Gereja Pentakosta Indonesia
Gereja Pentakosta Indonesia adalah sebuah gereja Kristen di Indonesia yang berawal di daerah Tapanuli, provinsi Sumatera Utara. Merupakan perkembangan dari Gereja Pentakosta Tanah Batak Tapanuli dan Gereja Pentakosta Sumatera Utara. Tidak termasuk ke dalam jaringan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).
[sunting] Sejarah
Sejarah Gereja Pentakosta Indonesia tidak dapat dipisahkan dari riwayat pendirinya yaitu Pendeta Evangelis Renatus Siburian. Pendeta (Pdt.) Siburian adalah satu-satunya pioner gerakan Pentakosta yang paling berhasil dan pertama di daerah Tapanuli Utara khususnya dan kemudian Sumatera Utara. Perjuangannya menyebarkan Injil dari hanya seorang tamatan Sekolah Alkitab yang bersaksi dari rumah ke rumah, dari dusun ke dusun diberkati Tuhan menjadi ratusan ribu orang yang telah diselamatkan dan puluhan organisasi gereja aliran Roh Kudus yang independen di Sumatera Utara.
[sunting] Tahun 1938
Di akhir tahun 1938 Pdt. Siburian menginjil dan membuka gereja di Berastagi, tetapi mendapat halangan dari Pemerintah Belanda karena besleit atau izin untuk menginjil belum juga dikeluarkan oleh Gubernur General. Setelah mendapat halangan dari Pemerintah Belanda di Berastagi, Pendeta Siburian pindah ke kota Medan, ibukota provinsi Sumatera Utara untuk menginjil. Hanya beberapa bulan di sana banyak yang telah bertobat dan berhasil membuka siding yang semua anggotanya terdiri dari orang Tionghoa. Di sini pemerintah Belanda kembali memanggil Pendeta Siburian dan menyatakan bahwa dia tidak boleh membuka siding di kota itu karena besleit (izin) penginjil tidak ada atau belum keluar dari Gubernur.
[sunting] Tahun 1939
Oleh karena tekanan Pemerintah Belanda pada Pdt. Siburian sedah begitu gencar, maka Pdt. Siburian pindah ke satu kota kecil bernama Kisaran, dan bekerja sebagai guru agama di gereja HCB (Huria Christian Batak), satu gereja beraliran Protestan. Dengan demikian dia dapat melakukan kegiatan penginjilannya di sekitar daerah itu dengan gerakan Roh Kudus di daerah Asahan dan Labuhan Batu. Bahkan pada saat itu banyak orang yang dibaptiskannya (baptisan selam) termasuk beberapa anggota gereja HCB tadi.
[sunting] Tahun 1941
Oleh karena merasa gerakan penginjilannya terbatas di daerah tersebut lebih sebagai guru agama HCB, maka beliau menuju kota Balige di Tapanuli Utara, dan mulai mengadakan gerakan penginjilan di daerah itu. Kemudian daripada itu Pendeta Simanjuntak dating dan beliau bekerjasama dengan Pendeta Siburian. Sementara itu izin dari Gubernur General tidak dapat diharapkan lagi bias diterima oleh Pendeta Siburian sebab Pemerintah Belanda telah mencapnya sebagai Nasionalist, yang pada waktu itu sangat dibenci oleh Belanda. Sampai saat itu Pendeta Siburian belum lagi membuka organisasi agama walaupun sebenarnya orang yang bertobt sudah demikian banyak.
