Hipodermis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Lapian Kulit: Lapisan Hipodermis terletak pada nomor 4 pada gambar

Hipodermis adalah salah satu lapisan dari bebarapa lapisan yang terdapat pada kulit.[1] Hipodermis ini merupakan lapisan kulit lemak atau jaringan ikat yang merupakan rumah dari kelenjar keringat dan lemak dan juga sel-sel kolagen.[2][3] Lapisan Hipodermis ini dikenal juga sebagai sebagai jaringan subkutis atau subkutan.[4] Lapisan kulit ini merupakan lapisan yang paling dalam dan mengandung pembuluh darah dan limfia, serta saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit.[1][3] Lapisan ini mengandung banyak jaringan lemak.[1] Hipodermis mempunyai tanggung jawab pada tubuh untuk menjaga kestabilan panas pada tubuh manusia dan melindungi organ internal vital dalam tubuh manusia.[2]

Fungsi Hipodermis[sunting | sunting sumber]

Hipodermis ini terdiri dari sel-sel lemak, ujung saraf tepi, pembuluh darah dan pembuluh getah bening, kemudian dari beberapa kandungan yang terdapat pada lapisan ini sehingga lapisan Hipodermis ini memiliki fungsi sebagai penahan terhadap benturan ke organ tubuh bagian dalam, memberi bentuk pada tubuh, mempertahankan suhu tubuh dan sebagai tempat penyimpan cadangan makanan.[5][3]

Unsur-Unsur yang dimiliki oleh Hipodermis[sunting | sunting sumber]

Hipodermis terdiri dari:[4]

  1. Lapisan atau jaringan lemak sebagai lapisan lemak, hipodermis memiliki fungsi untuk menjaga panas (mengatur suhu) tubuh.[4] Ketebalan dan kedalaman jaringan lemak bervariasi sepanjang kontur tubuh, paling tebal di daerah pantat dan paling tipis terdapat di kelopak mata.[4]
  2. Jaringan ikat sebagai Jaringan ikat bawah kulit, hipodermis berfungsi sebagai bantalan atau penyangga benturan bagi organ-organ tubuh bagian dalam, membentuk kontur tubuh, dan bertanggungjawab sebagai cadangan makanan.[4] Pada saat pertambahan usia pada manusia, kinerja liposit dalam jaringan ikat bawah kulit juga menurun.[4] Bagian tubuh yang sebelumnya berisi banyak lemak, lemaknya berkurang sehingga kulit akan mengendur.[4] Perubahan kondisi hipodermis inilah yang membuat kulit menjadi keriput, kendur, serta makin kehilangan kontur idealnya.[4]
  3. Fibroblast.[4] Hipodermis juga menjadi rumah bagi fibroblast, yang bertanggungjawab memproduksi kolagen.[4] Serat-serat yang terdapat pada kolagen tersebut kemudian dialirkan ke dermis untuk menguatkan kulit.
  4. Pembuluh darah dan limfe, saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit.[4]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Alat Indra Manusia- Peraba: Kulit". Diakses 2 Juni 2014. 
  2. ^ a b "Hipodermis". Diakses 2 Juni 2014. 
  3. ^ a b c "Struktur dan Fungsi Kulit". Diakses 2 Juni 2014. 
  4. ^ a b c d e f g h i j k "Hypodermis". Diakses 3 Juni 2014. 
  5. ^ "Fungsi Kulit Manusia". Diakses 3 Juni 2014.