Moussa Dadis Camara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Moussa Dadis Camara
Presiden Guinea
Masa jabatan
23 Desember 2008 – Sekarang
Perdana Menteri Ahmed Tidiane Souaré
Kabiné Komara
Didahului oleh Lansana Conté
Digantikan oleh Sedang Menjabat
Informasi pribadi
Lahir 1964
Koure, Guinea
Partai politik Militer

Kapten Moussa Dadis Camara (1964-) adalah seorang perwira tentara Guinea, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan Nasional untuk Demokrasi dan Pembangunan (Conseil National de la Démocratie et du Développement, CNDD) Republik Guinea, yang merebut kekuasaan pada 23 Desember 2008 setelah kematian Presiden Lansana Conté yang telah lama menjabat. Sebagai kepala CNDD, yang dilukiskan Camara sebagai sebuah lembaga transisi yang akan mengawasi pemulihan demokrasi negara itu, Camara adalah kepala negara Guinea.

Daftar isi

Latar belakang [sunting]

Camara dilahirkan pada 1964 di Koure, Prefektur Lola di ujung tenggara Guinea, dekat perbatasan dengan Pantai Gading dan Liberia. Ia belajar di ibukota regional, Nzérékoré yang 40 km jauhnya dari kota kelahirannya, kemudian melanjutkan ke Universitas Conakry di ibukota Guinea, dan memperoleh gelar S2 dalam Ekonomi. Ia seorang Muslim dan berbicara dalam lima bahasa - Perancis, Jerman, Kpelle, Sousou dan Maninka.

Ia bergabung dengan Angkatan Darat Guinea pada 1990 sebagai kopral dan pada 2004 dikirim ke Jerman untuk menjalani pendidikan militer selama 18 bulan. Ia adalah salah satu pemimpin pemberontakan dalam pemberontakan militer Guinea 2008. Pada November 2008, ia ditunjuk sebagai kepala unit pasokan bahan bakar tentara dan anggota dalam kabinet Menteri Pertahanan. [1] [2]

Intervensi tentara Desember 2008 [sunting]

Dini hari 23 Desember 2008, Aboubacar Somparé, Presiden Dewan Nasional, mengumumkan di televisi bahwa Conté meninggal dunia karena sakit pada 22 Desember.[3] Menurut konstitusi, Presiden Dewan Nasional mengambil alih jabatan kepresidenan republik apabila terjadi kekosongan, dan pemilihan presiden yang baru harus dilaksanakan dalam waktu 60 hari.[3]

Enam jam setelah Somparé mengumumkan kematian Conté, sebuah pernyataan dibacakan di televisi yang mengumumkan terjadinya kudeta militer.[4] Pernyataan ini, yang dibacakan oleh Kapten Camara[5] atas nama DNDP,[6] mengatakan bahwa "pemerintah dan lembaga-lembaga Republik telah dibubarkan". Pernyataan ini juga mengumumkan dibatalkannya Konstitusi "serta kegiatan politik dan uni".[5] Menurut Camara, kudeta ini diperlukan karena Guinea berada dalam "keadaan yang sangat menyedihkan" di tengah-tengah kemiskinan dan korupsi yang merajalela, dan ia menyatakan bahwa lembaga-lembaga yang ada "tidak mampu memecahkan krisis yang telah dihadapi negara ini." Lebih lanjut, Camara berkata bahwa seseorang dari kalangan militer akan menjadi Presiden, sementara seorang warga sipil akan ditunjuk sebagai Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan yang baru yang secara etnis akan berimbang.[7] Dewan Nasional untuk Demokrasi dan Pembangunan, menurut Camara, akan mencakup 26 perwira serta enam warga sipil.[8]

Sebuah pernyataan dibacakan di radio pada 24 Desember yang intinya mengumumkan bahwa Kapten Camara menjadi Presiden DNDP.[9] Belakangan hari itu, Camara dan ribuan tentara yang setia kepadanya mengadakan parade di seluruh kota, yang dikelilingi oleh sejumlah besar pendukung sipil. Menurut Camara, ia "datang untuk melihat apakah situasinya menguntungkan bagi kami", sambil menyatakan bahwa masa yang besar itu menunjukkan bahwa rakyat memang mendukung kudeta. Juga pada 24 Desember, Camara mengatakan dalam sebuah siaran radio bahwa DNDP tidak ingin bertahan dalam kekuasaan terus-menerus dan bahwa dewan ini dimaksudkan untuk memimpin negara selama dua tahun, sambil menjanjikan "pemilihan umum kepresidenan yang dapat dipercaya dan transparan pada akhir Desember 2010". Hal ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya yang menjanjikan pemilihan dalam waktu yang diwajibkan oleh konstitusi yakni 60 hari.[10]

Berbicara di radio pada 25 Desember, Camara mengatakan bahwa ia tidak berencana untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada akhir masa transisi dua tahun ini. Ia juga mengumumkan bahwa DNDP tidak kebal terhadap sogok. Menurut Camara, orang telah "mulai muncul dengan berkarung-karung uang untuk berusaha mengorup kami. Mereka berusaha memberikan uang kepada para istri kami dan mobil kepada anak-anak kami." Ia memperingatkan bahwa ia akan "secara pribadi mengejar siapapun yang berusaha membuat kami korup".[11]

Perdana Menteri berkuasa berjanji setia [sunting]

Pada 25 Desember 2008 Perdana Menteri di bawah rezim sebelumnya, Ahmed Tidiane Souaré, secara resmi berjanji setia kepada Camara, dan dengan demikian semakin memperkuat pemerintahan Camara[12].

Rujukan [sunting]

  1. ^ Qui est Moussa Dadis Camara, le nouveau president de la Guinee? (bahasa Perancis), Guinea News, 2008-12-26
  2. ^ "Coup leaders tighten grip in Guinea", AFP, 24 Desember 2008.
  3. ^ a b "Guinea's long-time military leader Conte dies", AFP, 23 Desember 2008.
  4. ^ "Military-led group announces coup in Guinea", Associated Press, 23 Desember 2008.
  5. ^ a b "Death of Guinea dictator prompts 'coup'", AFP (Sydney Morning Herald), 23 Desember 2008.
  6. ^ "Military-led group announces coup in Guinea", Associated Press, 23 Desember 2008.
  7. ^ "Military takes control in Guinea". BBC News. 2008-12-23. Diakses 2008-12-23. 
  8. ^ "Coup attempt in Guinea after president dies", AFP, 23 Desember 2008.
  9. ^ "Army captain named head of Guinea junta", AFP, 24 Desember 2008.
  10. ^ "Guinea coup leader parades through capital", Associated Press (International Herald Tribune), 25 Desember 2008.
  11. ^ "Coup leader consolidates position in Guinea", Associated Press (International Herald Tribune), 25 Desember 2008.
  12. ^ [1]


Lihat pula [sunting]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Lansana Conté
Presiden Dewan Nasional untuk Demokrasi dan Pembangunan Guinea
2008–sekarang
Petahana