Pada mulanya Pendeta Siburian beranggapan bahwa tidak perlu untuk membuka organisasi agama, yang penting adalah menginjil. Tetapi masalah yang timbul adalah bahwa orang-orang yang telah bertobat tadi yang telah dibabtis yang jumlahnya sudah ribuan orang , tidak mempunyai tempat peribadahan yang tetap. Sebab sudah sudah tentu tidak diterima lagi di dalam gereja asalnya kalau dahulu mereka mempunyai gereja asal. Demikian juga bagi mereka yang bertobat dari sipelebegu (animisme), mereka menginginkan tempat tertentu unutk beribadah. Selain itu mereka yang telah bertobat tadi banyak yang sudah dikucilkan dari addat masyarakat kampung dan organisasi desa sebab mereka dianggap manusia aneh, dengan cara mereka beribadah, tepuk tangan dalam puji-pujian, berdoa dengan suara yang kuat, dan lebih mementingkan pekerjaan Tuhan dari lainnya. Hal yang baru ini belum dapat diterima banyak orang pada waktu itu. Sehingga pengucilan kepada orang-orang lahir baru ini terjadi hampir di segala pelosok.
[sunting] Tahun 1942
Barulah pada tahun ini Pendeta Siburian membentuk suatu organisasi keagamaan yang dinamakan "Gereja Pentakosta Tanah Batak Tapanuli". Ini dimungkinkan karena pada waktu itu adalah peralihan pemerintahan Belanda ke pemerintahan Jepang. Itulah sebabnya semasa hidupnya Pendeta Siburian berkata bahwa Kemerdekaan Indonesia baginya sangat mendalam sekali. Oleh karena kemerdekaanlah maka dia dapat hidup sebagai orang yang mempunyai hak untuk dapat menganut dan menjalankan tugas Injilnya dengan baik. Dan organisasi gereja ini adalah independent, tidak berafiliasi dengan organisasi lain. Ada yang beranggapan bahwa gereja ini berinduk kepada GPdI, tetapi hal ini tidak benar, sebab gereja yang dibentuk ini tidak pernah mendaftarkan diri kepadda organisasi lain. Ketuanyapun pada waktu pendirian organisasi gereja itu adalah Pdt. Renatus Siburian. Organisasi Gereja Pentakosta ini pertama kali didirikan di Paranginan, Tapanuli Utara.
Sejak itu penginjilan dengan nama Gereja Pentakosta ini mengembang sampai ke seluruh pelosok Tapanuli Utara. Boleh dikatakan tidak ada pelosok Tapanuli Utara yang tidak dijelajahi untuk menyebarkan Injil Yesus. Gereja ini berkembang dengan baik dan kemudian menyebar sampai ke Sumatera Timur. Pada waktu penyebaran Injil dan perkembangan gereja ini tidak sedikit percobaan. Pemerintah Jepang mulai dipengaruhi oleh orang-orang tertentu supaya Gereja Pentakosta ditutup saja, sebab dari satu Gereja yang didirikan sekarang sudah ratusan gereja yang dibuka. Dan ini terjadi pula di daerah Simalungun di mana banyak gereja di bawah pimpinan Pendeta Siburian ditutup oleh pemerintah Jepang, tetapi setelah Pendeta Siburian menghadap Gudsebu Pemerintahan Jepang kemudian diizinkan untuk membuka kembali.
Pengembangan penginjilan yang demikian pesat adalah ditunjang oleh banyaknya tanda-tanda heran dan mujizat yang terjadi di setiap kebaktian massal (KKR) maupun kebaktian rutin. Gereja ini berkembang menjadi Evangelical Church yang murni. Gereja tersebut berkembang menjadi gereja Injili yang fungsinya bukan lagi hanya menampung orang-orang percaya tetapi menjadi pusat gerakan penginjilan di seluruh Tanah Batak dan kemudian Sumatera Timur (sekarang masuk Sumatera Utara). Gereja ini tentu menjadi penggerak penginjilan pentakostawi.
[sunting] Tahun 1944
Gereja Pentakosta Tapanuli ini mengadakan synode yang langsung dipimpin oleh Pdt. Renatus Siburian. Melihat perkembangan yang sudah melebar sampai luar Tapanuli (kabupaten) maka di synode itu diputuskan untuk mengganti nama gereja ini menjadi Gereja Pentakosta Sumatera Utara ("Sumatera Utara" adalah nama provinsi).
