Nicolaus Cusanus
Nicolaus Cusanus adalah seorang filsuf dari Jerman, yang juga merupakan seorang Platonis pada masa Renaissans.[1] Selain sebagai filsuf, ia juga seorang imam gereja.[2] Ia disebut juga Nicolaus dari Kues dan Nicolaus Krebs.[2] Cusanus lahir di kota Kues, kota kecil di tepi Sungai Mosel, pada tahun 1401.[1][2] Ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang hukum gereja pada tahun 1423.[1] Kemudian ia menjadi utusan Paus ke Konstantinopel.[1] Pada tahun 1449 ia diangkat menjadi kardinal dan uskup Brixen pada tahun 1450.[1] Ia meninggal pada tahun 1464.[1]
Cusanus membedakan ada dua kemampuan pengetahuan manusia.[2] Kemampuan pertama adalah akal yang merupakan kemampuan diskursif manusia, yakni kemampuan berpikir logis, membuat pemisahan-pemisahan, dan menyimpulkan.[2] Kemampuan ini berlaku di dunia indrawi.[2] Kemampuan kedua adalah budi (intellectus), yang merupakan kemampuan untuk menentukan orientasi bagi manusia.[2] Hal ini dapat dibandingkan dengan kemampuan manusia menentukan arah timur, padahal "timur" itu tidak ada dan tak dapat diamati.[2] Aktivitas budi bukanlah hal-hal yang empiris, melainkan melampauinya.[2] Dengan kemampuan budi inilah manusia dapat memahami sedikit sifat Allah.[2]
Referensi [sunting]
