Gedung parkir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gedung parkir sebagai pelengkap pusat-pusat kegiatan masyarakat.

Gedung parkir adalah gedung yang khusus dibangun untuk tempat parkir kendaraan, dengan demikian pemakaian lahan terutama di kawasan pusat kota dapat dilakukan secara efisien. Gedung parkir dapat dikombinasikan dengan pusat kegiatan, dimana lantai basement dan beberapa lantai di atasnya digunakan untuk parkir dan selanjutnya di atasnya ditempatkan bangunan pusat kegiatan seperti pertokoan, perkantoran dan pusat kegiatan lainnya.

Desain gedung parkir[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam desain gedung parkir, yaitu:

Rampa naik-turun[sunting | sunting sumber]

Rampa spiral gedung parkir

Untuk bisa naik dan turun antar lantai digunakan rampa dengan kelandaian tertentu dan dikelompokkan atas:

  1. Rampa di dalam gedung, yang menghubungkan lantai dengan lantai dengan kelandaian[1] 15 % dan harus ditambah dengan kelandaian yang lebih kecil pada awal dan akhir rampa sebesar 8 sampai 9 % untuk menhindari tersangkutnya bemper depan atau belakang sedan.
  2. Rampa di luar gedung, biasanya berbentuk spiral ditempatkan di kedua sisi gedung bila satu arah atau disalah satu sisi bila rampa spiral ini dibuat untuk arus dua arah.
  3. Lift kendaraan, untuk menaikkan atau menurunkan kendaraan ke lantai parkir. Perangkat ini biasanya ditempatkan pada gedung parkir yang lahannya sangat terbatas.

Struktur bangunan[sunting | sunting sumber]

Bangunan parkir dapat dibangun dengan dua cara yaitu dengan cara bertingkat biasa, lantai satu di atas lantai lainnya atau split level yang dapat menghemat ruang untuk pintu rampanya yang lebih pendek. Bangunan dapat dibangun dengan struktur beton bertulang ataupun dengan rangka baja yang dikombinasi dengan lantai beton.

Lift[sunting | sunting sumber]

Gedung parkir biasanya dilengkapi dengan lift dan atau tangga berjalan khususnya di gedung parkir yang besar untuk memudahkan pengemudi/pengguna gedung parkir untuk naik atau turun dari ruang parkir ke tempat kegiatan khususnya bagi gedung parkir yang lantainya banyak.

Keselamatan[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa aspek keselamatan yang perlu diperhatikan dalam pembangunan gedung parkir, yaitu:

  1. Dinding yang cukup kuat pada rampa ataupun pada ruang parkir, mengingat beberapa kejadian mengenaskan terjadi di Jakarta beberapa waktu yang lalu, dimana kendaraan terjun melalui dinding yang rusak akibat ketabrak mobil yang sedang masuk atau keluar ruang parkir atau berjalan di rampa.
  2. Stopper parkir untuk menahan kendaraan yang parkir tidak melampaui ruang parkir.
  3. Sirkulasi udara di dalam ruang gedung parkir

Gedung parkir robotic[sunting | sunting sumber]

Di kota-kota Jepang dimana lahan amat terbatas dan sangat mahal, diciptakan parkir robotik dimana kendaraan yang akan diparkir disusun sedemikian sehingga penggunaan ruang sangat efisien, kedaraan diangkat ke ruang parkir dengan menggunakan robot disusun dengan jarak yang sangat berdekatan dan tidak diperlukan ruang untuk kendaraan bersirkulai mencari ruang parkir yang kosong. Untuk mengoperasikan, mengatur dan mencari kendaraan yang diparkir digunakan sistem pintar yang dikelola oleh suatu program komputer.

Informasi ruang parkir yang kosong[sunting | sunting sumber]

Informasi jumlah ruang parkir yang kosong di Senayan City, Jakarta

Untuk mengurangi waktu untuk mencari ruang parkir yang kosong, gedung parkir dapat dilengkapi dengan informasi ruang parkir yang kosong yang ada pada setiap lantai. Digedung parkir yang modern di depan setiap gang diberi informasi ruang parkir yang kosong pada gang yang bersangkutan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Scheiber Innovative building, Multi-storey Car Parks, Parking Decs