[sunting] Tahun 1945
Pendeta Siburian mendaftarkan organisasi gereja ini ke Pemerintah Republik Indonesia di pulau Jawa melalui Jawatan agama Tapanuli/Pulau Jawa. Visi Pendeta Siburian mengenai gereja ini terbuka, ketika dia sadar bahwa gereja ini bisa berkembang ke segala pelosok. Pada mulanya dia berpikir bahwa gerakan ini hanya terjadi di sekitar Tapanuli saja. Namun Tuhan bermaaksud lain, dan ini dengan cepat disadari. Penginjilan ini tidak dapat dibatasi oleh garis perbatasan daerah, sebab penginjilan ini adalah untuk semua manusia.
[sunting] Tahun 1948
"Gereja Pentakosta Sumatera Utara" mengadakan Synode (dipimpin oleh Pendeta Ev. R Siburian ) yang diadakan di kota Balige, Tapanuli Utara dan juga memutuskan nama "Gereja Pentakosta Sumatera Utara" menjadi "Gereja Pentakosta Indonesia", yang dipakai sampai sekarang. Belakangan hari ada orang yang memakai nama Organisasi Gereja Pentakosta Sumatera Utara, tetapi itu bukanlah lanjutan dari Gereja Pentakosta Sumatera Utara yang didirikan oleh Pendeta Siburian tetapi orang yang keluar atau memisahkan diri dari gereja pimpinan pendeta Siburian mendirikan gereja yang bernama tersebut.
[sunting] Tahun 1950
Pendeta Siburian sebagai ketua Gereja ini, kembali mendaftarkan Organisasi Gereja ini ke pemerintahan Republik Indonesia di Jakarta dan mendapat Surat Pengukuhan dari menteri kehakiman dan Kementerian Agama di Jakarta.[1]
[sunting] Tahun 1959
Rombongan Pendeta Siburian mengadakan kunjungan Penginjilan ke Pulau Nias sebuah pulau yang pada waktu itu ditempum empat hari naik kapal kecil lautan Hindia. mereka menginjil dan membuka Gereja disana bersama -sama dengan penduduk setempat antara lain Pendeta Harefa. Sekarang Gereja Pentakosta Indonesia ada 172 sidang di pulau tersebut.
[sunting] Tanggal 20 Juni 1987
Hamba Tuhan Pendeta Evanggelis Renatus Siburian dipanggil oleh Tuhan Yesus di Sorga untuk beritirahat dari segala kesusahan dan perjuangan salibnya di atas bumi ini. Dia telah menyelesaikan pekerjaan dan panggilannya dengan baik dan penuh pengabdian. Dia meninggalkan begitu besar pekerjaan untuk jemaatnya, dan dia ingin agar jemaat yang ditinggalkannya dapat meneladaninya sebagaimana dia telah meneladani Kristus. Ketika upacara pengebumiannya diadakan, lebih dari 12.000 orang yang hadir dan ribuan orang yang hadir siang malam di rumah duka (selama 4 hari) untuk mengucapkan salam akhir mereka kepada Bapak Rohani umat Pentakosta.
[sunting] Jemaat
[sunting] Tahun 1987
Gereja Pentakosta Indonesia ketika Pdt. Ev. R. Siburian meninggal:
- Jemaat sebanyak 670 sidang di 11 provinsi
- Pendeta sebanyak 130 orang
- Guru Injil, Sintua, Penginjil sebanyak 2500 orang
[sunting] Tahun 2011
Gereja Pentakosta Indonesia pada tahun 2011 berjumlah 1117 Gereja dan di semua provinsi di Indonesia, bahkan dalam perkembangan selanjutnya, Gereja Pentakosta Indonesia segera akan mengembangkan misinya ke luar negeri.
