Diafragma (fotografi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Diafragma iris dengan enam bilah

Diafragma (en:diaphragm) adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang (disebut tingkap) (en:aperture) dimana cahaya akan lewat. Tingkap akan mengembang dan menyempit persis pupil di mata manusia.
Diafragma selalu ada dalam sebuah kamera dan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi banyak tidaknya penerimaan cahaya yang ada pada sebuah foto atau gambar. Faktor faktor yang mempengaruhi gelap terangnya sebuah foto atau gambar adalah shutter speed (kecepatan rana), aperture (diafragma), dan ISO (sensitifitas penerimaan cahaya pada kamera).

Menurut Yozardi[1] bukaan diafragma (aperture) adalah alat pengatur cahaya yang dapat masuk ke dalam lensa kamera. Bukaan diafragma berbentuk lembaran bundar terbuat dari logam yang bisa membuka dan menutup.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, diafragma berbentuk seperti lubang yang bisa diatur besar kecilnya. Diafragma terletak pada lensa dari kamera yang digunakan. Maka, setiap lensa memiliki kemampuan untuk membuka dan menutup diafragma yang berbeda – beda. Misalnya ada lensa 17-50mm f/2.8, maka lensa tersebut bisa membuka “bukaan” nya hingga bukaan 2.8, berbeda dengan lensa 18-55mm f/3.5-5.6, lensa ini hanya bisa membuka bukaannya hingga 3.5.

Desatria [2] menjelaskan, Semakin besar angka diafragma berarti semakin kecil lubang lensa untuk dilewati cahaya. Diafragma juga mempengaruhi ruang tajam atau biasa yang disebut DOF (Depth Of Field), dimana dengan diafragma yang besar (angka F kecil) akan didapatkan ruang tajam yang sempit, demikian pula sebaliknya.

[3] DOF atau Depth-of-Field merupakan ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus

Karena fungsinya untuk menghentikan cahaya yang akan masuk ke bidang fokal, diafragma juga disebut sebagai stop, blind, field stop dan flare stop. Dan untuk itu, diafragma selalu diletakkan pada jalan masuk antara subyek, lensa dan bidang fokal. Titik tengah tingkap pada diafragma merupakan sumbu optis dari sebuah lensa.

Karakteristik diafragma[sunting | sunting sumber]

Pengaruh beda jumlah lembaran logam dan bentuk lubang diafragma (tingkap) bisa dilihat saat penggunaan teknik pajanan, yaitu sumber cahaya akan mengembang menjadi bentuk bintang. Banyak lensa dan kamera mempunyai sistem diafragma mekanik yang diatur dengan sebuah pengungkit. Pengungkit ini bisa dioperasikan secara manual oleh fotografer dengan memutar semacam cincin di tabung lensa atau lewat badan kamera yang secara fisik memutar pengungkit. Lensa-lensa yang lain, terutama lensa EF untuk kamera Canon EOS memiliki diafragma elektro-mekanik yang dioperasikan lewat motor atau penggerak listrik kecil.

Diafragma iris[sunting | sunting sumber]

Diafragma iris (en:iris diaphragm) adalah jenis diafragma yang mempunyai metoda operasional mirip dengan pupil mata manusia.

Menurut Rudolph Kingslake[4], penemu diafragma iris tidak diketahui. Ada yang mengatakan penemunya adalah Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1820. J. H. Brown, seorang anggota Royal Microscopical Society nampaknya adalah penemu model diafragma iris yang telah disempurnakan pada tahun 1867.[5]

Kingslake mempunyai catatan definitif mengenai tipe diafragma yang lain, seperti diafragma mata kucing yang ditemukan M. Noton pada tahun 1856 dan diafragma Waterhouse yang ditemukan John Waterhouse pada tahun 1858.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Yozardi, Dini dan Wiyono, Itta, 1, 2, 3 Klik: Petunjuk Memotret Untuk Pemula, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003
  2. ^ W, Desatria , and W, Jimmy W, 101 Tip & Trik Dunia Fotografi, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006
  3. ^ http://www.benih.net/teknologi/mengenal-fungsi-fitur-kamera.html
  4. ^ Rudolf Kingslake, A History of the Photographic Lens, London: Academic Press, 1989
  5. ^ J. Henle, W, Keferstein, and G. Meissner, Bericht über die Fortschritte der Anatomie und Physiologie im Jahre 1867, Liepzip: C. F. Winter'sche Verlagshandlung, 1868.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]