Bawang Merah Bawang Putih (sinetron RCTI)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bawang Merah Bawang Putih
Bawang Merah Bawang Putih.jpg
Format Drama
Remaja
Roman
Fantasi
Komedi
Misteri
Sutradara Mukta Dhond
M. Zein Ashari
Pemeran Revalina S. Temat
Dimaz Andrean
Nia Ramadhani
Lydia Kandou
Dwi Yan
Nena Rosier
Elsye Virgita
Helsi Herlinda
Ade Irawan
Lagu pembuka "Merah Putih Warnamu"
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah episode 108 episode
Produksi
Lokasi  Indonesia
Siaran
Saluran asli Bendera Indonesia RCTI
Bendera Malaysia TV3 (2006-2007)
Bendera Liga Arab Fox Series (sekarang FOX) (2009-2010)
Periode siaran Selasa, 4 Mei 2004–Selasa, 22 Mei 2006


Bawang Merah Bawang Putih adalah sebuah sinetron dari Indonesia yang diproduksi MD Entertainment yang diangkat dari kisah Bawang Merah Bawang Putih, dongeng Nusantara yang populer. Pemeran sinetron ini, antara lain : Nia Ramadhani, Revalina S Temat, Dimaz Andrean, Lydia Kandou, Dwi Yan, Nena Rosier, Nana Khairina, Ully Artha, Ade Irawan, Elsye Virgita, dan Marsha Aruan. Bawang Merah Bawang Putih ditayangkan di RCTI pada tahun 2005 hingga 2006 dan meraih penghargaan Panasonic Awards 2005 sebagai drama seri terbaik. Sinetron sepanjang 108 episode ini juga populer di Malaysia kala ditayangkan TV3 sejak tahun 2006 hingga awal 2007 dan tayang ulang di saluran TVRI Jawa Barat dan Fox Series (sekarang FOX).

Pemain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Cerita ini terjadi di masa kini, namun mengambil pesan moral cerita rakyat Bawang Merah Bawang Putih. Cerita ini mengenai dua gadis cantik siswa SMA yang sama, dan bertetangga, Alya siswa cerdas yang berperan sebagai Bawang Putih , dan Siska, yang berperan sebagai (Bawang Merah). Sukses besar drama itu, membuat nama Bawang Merah dan Bawang Putih menempel pada kedua gadis tersebut dalam lingkungan keseharian mereka di sekolah. Sebagai gadis-gadis remaja, kehidupan mereka di sekolah penuh romantika. Baik Bawang Merah maupun bawang putih.ibunya seorang janda karena perceraian. Suntaya, ayah Siska adalah seorang pegawai negeri yang selalu didorong istrinya untuk bisa membawa keluarga mereka ke tingkat kehidupan mewah, sehingga terpaksa melakukan korupsi, dan akibatnya dia dihukum penjara,serta sebagian hartanya yang bisa ditelusuri polisi, disita. Sejak itu, kehidupan mereka terpuruk. Alya, hidup bersama bahagia dalam kemewahan bersama kedua orang tuanya. ibunya, adalah seorang ibu rumah tangga yang ramah dan baik kepada siapapun. Peran Siska sebagai Bawang Merah dalam operet itu berlanjut ke dalam kehidupan mereka. Si Bawang merah dan Ibunya Rika, diam-diam iri kepada keluarga Bawang Putih. Tapi, Rika, sangat pandai bersandiwara sehingga keluarga baik hati seperti Alya dan kedua orang tuanya itu, tidak menyadari kebencian yang tersembunyi dan semakin membesar dalam hati Siska dan ibunya.

Kebencian Bawang Merah terhadap Bawang Putih bertambah besar, ketika Ferdi, seorang siswa baru, pindahan dari luar kota, jatuh hati kepada Bawang Putih. Ferdi yang sebetulnya anak orang kaya, tetapi lari dari rumahnya dan memilih hidup sederhana di Jakarta, karena tidak tahan terhadap sikap ayahnya yang sangat diktator. Dengan berbagai cara, Bawang Merah berusaha menjauhkan Ferdi dari Bawang Putih sehingga sering terjadi salah pengertian antara Bawang Putih dengan Ferdi. Sementara itu, Rika menggunakan berbagai cara untuk menghancurkan keluarga Yasmin. Rika begitu lihai bersandiwara sehingga di mata Yasmin, Rika bukan hanya sekedar tetangga, melainkan sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri. Yasmin tidak segan-segan memberikan bantuan apa saja, terutama bantuan ekonomi.

Tetapi, di belakang Yasmin, Rika dengan lihai meracuni Indra dengan hasutan-hasutan sampai akhirnya Indra terpengaruh dan sering cekcok dengan istrinya. Dalam salah satu percekcokan, Yasmin begitu sedihnya dituduh suaminya yang bukan-bukan, padahal dia sama sekali tidak seperti yang dituduhkan, sehingga Yasmin pernah mengatakan, kalau dia terus dituduh tanpa dasar, dia akan bunuh diri. Begitu lihainya Rika, sehingga Indra merasa bahwa Rika lebih baik daripada Yasmin. Akhirnya, Rika mendapat kesempatan untuk memberi racun kepada Yasmin, setelah Indra pergi sehabis bertengkar hebat dengan istrinya. Yasmin pingsan dan akhirnya meninggal di rumah sakit. Sebelum meninggal, Yasmin yang sempat sadar dan memberitahukan anaknya agar berhati-hati terhadap Rika, justru disalahtafsirkan oleh Bawang Putih. Dia mengira, ibunya minta dia menerima Rika dalam kehidupannya. Begitu Yasmin meninggal, kehidupan Bawang Putih berubah seratus delapan puluh derajat. Rika dengan lihai terus meracuni pikiran Indra sehingga akhirnya Rika menikah dengan Indra dan pindah bersama Bawang Merah ke rumah Indra. Sejak saat itu, kehidupan Bawang Putih tertekan dan menderita. Namun penderitaan itu, tidak membuat Bawang Putih berubah menjadi orang yang berhati kotor. Penderitaan yang dia hadapi dengan ikhlas, pasrah, dan tabah, serta tetap berpegang kepada sikap baik, membuat dia diberkati Tuhan dengan hal-hal yang luar biasa. Dia memiliki kepekaan dan sahabat yang tidak terlihat oleh siapapun. Tetapi, tidak ada kejahatan yang abadi. Kebaikan akhirnya menang atas kejahatan. Bawang Putih akhirnya hidup bahagia dan Bawang Merah serta Rika harus menerima akibat dari dosa-dosa serta kejahatan mereka.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]