[sunting] Pengurus
Pengurus GPI 2011-2016
- Ketua : Rev. DR. MH Siburian, M.Min
- Wakil Ketua 1 : Pdt. Bresman Sibuarian, M.Hum
- Wakil Ketua 2 : Pdt. P. Silaban, S.E
- Sekjend : Pdt. Drs. J. Manurung
- Wasekjend 1 : Pdt. J. Silalahi, BE
- Wasekjend 2 : Pdt. A. Tarigan, S.Th
- Bendahara : Pdt. Drs. JW. Panjaitan
- Wakil Bendahara 1 : Pdt. M. Rumapea
- Wakil Bendahara 2 : Pdt. M. Sihombing
- Pembantu Umum :
- Pdt. Drs. J. Rajagukguk
- Pdt. J. Sitanggang
- Pdt. AY. Butar butar
- Pdt. L. Lumban Tungkup
- Pdt. DR. E. Rajaguguk
- Pdt. D. Gultom
- Pdt. CH. Simare-Mare, M.Si
- Pdt. MT. Lumban Raja
[sunting] Departemen
- Departemen Pemuda : Pdt. Arifin Sihombing, M.Si
- Departemen Wanita : Ny Rev DR MH Siburian br Sitompul, S.Th
- Departemen Diakonia/Sosial : Pdt. E. Manalu, SH
- Departemen Penginjilan : Pdt. S. Siburian
- Departemen KKR : Pdt. Dj. G. Sitinjak, S.Th
- Departemen Media & Humas : Pdt. Drs. Pardomuan Simbolon, M.Th
- Departemen Litbang : Pdt. Ir. Douglas Manurung, MBA
- Departemen Sekolah Minggu : Pdt RT. Togatorop
[sunting] Pembantu Umum Wilayah
[sunting] Pematang Siantar – Simalungun
1. Pdt. A.Y. Butar-Butar (Koordinator) 2. Pdt. J. Silalahi, BE 3. Pdt. A. Tarigan,S.Th 4. Pdt. L. Lumban Tungkup 5. Pdt. O. Sijabat 6. Pdt. A.B. Siahaan 7. Pdt. J. Siburian 8. Pdt. A. Simbolon 9. Pdt. B. Manurung 10. Pdt. E. Sitorus 11. Gr. V.E. Manullang, S.Pd 12. Phb. Miduk Panjaitan, SH 13.Pdt. K. Siboro, S.Th. 14. Pdt. A Simatupang 15. Pdt.J. Simbolon 16. S. Situmorang 17. Gr. B. Tindaon 18. Pdm. Ir. M. Parhusip
[sunting] Samosir
1. Pdt. Mt Lumbanraja (Koordinator) 2. Pdt. D.J. Sinaga 3. Pdt. J. Lumbanraja 4. Pdt. J.M. Sinaga 5. Pdt. B. Sinaga 6. Pdt. H. Sinaga 7. Pdt. Samosir 8. Pdt. Ba. Sinaga 9. Pdt. S. Sitinjak 10. Pdt. K. Hutabalian 11. Gr. H. Lumbanraja
[sunting] Toba Habinsaran
12. Pdt. I. Sitorus 13. Pdt. A. Sitorus 14. Pdt. Mk. Sitorus 15. Pdt. S. Hasibuan 16. Gr. W. Silalahi 17. Pdt. M. Lubis 18. Pdt. P. Siburian 19. Pdt. S. Sitohang 20. Pdt. M. Tamba 21. Pdt. R. Sianturi 22. St. A. Silaen 23. Pdt. T. Sinaga 24. Pdt. Marudut Sianipar 25. Pdt. A. Simaremare, M.Th 26. Gr. L. Hasibuan 27. Gr. A. Pasaribu
[sunting] Humbang
28. Pdt. M. Bakkara 29. Pdt. A. Gultom 30. Pdt. L. Manullang 31. Pdt. K. Simanjuntak 32. Pdt. Taronggal Sihombing 33. Pdt. R. Siburian 34. Pdt. Sm. Nababan 35. Pdt. Tobu Sihombing 36. Pdt. W. Rajagukguk 37. Gr. K. Sianturi 38. Gr. R. Sitohang
