Gajah Mada (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Gajah Mada
Gajah mada sinetron.jpeg
Format Sinetron
Pembuat MD Entertainment
Sutradara Dedy Mercy
Pemeran Rafael Putra Ismy
Zora Vidyanata
Chicco Jericho
Barry Prima
Adam Farrel
Anne.J.Coto
Ryana Dea
Ratu Felisha
Adhi Pawitra
Chilla Irawan
Komposer lagu tema Ryon
Lagu pembuka Gajah Mada, Regina "Idol"
Lagu penutup Gajah Mada, Regina "Idol"
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah episode 185[butuh rujukan]
Produksi
Produser Dhamoo Punjabi
Manoj Punjabi
Lokasi Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Durasi 1 - 2 Jam
Siaran
Saluran asli MNCTV
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Siaran perdana Senin, 20 Mei 2013
Periode siaran Senin, 20 Mei 2013–Minggu, 1 Desember 2013
Pranala luar
www.mdentertainment.net

Gajah Mada adalah sebuah sinetron yang ditayangkan di MNCTV.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Pemain pendukung[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kelahiran Gajah Mada (Rafael Putra Ismy) ditandai dengan petir dan halilintar, suatu pertanda kalau ia akan menjadi orang besar. Jawangkati (Marcellino), ayah Gajah Mada, adalah seorang pendekar sakti pemimpin Prajurit Majapahit. Ia menginginkan anaknya kelak nanti menjadi seorang pemimpin dan ksatria Majapahit. Namun ia harus gugur di medan perang saat Majapahit berhasil memenangkan pertempuran dengan pasukan Kerajaan Tartar dari negeri Cina. Hanya Gada Ruja Pala, senjata sakti milik Jawangkati, yang tertinggal untuk anaknya. Lailan Mangrani (ZORA VIDYANATA), istri Jawangkati, sedih mengetahui suaminya harus gugur di medan laga. Tetapi kesedihannya itu terobati dengan kelahiran Gajah Mada.

Lailan tidak menghendaki anaknya menjadi ksatria hingga ia melarang Gajah Mada belajar kanuragan. Alasan Lailan melarang Gajah Mada menjadi ksatria, karena dia tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya lagi. Gajah Mada diam - diam berguru kanuragan kepada Eyang Wungkuk Hanuraga (Barry Prima), hingga Gajah Mada mahir ilmu kanuragan dan beladiri. Seorang anak mantan punggawa bernama Kebo Ireng (ADAM FARREL) suka mencelakai dan mengganggu orang karena sifatnya selalu membela kebenaran dan yang lemah, Gajah Mada selalu berhasil menghadapinya.

Eyang Wungkuk mengajarkan berbagai macam ilmu kanuragan dan ilmu budi pekerti yang sangat luhur. Gajah Mada gemar membantu setiap orang, ia pun sering membela temannya yang teraniaya. Hal ini membuat Geram Nyai Klowi (Anne J.Coto), seorang wanita sakti yang sering membuat keonaran di desa Mada. Kedua pengikut Nyai Klowi, Carubawor dan Bajulbali, berhasil dikalahkan oleh Gajah Mada saat ia merampok beberapa warga desa. Nyai Klowi penguasa hutan larangan itu kemudian memerintahkan siluman ular penunggu sungai, Ragir Kuning, agar menyerang desa Mada dan mencari tumbal di sana. Rupanya ular kuning raksasa itu itu kewalahan menghadapi Gajah Mada.

Nyai Klowi kemudian memerintahkan kembali ular Kuning raksasa itu untuk mengerahkan pasukannya menyerang desa Mada, dan menghancurkan keluarga Gajah Mada. Puluhan ular besar kemudian masuk desa Mada yang mengakibatkan warga meninggal karena di makan ular, tak luput Ibunda Gajah Mada. Ia juga diserang oleh Ular kuning raksasa itu ketika sedang menyiram bunga di taman. Gajah Mada yang mengetahui Ibunya di makan ular, langsung mengejar Ular kuning raksasa itu. Gajah Mada berhasil menyelamatkan ibunya dan warga lainya. Setiap saat Gajah Mada selalu tampil menjadi pembela kebenaran dan mengalahkan angkara murka.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]