Asimilasi (sosial)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.

Hasil dari proses asimilasi yaitu semakin tipisnya batas perbedaan antarindividu dalam suatu kelompok, atau bisa juga batas-batas antarkelompok. Selanjutnya, individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Artinya, menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.

Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan berikut:

  • Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda
  • Terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama
  • Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri

Faktor-faktor[sunting | sunting sumber]

Faktor pendorong[sunting | sunting sumber]

Faktor-faktor umum yang mendorong atau mempermudah terjadinya asimilasi antara lain:

  • Toleransi di antara sesama kelompok yang berbeda kebudayaan
  • Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi
  • Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya.
  • Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
  • Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan universal
  • Perkawinan antara kelompok yang berbeda budaya
  • Mempunyai musuh yang sama dan meyakini kekuatan masing-masing untuk menghadapi musuh tersebut.


Faktor penghalang[sunting | sunting sumber]

Faktor-faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi antara lain:

  • Kelompok yang terisolasi atau terasing (biasanya kelompok minoritas)
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi
  • Prasangka negatif terhadap pengaruh kebudayaan baru. Kekhawatiran ini dapat diatasi dengan meningkatkan fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan
  • Perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan kelompok lain. Kebanggaan berlebihan ini mengakibatkan kelompok yang satu tidak mau mengakui keberadaan kebudayaan kelompok lainnya
  • Perbedaan ciri-ciri fisik, seperti tinggi badan, warna kulit atau rambut
  • Perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan
  • Golongan minoritas mengalami gangguan dari kelompok penguasa

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Richard D. Alba, Victor Nee. (2003) Remaking the American Mainstream. Assimilation and Contemporary Immigration, Harvard University Press, 359 pages ISBN 0-674-01813-3
  • Andrew Armitage. (1995) Comparing the Policy of Aboriginal Assimilation: Australia, Canada, and New Zealand, UBC Press, 286 pages ISBN 0-7748-0459-9
  • James A. Crispino (1980) The Assimilation of Ethnic Groups: The Italian Case, Center for Migration Studies, 205 pages ISBN 0-913256-39-0
  • Gordon, Milton M. "Assimilation in America: Theory and Reality," in Yetman, pp. 245–258/ Originally from Daedalus, Journal of the American Academy of Arts and Sciences, Boston, Mass., vol. 90, no. 2 (Spring) 1961: 263-285.Q11.B7 [For the more thorough treatment see Assimilation in American Life: The Role of Race, Religion, and National Origins. New York: Oxford University Press, 1964.]
  • Edward Murguía (1975) Assimilation, Colonialism, and the Mexican American People, Center for Mexican American Studies, University of Texas at Austin, 124 pages ISBN 0-292-77520-2
  • Robert A. Grauman. (1951) Methods of studying the cultural assimilation of immigrants, University of London
  • Julius Drachsler. (1920) Democracy and Assimilation. The Blending of Immigrant Heritages in America, Macmillan, 275 pages
  • Zhou, Min. Segmented Assimilation: Issues, Controversies, and Recent Research on the New Second Generation. International Migration Review, Vol 31, No. 4, Special Issue: Immigrant Adaptation and Native-Born Responses in the Making of Americans. Winter 1997: 975-1008.
  • Kazal, R. A. "Revisiting Assimilation" American Historical Society. Vol. 100 April 1995.
  • Zhou, Min and Carl L. Bankston III Growing Up American: How Vietnamese Children Adapt to Life in the United States New York: Russell Sage Foundation, 1998. ISBN 978-0-87154-995-2.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]