[sunting] Silindung-Sipahutar-Garoga
39. Pdt. J. Lumbantungkup ( Koordinator) 40. Pdt. A. Simaremare 41. Pdt. Jt. Pasaribu 42. Pdt. K. Ritonga 43. Pdt. Y. Pasaribu 44. Gr. K. Gultom 45. Gr. K. Lumbanraja 46. Gr. H. Hutabarat 47. Pdt. B. Pardede 48. Pdt. L. Simanjuntak
[sunting] Dairi/Pakpah Barat
49. Pdt.Dp.Pandiangan 50. Pdt.E.Marpaung, S. Pak 51. Pdt.M.Silaban 52. Pdt.J.Sihotang 53. Pdt.M.Simanullang 54. Pdt.Mt.Situmorang 55. Gr.M.Lumban Gaol 56. Gr. Porlan Panjaitan 57. Gr. Edy P Pandiangan, Sh
[sunting] Tapteng/Tapsel/Madina/Sibolga
58. Pdt. J. Sitanggang (Koordinator) 59. Pdt. Sm. Situmorang 60. Pdt. J. Pasaribu 61. Pdt. J. Sihombing 62. Pdt. A. Simamora 63. Pdt. W. Sitanggang 64. Pdt. P. Sitorus, S.Th 65. P. M. Hutagalung 66. Pdt. T. Silalahi 67. Pdt. Sd. Simanjuntak 68. Pdt. M. Sianturi 69. Pdt. S. Togatorop 70. Gr. P. Nainggolan 71. Gr. J. Pasaribu 72. Gr. M. Butar-Butar, M.Pd 73. Gr. A. Purba 74. Gr. P. Sitinjak 75. Gr. H. Siregar 76. Gr. K. Sitanggang 77. Gr. U. Situmeang 78. Gr. A. Silitonga 79. St. B. Pandiangan
[sunting] Nias
80. Pdt. Tehenasokhi Harefa, Ma, M.Th ( Koordinator) 81. Pdt. Iradat Hura, S.Th, S.Pdk 82. Pdt. Elifati Zalukhu 83. Pdt. Taha’aro Zega 84. Pdt. Tali Aro Zega 85. Pdt. Azuizaro Lawolo, S.Pd 86. Pdt. Fatiziduhu Harefa 87. Pdt. Temali Halawa 88. Pdt. Alirudin Halawa 89. Pdt. Faogonaso Harefa 90. Pdt. Fonaha Laia 91. Pdt. Wa’onaso Giawa 92. Gr. Aso’ Ala Halawa 93. Gr. Bualana Nama 94. Gr. Bowoli Zandroto 95. Gr. Tali Atulo Waruhu, S.Pd
[sunting] Nias Selatan
96. Pdt. Tahomano Telaumbanua (Koordinator) 97. St. Yamarudi Giawa, S.Kom 98. Gr. Sarombowo Ge’e, S.Pd 99. Gr. Martinus Telaumbanua 100. Pdt. Faonasokhi Halawa 101. Pdt. Sokhi Ato Ndruru 102. Pdt. Sofuziduhu Tafona’o 103. Pdt. Talizduhu Zebua 104. Pdt. Nitehe Laia 105. Pdt. Atoni Halawa 106. Pdt. Tongoziduhu Hulu, A.Ma.Pd 107. Pdt. Bazisokhi Zebua
[sunting] Tanah Karo + Aceh Tenggara
108. Pdt. J. Sitorus (Koordinator) 109. Pdt. W. Sibarani 110. Pdt. J.Sitohang 111. Pdt. Mh. Sianipar 112. Pdt. M. Gultom
[sunting] Lubuk Pakam + Langkat
113. Pdt. M. Simarmata (Koordinator Lubuk Pakam) 114. Pdt. M. Sihombing, B.Sc (W.Koordinator Lubuk Pakam) 115. Pdt. M. Sinaga (Koordinator Langkat) 116. Pdt. B. Samosir 117. Pdt. S. Hutabalian 118. Pdt. A. Silaen, A.Md 119. Pdt. Drs. S. Hutabalian 120. Pdt. B. Rajagukguk 121. Pdt. Andreas Suyanto 122. Pdt. P. Nadeak 123. Gr. S. Hutagaol 124. Gr. Drs. A. Simarmata
