempuan Parlemen pada Pertemuan Dewan Eksekutif APA di Jakarta, Indonesia
  • Ketua Panitia penyusunan APA Asian Parliamentary Assembly di Bandung, Indonesia
  • Anggota Panitia Pengarah dan Anggota delegasi Indonesia Sidang Pleno APA ke-4 di Bandung, Indonesia

ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA)[sunting | sunting sumber]

  • Ketua delegasi Indonesia untuk Women ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (WAIPA), Sidang Umum AIPA ke-33, Lombok Indonesia
  • Ketua delegasi Indonesia untuk Inter-Parliamentary Assembly Asia (AIPA) pada Seminar Peran Perempuan Parlemen dalam Proses Pembuatan UU di Hanoi - Vietnam


Seminar[sunting | sunting sumber]

  • Narasumber pada Politician Conversation on Economic and Investment in Indonesia, “Democrat Party’s Outlook Of Indonesia Economic Development”, The Singapore Chambers of Industry in Indonesia and the Jakarta Globe di Jakarta.
  • Narasumber "The Role and involvement of Parliaments in Asia in accelerating the MDG achievements and contributing in Southeast, East, Northeast Asia and the Pacific Parlimentarian to the post – 2015 development agenda".
  • Menghadiri Sidang Parlemen ke-56 Komisi Status Perempuan, di New York - Amerika Serikat.
  • Menjadi panelis pada Konferensi Dunia ke-5 tentang Perempuan dan Olahraga, di Los Angeles - Amerika Serikat.
  • Menghadiri Forum Tingkat Tinggi Parlemen ke-4 mengenai Efektivitas Bantuan, di Busan - Korea Selatan
  • Menghadiri pertemuan kemitraan UNISDR Asia, Jakarta
  • Narasumber pada Lokakarya Internasional tentang "Democratic Leadership for Asian and Pacific Countries: Building the Nation, Reforming the State and Developing the Economy" di Bali, Indonesia
  • Ketua Seminar Parlemen Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) di Jenewa
  • Moderator Forum Kerjasama Pembangunan dari PBB, Helsinki, Finlandia
  • UNDP Round Table Discussion: Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Politik, Phnom Penh, Kamboja
  • Anggota delegasi Indonesia ke Sidang Parlemen di PBB, New York - Amerika Serikat.

Pengalaman Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat
  • Kepala Departemen Luar Negeri dari DPP Partai Demokrat
  • Manajer Public Relations dan Ketua Pemberdayaan Perempuan, Tim Kampanye Nasional SBY-JK
  • Pendiri dan Direktur Institut Pendidikan Perempuan Indonesia
  • Anggota dewan Pengawas IKA-STIA
  • Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
  • Wakil Ketua, Senat KRA XXXVI, Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS)
  • Ketua Hubungan Luar Negeri, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)
  • Ketua dan Perwakilan Nasional, Jakarta International Volunteer Program Association
  • Ketua Hubungan Media Massa, Dewan Internasional untuk Cendekiawan Perempuan Muslim
  • Ketua dan Perwakilan Nasional, Global People's Assembly, New York, Amerika Serikat
  • Ketua Lembaga Nasiona "the Global Youth Service Day, Washington DC, Amerika Serikat
  • Direktur Public Relations, Meguro International Friendship Association, Tokyo, Jepang
  • Ketua Bidang Hubungan Internasional, Persatuan Perempuan Internasional, Tokyo, Jepang
  • Peneliti di Universitas Riset untuk pendidikan lulusan, Universitas Indonesia
  • Pendiri dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Sipil (LP3M)
  • Penasihat Forum Filantropi
  • Pendiri dan Ketua Nurhayati Ali Assegaf Center for Democracy
  • National Representative of International Association for Volunteer Effort (IAVE) and President of Jakarta International Association for Volunteer Effort (JIAVE)

Karya Tulis yang disampaikan di Seminar/Konferensi[sunting | sunting sumber]

  • End the Occupation of Palestine for a better World
  • Peran Perempuan dalam Demokrasi (The Role of Women in Democracy)
  • The Rights of the Palestinian Prisoners and Detainees
  • Disaster Risk Reduction: An Instrument for Achieving MDGs
  • The impact of Development Cooperation in Reaching MDGs Goal 3
  • Enhancing Women’s Political Participation in Indonesia
  • Benefits obtained from women’s enhanced political participation : Lessons learned successful and unsuccessful initiatives and actions
  • The Role of Parliaments in Achieving the MDG’s
  • Achieving MDG’s 3, 4, and 5 by 2015: What More Can Parliamentarians Do?
  • Women Roles in Revitalization of the Republic of Indonesia Spirit Towards a New Indonesia
  • The Role of Indonesian Women in Dakwah of Islam
  • Program and Policies of the Indonesian Democrat Party Regional Committee on Women Empowerment
  • Social and Spiritual Quotient
  • Women, Politic and Democracy in Indonesia
  • Moslem Women as the Agent of Change Within Globalization
  • Through Reunion We Enhance Solidarities of Grduates for the Development and Enhancement of The Higher School of Administration Malang (STIA)
  • Human Rights and Indonesia Women
  • Women and Democracy in Indonesia
  • Democracy and the Empowerment of SBY-JK Program
  • The Roles of Volunteer of Women Empowerment SBY-JK on the Second Round of the Presidential Election
  • How to Elect National Leadership
  • Enhancing Free and Active Diplomacy Roles in Order to Raise the Status of Indonesia at International Forum Within the Context of National Economic Recovery
  • The Role of Moslem women in Addressing Terrorism Issues
  • Talk show on the Opening of the 16 Day Anti-Violence Campaign on Women
  • Talk show on the Socialization of Volunteerism
  • Volunteer Work in Promoting World Peace
  • Refugee A Shared Responsibility
  • Youth Volunteer, Challenge and Opportunity
  • Street Children,Education or Employment?
  • The Realignment of US Foreign Politics From Anti-Communism to Anti-Terrorism
  • The Roles of Volunteers in Management of Religious and Ethnic Conflicts in Indonesia
  • Building Volunteerism Among Indonesian Youth
  • Volunteerism, Functions and Responsibilities
  • Communication Barriers Among The Believers
  • Report Concerning Country Development and Response of Volunteer Effort
  • The Prospect of KOHATI in the Development of Women Empowerment Institution Network
  • Strategic Vision of Women in Understanding Gender Awareness
  • Islamic Women Leadership on the Social Deconstruction of Islam
  • Islamic Women Leadership within the Contexts of Feminism
  • Forms and Sistem of Pre-school Education at the Globalization Era
  • The Role of Government in Promoting Volunteerism
  • Safe Our Children from Hunger
  • Advance Motivation Training
  • Community Development Program

Pranala luar[sunting | sunting sumber]