Mehran Karimi Nasseri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mehran Karimi Nasseri
Lahir مهران کریمی ناصری
Mehran Karimi Nasseri

1942 (umur 71–72 tahun)
Masjed Soleiman, Iran

Mehran Karimi Nasseri (مهران کریمی ناصری diucapkan [mehˈrɒn kʲæriˈmi nɒseˈri]; lahir 1942), juga dikenal dengan nama Sir, Alfred Mehran,[1] adalah seorang pengungsi Iran yang menetap di ruang keberangkatan Terminal Satu Bandar Udara Internasional Charles de Gaulle sejak 26 Agustus 1988 sampai Juli 2006, ketika ia dilarikan ke rumah sakit karena alasan yang tidak jelas. Otobiografinya telah diterbitkan dan menjadi inspirasi film The Terminal.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Nasseri lahir di perumahan milik Anglo-Persian Oil Company di Masjed Soleiman, Iran. Ayahnya adalah dokter Iran yang bekerja untuk perusahaan tersebut. Nasseri mengatakan ibunya adalah perawat asal Skotlandia yang bekerja di tempat yang sama.[2] Ia tiba di Britania Raya bulan September 1973 untuk melanjutkan kursus tiga tahun dalam studi Yugoslavia di Universitas Bradford.

Pengalaman[sunting | sunting sumber]

Nasseri diusir dari Iran pada tahun 1977 karena ikut berunjuk rasa melawan Shah. Setelah lama berjuang, termasuk mendaftar kewarganegaraan di sejumlah negara, Nasseri mendapatkan status pengungsi dari UNHCR di Belgia. Status ini membuatnya dapat menetap di negara Eropa manapun.

Setelah mengaku beribu Skotlandia, meski tidak ada bukti yang memperkuat pernyataannya, ia memutuskan tinggal di Britania Raya pada tahun 1986, namun dalam perjalanan ke sana tahun 1988, kopornya yang berisi dokumen-dokumen penting dicuri di Paris.[3] Meski begitu, ia tetap naik pesawat ke London namun dipulangkan ke Perancis karena tidak menunjukkan paspor ke pihak imigrasi Britania. Nasseri akhirnya ditahan oleh pihak berwenang Perancis, kemudian dilepas karena kedatangannya di bandara sah secara hukum dan ia tidak punya negara asal untuk dipulangkan. Sejak itu, Nasseri mulai menetap di Terminal 1.

Kasusnya ditangani oleh seorang pengacara hak asasi manusia Perancis Christian Bourget. Tahun 1992, pengadilan Perancis memutuskan bahwa karena Nasseri masuk Perancis secara sah, ia tidak bisa diusir dari bandara, namun tetap tidak bisa dijadikan alasan masuk wilayah Perancis.

Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan dokumen baru dari Belgia. Sayangnya otoritas akan mengeluarkannya bila Nasseri datang sendiri. Di bawah hukum Belgia, seorang pengungsi yang sengaja meninggalkan negara yang telah menerimanya tidak bisa pulang. Pada tahun 1995, otoritas Belgia memberinya izin pulang, namun jika hanya ia setuju tinggal di bawah pengawasan seorang pekerja sosial. nasseri menolak karena ingin tinggal di Britania Raya seperti yang ditujukan sebelumnya.[3]

Petualangan Nasseri di bandara berakhir pada bulan Juli 2006 ketika ia dilarikan ke rumah sakit dan tempat duduk kesukaannya dipindahkan. Menjelang akhir Januari 2007, Nasseri keluar dari rumah sakit dan ditemui anggota cabang Palang Merah Perancis; ia diizinkan tinggal beberapa minggu di sebuah hotel dekat bandara. Tanggal 6 Maret 2007, ia dipindahkan ke pusat penerimaan amal Emmaus di arondisemen ke-20 Paris. Per 2008, Nasseri masih tinggal di sebuah tempat penampungan di Paris.[3]

Kehidupan di Terminal 1[sunting | sunting sumber]

Selama 17 tahun tinggal di Terminal 1 Bandar Udara Charles de Gaulle, Nasseri selalu berada di samping kopornya dan menghabiskan waktu dengan membaca, menulis diari, atau belajar ekonomi.[4] Ia diberi makanan dan koran oleh sejumlah karyawan bandara. Berbeda dengan yang diberitakan, ia tidak pernah terjebak di daerah transit dan bebas bergerak di seluruh bandara.

Dokumenter dan karya fiksi[sunting | sunting sumber]

Kisah Nasseri menjadi inspirasi film Perancis Tombés du ciel tahun 1994 yang dibintangi Jean Rochefort, dirilis dengan judul Lost in Transit di luar negeri. Cerita pendek "The Fifteen-Year Layover" karya Michael Paterniti yang diterbitkan di GQ dan The Best American Non-Required Reading berkisah tentang kehidupan Nasseri. Alexis Kouros membuat sebuah dokumenter tentang dirinya, Waiting for Godot at De Gaulle, pada tahun 2000. Glen Luchford dan Paul Berczeller membuat mokumenter Here to Where pada tahun 2001 yang juga menampilkan Nasseri. Hamid Rahmanian dan Melissa Hibbard membuat dokumenter berjudul Sir Alfred of Charles De Gaulle Airport tahun 2001.[5]

Nasseri diduga juga menjadi inspirasi tokoh Viktor Navorski pada film The Terminal tahun 2004; akan tetapi, baik bahan promosi maupun "fitur khusus" DVD-nya dan situs web filmnya tidak menyebutkan kisah Nasseri sebagai inspirasi film ini. Walau begitu, pada bulan September 2003, The New York Times menulis bahwa Steven Spielberg membeli hak kisah hidupnya agar bisa dijadikan dasar skenario film The Terminal.[6] The Guardian menyebutkan bahwa DreamWorks milik Spielberg membayar $250.000 kepada Nasseri untuk hak kisah hidupnya dan melaporkan bahwa per 2004, Nasseri membawa-bawa poster film Spielberg yang menutupi kopor di samping kursinya. Nasseri sangat senang mendengar pembuatan film The Terminal, namun tampaknya ia tidak bisa menontonnya di bioskop.[2]

Tahun 2004, buku The Terminal Man diterbitkan di sejumlah negara, termasuk Britania Raya dan Jerman. The Terminal Man adalah otobiografi lengkap yang ditulis oleh Nasseri dan penulis Britania, Andrew Donkin. Buku ini diresensi oleh Sunday Times sebagai tulisan yang "sangat inspiratif dan brilian."

Kisah Nasseri juga menjadi inspirasi opera kontemporer Flight karya komponis Britania Raya Jonathan Dove.[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Stranded at the Airport". Snopes. 2 July 2008. Diakses Sept 02, 2009. 
  2. ^ a b Berczeller, Paul (2004-09-06). "The man who lost his past". The Guardian. Diakses 2008-08-01. 
  3. ^ a b c "Mehran Karimi Nasseri - In Transit". h2g2. BBC. May 28, 2008. Diakses August 20, 2008. 
  4. ^ Has a guy been stuck in the Paris airport since 1988 for lack of the right papers?
  5. ^ Fictionville Studio promo website
  6. ^ Rose, Matthew (2003-09-21). "Waiting For Spielberg". The New York Times. Diakses 2008-06-12. 
  7. ^ Duchen, Jessica (2005-06-30). "'I Wanted to Write a Show That I'd Like to See Myself' - Jonathan Dove on His Opera Flight". The Independent. Diakses 2008-08-07. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]