[sunting] Kota Medan
125. Pdt. Drs. Jw. Panjaitan, S.Th 126. Pdt. Dj. Sitinjak, BA 127. Pdt. J. Lumbanraja 128. Pdt. J. Silalahi 129. Pdt. At. Panjaitan, S.Th. 130. Pdt. B. Sihite, S.Th. 131. Pdt. Bm. Sinurat, SH 132. Pdt. J. Pasaribu, S.Th., Mpdk 133. Pdt. As. Purba, SE 134. Pdt. A. Simanjuntak, BA 135. Pdt. P. Sibarani, SH 136. Pdt. Drs. Ra. Siburian 137. Pdt. Fh. Sinaga 138. Pdt. Drs. T. Parhusip 139. Pdt. R. Siburian, Sth, M.Th. 140. Pdt. Drs. A. Sihombing, MSi 141. Pdt. Ir. A. Parhusip 142. Pdt. E. Manalu, SH 143. Pdt. My. Hutagalung, S.Th. 144. Pdt. B. Parhusip, Sth, M.Th. 145. Pdt. S. Simanullang, SE 146. Pdt. M. Nainggolan, SE, S.Th. 147. Gr. Ir. Poltak Hutagalung
[sunting] Tebing Tinggi – Sergei
148. Pdt. Drs. J. Manurung, S.Th. 149. Pdt. S. Gultom, S.Th. 150. Pdt. K. Saragi 151. Pdt. T. Simaremare, S.Th. 152. Pdt. T. Sianipar 153. Pdt. M. Siburian 154. Pdt. H. Sitorus 155. Pdt. O. Rajagukguk 156. Pdt. S. Marbun 157. Pdt. P. Samosir 158. Pdt. S. Sirait, SE 159. Pdt. J. Marbun,St, S.Th. 160. Pdt. M. Nainggolan 161. Gr. Drs. H. Pakpahan 162. Gr. Manik, S.Th.
[sunting] Asahan-Batubara-Tg.Leidong- Tanj. Balai
163. Pdt. H. Simbolon 164. Pdt. A. Gultom 165. Pdt. H. Saragi, S.Th. 166. Pdt. S. Sihombing 167. Pdt. P. Manurung 168. Pdt. L. Tambunan 169. Pdt. E. Tambunan, S.Sos 170. Pdt. Th. Pandiangan 171. Gr. S. Manik 172. Pdt. Sabar Siburian
[sunting] Labuhan Batu ( Kab. Labura, Labusel, Lab.Batu & Paluta )
173. Pdt. B. Sinaga (Koordinator I) 174. Pdt. H.L. Tobing (Koordinator II) 175. Pdt. J. Manurung 176. Pdt. K. Lumban Raja 177. Pdt. R. Tambunan 178. Pdt. M. Sianturi 179. Gr. Tb. Simanjuntak 180. Gr. B. Sihombing 181. Pdt. K. Sibarani 182. Pdt. L. Sihombing 183. Pdt. M. Manullang 184. Pdt. H. Nainggolan
[sunting] Riau Daratan
185. Pdt. Rt. Togatorop (Koordinator)
[sunting] Rayon Kota Pekan Baru
1. Pdt. M. Tambunan 2. Pdt. Rh. Hutabarat 3. Gr. M. Simangunsong
[sunting] Rayon Kab. Pelalawan
4. Pdt. A. Nainggolan, M.Th 5. Pdt. M. Simangunsong 6. Gr. E. Harianja 7. Gr. L. Situmorang
[sunting] Rayon Kab. Bengkalis
8. Pdt. G. Sinaga 9. Pdt. K. Siburian 10. Pdt. O. Manullang 11. Pdt. T. Sinaga 12. Pdt. A. Simangunsong 13. Pdt. D. Rumapea 14. Pdt. M. Lumbanraja 15. Pdt. W. Situmorang
[sunting] Rayon Kab. Rokan Hilir
