Hindun binti Abi Umayyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bagian dari serial Islam
Muhammadwives.png
Ummahatul Mu'minin
Para istri Muhammad

Khadijah binti Khuwailid

Saudah binti Zum'ah

Aisyah binti Abu Bakar

Hafshah binti Umar

Zainab binti Khuzaimah

Hindun binti Abi Umayyah

Zainab binti Jahsy

Juwairiyah binti al-Harits

Ramlah binti Abu Sufyan

Shafiyah binti Huyay

Maimunah binti al-Harits

Maria binti Syama’un

Hind bint Abi Umayya (bahasa Arab: هند بنت أبي أمية) (c. 580 - 680) adalah istri dari Nabi Muhammad, dan termasuk dari Ibu Para Mukminin.

Nama[sunting | sunting sumber]

Hind bint Abi Umayya, Hind al Makhzumiyah, Hind bint Suhayl, juga dipanggil Umm Salama (Ibu dari Salama) (bahasa Arab: أم سلمة هند بنت أبي أمية)[butuh rujukan].

Setelah kematian Abdullah ibn Abdul Asad di Perang Uhud, dia juga dikenal sebagai Ayyin al-Arab - Mata Arab[butuh rujukan].

Biografi[sunting | sunting sumber]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Ia adalah anak dari Bani Makhzum yang dipanggil Zad ar-Rakib karena kebaikannya kepada kabilah yang lewat. Nama aslinya adalah Hind dan ia termasuk dari orang yang diincar dan dianiaya oleh Quraisy[1].

Zaman Nabi Muhammad SAW[sunting | sunting sumber]

Umm Salama dan suaminya, Abd-Allah ibn Abd-al-Asad, termasuk dari Pemeluk Islam pertama atau As-Sabiqun al-Awwalun[2].

Suaminya syahid setelah terkena serangan yang ia terima ketika Perang Uhud. Ia memiliki empat orang anak dari Abdullah sebelum menikah dengan Muhammad.

  • Salama ibn Abd Allah
  • Umar ibn Abd Allah
  • Zaynab ibn Abd Allah
  • Durra ibn Abd Allah

Setelah kematian Abdullah ibn Abdul Asad, dia juga dikenal sebagai Ayyin al-Arab (Baca: ia yang kehilangan suaminya)[butuh rujukan]. Ia tak memiliki saudara dan keluarga di Madinah kecuali anak - anaknya, namun ia ditolong oleh Muhajirin dan Anshar. Setelah ia menyelesaikan masa 'Iddah-nya (ie. Masa menunggu bagi wanita yang baik dicerai atau meninggal, untuk kembali menikah) empat bulan dan 10 hari, Abu Bakar dan 'Umar mencoba melamarnya, namun ditolak oleh Umm Salama. Lalu Muhammad mencoba untuk melamarnya juga dan diterimanya. Umm Salama menikah dengan Muhammad ketika berusia 29 tahun[3].

Setelah Nabi Muhammad SAW[sunting | sunting sumber]

Ummu Salama meninggal di usia 83 tahun.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Companions of The Prophet", Vol. 1, By: Abdul Wahid Hamid
  2. ^ "Companions of The Prophet", Vol. 1, By: Abdul Wahid Hamid
  3. ^ Marriage to a 'past': Parents should not reject a proporal without a good reasons - and being a revert with a past is not an acceptable one