Meister Eckhart

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
The Meister Eckhart portal of the Erfurt Church.

Meister Eckhart adalah seorang teolog dan mistikus Kristen.[1][2] Ia merupakan seorang rahib Dominikan yang berasal dari Jerman.[2] Eckhart termasuk salah satu tokoh mistik yang terkenal dari gereja Abad Pertengahan selain Bernardus dari Clairvaux.[3]

Riwayat Hidup[sunting | sunting sumber]

Ia dilahirkan di Hocheim, Thuringia pada tahun 1260. Eckhart pernah menjadi profesor bidang Teologi di Paris dan menjadi penasihat serta pendamping biara-biara di wilayah Jerman Selatan. Pada tahun 1323, dia menjadi profesor teologi di Koln.[2] Ia menghadapi pengadilan gereja tahun 1326 dengan tuduhan menyebarkan ajaran-ajaran sesat melalui khotbah-khotbah yang disampaikannya.[2] Eckhart berusaha membela diri dengan mengajukan tesis pembelaan namun persoalan tersebut tidak selesai juga tetapi diteruskan hingga ke Kuria Kepausan.[2] Eckhart kemudian pergi ke Avignon, Prancis untuk menghadap pengadilan Kepausan terkait persoalan dirinya yang dianggap mengajarkan ajaran sesat[2]. Dalam perjalanannya menuju Avignon inilah Eckhart kemudian meninggal dunia.[2] Sementara itu, keputusan pengadilan atas perkara Eckhart baru dijatuhkan tahun 1329, satu tahun setelah ia meninggal.[2]

Pemikiran[sunting | sunting sumber]

Walaupun Eckhart adalah seorang Dominikan yang semestinya kuat dengan pengaruh filsafat Aristoteles,tetapi pada kenyataannya ia pemikirannya lebih mengarah kepada Neoplatonisme.[2] Ia menjadi yakin pada kebenaran dalam pandangan Neoplatonisme karena pernah bertugas menjadi penasihat rohani para suster.[2] Saat itulah, Eckhart berkenalan dengan berbagai fenomena rohani yang tidak banyak dialami sebelumnya.[2] Ini mendorong Eckhart untuk tertarik mempelajari mistik sekalipun dirinya bukan seorang visioner.[2] Eckhart sangat berani membicarakan tentang persatuan jiwa manusia dengan Allah.[3] Baginya, hanya Allah yang sungguh-sungguh ada.[3] Bila dibandingkan dengan Allah maka tidak ada makhluk yang ada.[3] Akan tetapi, dalam dirinya, manusia mempunyai cetusan hakikat-hakikat ilahi yakni hati nurani.[3] Oleh sebab itu, manusia perlu mengosongkan diri agar ia menjadi sadar akan kehadiran Allah di dalam dirinya.[3] Ketika manusia kehilangan perhatian pada apa yang tidak ada, ia menjadi satu dengan Dia yang ada.[3] Saat manusia berasa pada tingkat kesadaran yang paling tinggi, manusia menjadi sangat dekat dengan Allah bahkan tidak dapat dibedakan lagi dengan Allah.[3]

Karya-karya Penting[sunting | sunting sumber]

  • Questiones Parisiensis.[4]
  • Paradise of The Intelligent Souls.[4]
  • Opus Tripatitum yang terdiri dari tiga jilid: Work of Proposition, Work of Questions, Work of Expositions.[4]
  • Sentences of Peter Lombard.[5]
  • Book of Divine Consolation.[5]
  • Enam tafsiran atas Kitab suci. Karyanya ini dibuatnya saat berada di Strasbourg dan Cologne.[5]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ {en} Trevor A.Hart (ed). 2000. The Dictionary of Historical Theology. Grand Rapids: William & Eerdmans Publishing.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l {id} Paul Budi Kleden. 2006. Membongkar Derita, Teodice:Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi. Maumere:Ledalero. Hal. 155.
  3. ^ a b c d e f g h {id} Th.Van den End. 2008. Harta Dalam Bejana. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 142.
  4. ^ a b c {en} Daniel Patte. 2010. The Cambridge Dictionary of Christianity. New York: Cambridge university Press. 341, 342
  5. ^ a b c {en} Robert Audi (ed). 1999. The Cambridge Dictionary of Philosophy. London: Cambridge University Press. 216