Eldest

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Eldest adalah buku kedua dari Siklus Warisan yang ditulis oleh Christopher Paolini. Jalan cerita utama buku ini menceritakan kelanjutan perjalanan dari Eragon dalam usahanya untuk menjadi seorang Penunggang Naga dan mengalahkan Galbatorix.

Ringkasan Cerita[sunting | sunting sumber]

Buku ini diawali dengan cerita kematian Ajihad, hilangnya Si Kembar dan Murtagh, serta diawalinya masa kepemimpinan Nasuada sebagai pemimpin baru Varden. Eragon bersumpah setia dengan Nasuada, setelah itu ia memutuskan untuk pergi bertemu dengan kaum Elf untuk melanjutkan pelatihannya. Sementara itu, Roran dikejar oleh agen-agen kerajaan kiriman Galbatorix yang ingin menangkapnya untuk dijadikan umpan bagi Eragon. Setelah beberapa kali bertempur, Roran dan penduduk desa Carvahall berhasil memukul mundur agen-agen tersebut, akan tetapi Katrina, tunangan Roran, diculik oleh Raz'ac. Untuk menghindari balasan dari kerajaan, Roran membawa penduduk desanya untuk melarikan diri ke Surda.

Sesampainya di Ellesméra, ibukota kaum Elf, Eragon dan Saphira bertemu dengan ratu Islanzadi, yang merupakan ibu dari Arya. Selain itu, mereka juga bertemu dengan Oromis dan naganya, Glaedr. Oromis dan Glaedr kemudian mengajarkan pada Eragon dan Saphira tentang kaum Penunggang. Dalam pelatihannya Eragon seringkali terhambat luka yang ia dapat dari Durza. Luka itu dihilangkan oleh roh-roh Naga saat Eragon mengikuti upacara Agaetí Blödhren. Selain itu ketangkasan, kekuatan dan penampilan layaknya seorang Elf juga didapatkan oleh Eragon.

Setelah disembuhkan, Eragon mendapatkan kabar bahwa Nasuada sedang memindahkan kaum Varden ke negara Surda, sementara Galbatorix mengerahkan pasukannya menyerang Surda. Mendengar kabar ini, ia langsung berangkat menuju Surda untuk membantu kaum Varden. Di saat yang bersamaan, Roran bertemu dengan Jeod Longshanks di Teirm.

Jeod yang merupakan anggota kaum Varden memberitahukan kepada Roran mengenai Brom dan Eragon, dan bersama-sama para penduduk desa Carvahall mereka berangkat ke Surda. Eragon tiba di Surda tepat menjelang pertempuran dimulai. Dalam pertempuran, kaum Varden dan Surda mendapatkan bantuan dari para Kurcaci dan Roran yang datang di akhir pertempuran. Di tengah-tengah pertempuran datang seorang Penunggang Naga dari pihak kerajaan. Raja kaum Kurcaci, Hrothgar dibunuh oleh Penunggang Naga tersebut, si Kembar yang ternyata adalah anak buah Galbatorix juga muncul dan satu persatu membunuh penyihir-penyihir dari pihak Varden. Eragon berhadapan dengan Penunggang Naga baru dan berhasil mengetahui bahwa musuhnya adalah Murtagh yang telah dipaksa bergabung dengan Galbatorix. Galbatorix telah mengetahui nama asli Murtagh dan Thorn, naga yang ditunggangi Murtagh, sehingga ia dapat mengendalikan mereka dengan sesuka hati. Eragon dikalahkan Murtagh, tapi Murtagh tidak membunuhnya. Sebelum ia pergi, Murtagh membeberkan bahwa Eragon adalah anak bungsu dari Morzan dan Selena, dan Murtagh adalah kakak dari Eragon. Selain itu ia juga memberitahukan rencana Galbatorix untuk mengembangkan ras Naga dengan mengawinkan Saphira dengan naga dari telur ketiga milik Galbatorix.

