Gorgoneion

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gorgoneion pada pintu, bertujuan untuk melindungi rumah dari tamu tak diundang. (Thomas Regnaudin, 1660).

Gorgoneion (bahasa Yunani: Γοργόνειον) adalah suatu simbol berbentuk kepala makhluk Gorgon.[1] Gorgoneion dipercaya memiliki kekuatan perlindungan dan dipakai oleh Zeus dan Athena.[1] Gorgoneion juga muncul pada Aigis, yang dipakai oleh para penguasa pada masa Yunani kuno, seperti diperlihatkan pada Mosaik Aleksander dan Batu Gonzaga.

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Gorgoneion pria pada piala Attika dengan hiasan hitam, akhir abad keenam SM.

Homeros empat kali menyebutkan Gorgon, dan kesemuanya hanya merujuk pada kepala saja, seolah-olah Gorgon tak punya badan.[2] Mitografer Jane Ellen Harrison berpendapat:[3]

Medusa hanyalah sebuah kepala dan tidak lebih.... tubuhnya kemudian ditambahkan.

—Jane Ellen Harrison, Prolegomena to the Study of Greek Religion

Sampai abad kelima SM, kepala Gorgon ditampilkan menakutkan, dengan lidah memanjang, taring, pipi menggembung, mata yang menatap tajam, dan di rambutnya ada ular. Pandangan mata Grogoneion yang menakutkan[4] adalah tidak biasa dalam seni Yunani. Dalam beberapa penggambaran, kepala Gorgon pada Gorgoneion bahkan memiliki janggut, sehingga disebut juga Gorgon pria.

Gorgoneion yang menghiasi perisai prajurit pada vas Yunani pada pertengahan abad kelima SM, agak tidak terlalu menakutkan.[2] Pada masa itu, Gorgon tidak lagi digambarkan memiliki taring yang besar, dan ular di kepalanya terlihat lebih bagus.[2] Sementara patung marmer yang dikenal sebagai Medusa Rondanini menggambarkan Gorgon sebagai perempuan berwajah cantik.[2]

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Medusa Rondanini, patung marmer buatan Romawi, replika dari patung buatan Fidias.

Gorgoneion pertama kali muncul dalam seni Yunani abad kedelapan SM. Salah satu penggambaran awal Gorgoneion adalah pada koin stater elektrum yang ditemukan pada penggalian di Parium.[2] Bukti terawal lainnya ditemukan di Tiryns. Arkeolog Marija Gimbutas bahkan berpendapat bahwa Gorgoneion sudah ada sejak 6000 SM, sebagai topeng keramik dari kebudayaan Sesklo.[5]

Pada abad keenam, Gorgoneion dengan "tipe topeng singa" banyak dibuat di kuil-kuil, terutama di Korintus dam sekitarnya. Pedimen dengan tambahan Gorgoneion banyak ditemukan di Sisilia, dan kemungkinan prasasti yang paling awal ada di Kuil Apollo di Syracuse.[6] Sekitar 500 SM, Gorgoneion tidak lagi digunakan sebagai dekorasi pada monumen, namun masih digunakan pada bangunan-bangunan yang lebih kecil sepanjang abad selanjutnya.[6]

Selain di kuil, Gorgoneion juga digunakan di pakaian, piring, senjata, dan koin, dan digunakan di berbagai tempat mulai dari Etruria sampai pesisir Laut Hitam. Koin dengan gambar Gorgoneion ditemukan di 37 kota kuno, dan merupakan yang kedua terbanyak setelah koin bergambar beberapa dewa Olimpus utama.[2] Gorgoneion juga sering digunakan pada mosaik di lantai, dan biasanya ditempatkan di dekat pintu, untuk melindungi rumah dari dari pengunjung yang tak diharapkan. Di tempat pembakaran Attika, Gorgoneion dibuat di pintu pembakaran supaya tidak terjadi kecelakaan.[7]

Gorgoneion tetap populer bahkan setelah berkembangnya agama Kristen, terutama di Kekaisaran Bizantium,[8] termasuk di Kievan Rus. Pada masa Renaisans, Gorgoneion kembali berkembang di barat berkat para seniman Italia. Gorgoneion juga digunakan oleh Gianni Versace sebaagi logo perusahaan busananya.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Vassilika 1998, hlm. 20.
  2. ^ a b c d e f Potts 1982, hlm. 26–28.
  3. ^ Harrison 1991, hlm. 187–188.
  4. ^ Ogden 2008, hlm. 35.
  5. ^ Gimbutas 2001, hlm. 25.
  6. ^ a b Marconi 2007, hlm. 214–217.
  7. ^ Harrison 1991, hlm. 189, figs. 27-30.
  8. ^ Archäologischer Anzeiger 1991, hlm. 132.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Archäologischer Anzeiger (1991). Archäologischer Anzeiger, Issues 1-2. W. de Gruyter. 
  • Gimbutas, Marija (2001). The Living Goddesses. University of California Press. ISBN 0520229150. 
  • Harrison, Jane Ellen (1991). Prolegomena to the Study of Greek Religion. Princeton University Press. ISBN 0691015147. 
  • Potts, Albert A. (1982). The World's Eye. University of Kentucky. ISBN 0813113873. 
  • Vassilika, Eleni (1998). Greek and Roman Art in the Fitzwilliam Museum. Cambridge University Press. ISBN 0521625572. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]