16. Pdt. J. Batuara 17. Pdt. Bn. Marbun 18. Pdt. E. Siringoringo 19. Pdt. M. Sinaga 20. Pdt. L. Sinaga 21. Pdt. K. Sinaga 22. Pdt. S. Silaban 23. Gr. H. Hutabalian
[sunting] Rayon Kab. Kampar
24. Pdt. S. Lumbantobing 25. Pdt. M. Sagala 26. Pdt. A. Gultom
[sunting] Rayon Kab.Siak
27. Pdt. R. Saragih 28. Pdt. M. Sinaga 29. Pdt. G. Siregar 30. Pdt. R. Sinaga 31. Gr. Hf. Simbolon
[sunting] Rayon Kab. Rokan Hulu
32. Pdt. M . Lumban Raja 33. Pdt. W. Situmorang 34. Pdt. O. Manullang
[sunting] Rayon Kab. Indra Giri Hilir
1. Pdt. M. Hutabarat
[sunting] Kepulauan Riau
186. Pdt. Dj. Nadeak (Koordinator I) 187. Pdt. B. Fresly Sihombing (Koordinator II)
[sunting] Rayon Dumai Sekitarnya
1. Pdt. T. Sihombing, S.Th. 2. Pdt. T. Napitupulu 3. Pdt. J. Sihombing, S.Th. 4. Pdt. O. Silaban
[sunting] Rayon Batam Kota
5. Pdt. A. Aritonang 6. Pdt. D. Manik 7. Gr. M. Situmorang
[sunting] Rayon Pulau Bintan Tanjung Pinang
8. Pdt. K. Butar-Butar 9. Pdt. Am. Simbolon 10. Gr. Drs. T. Sianturi
[sunting] Rayon Karimun
11. Pdt. T. Sinaga, SH, M.Th.
[sunting] Rayon A Sebarelang
1. Pdt. S. Situmorang 2. Pdt. B. Sitorus 3. Pdt. H. Silaen
[sunting] Jambi
188. Pdt. M. Rumapea (Koordinator) 189. Pdt. B.A. Sitanggang 190. Pdt. Ir. J. Gultom
[sunting] Bengkulu
191. Pdt. J.B. Hutabarat (Koordinator)
[sunting] Sumatera Selatan (Sumsel)
192. Pdt. M. Rumapea (Koordinator) 193. Pdt. H. Nainggolan
[sunting] Bangka Belitung
194. Pdt. L. Sinaga (Koordinator)
[sunting] Lampung
195. Pdt. M. Rumapea ( Koordinator) 196. Pdt. E. Situmorang 197. Pdt. L. Nainggolan 198. Pdt. M. Situmorang 199. Pdt. S. Situmorang 200. Pdt. Jonny Sitorus, S.Si 201. Pdt. Drs. M. Siregar 202. Pdt. R.P. Simanjuntak, SH 203. Pdt. B. Manihuruk
[sunting] Pulau Jawa
204. Pdt. Drs. Dj. Rajagukguk ( Koordinator) 205. Pdt. J. Gultom 206. Pdt. Drs. E. Rajagukguk, Msc, S.Th 207. Pdt. Bresman Siburian, SH, MH 208. Pdt. P. Silaban, SE 209. Pdt. Yansen Lumbanraja 210. Pdt. Tp. Sinurat 211. Pdt. Sbp Silitonga 212. Pdt. Mh. Nainggolan 213. Pdt. Dapot Manurung 214. Pdt. Drs. P. Simbolon, M.Div, M.Th
[sunting] Kalimantan Timur
215. Pdt. G.Dj. Sitinjak, S.Th (Koordinator)
[sunting] Kalimantan Barat
216. Pdt. Hm. Silalahi (Koordinator) 217. Pdt. B. Batubara 218. Pdt. M. Butarbutar
[sunting] Papua
219. Pdt. Ch. Simaremare, S.Th (Koordinator)
[sunting] Referensi
- ^ Surat Pengukuhan No D/11/13176 tertanggal 24 September 1951 dari Kementerian Agama, dan No 1A 5/114/21 tertanggal 24-9-1952, dari Departemen Kehakiman.