Pertempuran akhirnya dimenangkan oleh kaum Varden, terutama berkat pertolongan kaum Kurcaci dan kematian si Kembar di tangan Roran. Eragon akhirnya bertemu kembali dengan Roran, dan ia setuju untuk membantu Roran menyelamatkan Katrina dari tangan para Raz'ac yang ada di Helgrind.

Karakter[sunting | sunting sumber]

Eragon
Karakter utama dalam siklus Warisan. Dalam buku ini dia melakukan perjalanan menuju Ellesméra untuk melanjutkan latihannya sebagai seorang Penunggang Naga yang baru. Bersama Saphira dia berlatih dengan Oromis dan Glaedr. Luka yang didapatkannya dalam buku Eragon disembuhkan pada saat pelaksanaan Agaetí Blödhren, selain itu sosok Eragon juga diubah menjadi lebih mirip Elf.
Saphira
Naga Eragon yang cerdik dan setia.
Ajihad
Pemimpin kaum Varden yang juga merupakan ayah dari Nasuada. Gugur dalam pertempuran melawan pasukan Urgal di awal buku.
Arya Dröttningu
Wanita Elf yang membuat Eragon jatuh hati. Ia adalah anak dari ratu kaum Elf, Islanzadi dan juga pernah menjadi penjaga telur Saphira.
Angela
Seorang penyihir wanita yang membantu Eragon dalam perjalanannya.
Blagden
Burung Gagak yang pernah menyelamatkan nyawa Raja Evandar. Saat ini Blagden tinggal bersama Ratu Islanzadi.
Elva
Seorang anak gadis yatim-piatu yang tinggal bersama kaum Varden. Eragon secara tidak sengaja mengutuknya pada saat ingin memberkatinya.
Galbatorix
Raja Alagaësia yang kejam dan merupakan pembantai kaum Penunggang Naga.
Glaedr
Naga emas yang terikat dengan Oromis, ia melatih Saphira di Ellesméra.
Islanzadi
Ratu kaum Elf dan ibu dari Arya
Morzan
Kaum terkutuk yang pertama dan terakhir, dia adalah ayah dari Eragon dan Murtagh. Terbunuh oleh Brom saat memperebutkan telur Saphira. Pemilik pertama pedang Zar'roc.
Murtagh
Anak pertama dari Morzan, menjadi teman baik Eragon. Ia tertangkap pasukan Urgal, kemudian dibawa ke hadapan Galbatorix dimana ia dipaksa menjadi Penunggang bagi naga baru, Thorn dan dipaksa menjadi pengikut Galbatorix dengan kekuatan sihir.
Nasuada
Anak gadis dari Ajihad, dipilih menjadi pemimpin Varden yang baru. Eragon adalah orang kepercayaannya.
Oromis
Salah satu dari kaum Penunggang yang tersisa. Ia melatih Eragon di Ellesméra. Ia menderita penyakit dan hidupnya sudah tidak lama, akibatnya ia tidak dapat melakukan sihir dengan kekuatan besar.
Roran
Sepupu dari Eragon. Saat desanya diserang dan tunangannya, Katrina, diculik Raz'ac, ia membawa para penduduk desanya melarikan diri ke Surda. Bersama Eragon dia bersumpah akan menyelamatkan Katrina sekaligus membalaskan dendam ayahnya, Garrow, yang dibunuh oleh Raz'ac.
Jeod
Pedagang Teirm, Jeod adalah teman lama Brom, dan juga anggota kaum Varden.
Solembum
kucing jadi-jadian yang bersama Angela membantu Eragon
Thorn
Naga merah yang ditunggangi oleh Murtagh. Naga kedua yang menetas dari tiga telur naga yang dimiliki Galbatorix (yang pertama adalah Saphira).
Si Kembar
Sepasang penyihir kembar yang bekerja untuk Varden. Pada akhirnya terungkap bahwa mereka bekerja untuk Galbatorix. Keduanya tewas di tangan Roran.
Vanir
Seorang Elf yang tidak menyukai Eragon. Setelah Agaetí Blödhren ia menjadi hormat terhadap Eragon.

Judul-judul buku terkait[sunting | sunting sumber]

  1. Eragon
  2. Eldest
  3. Brisingr
  4. Inheritance

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]