Alnus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Alder
Alnus serrulataBunga jantan di sebelah kanan,bunga betina lebih kecil, di sebelah kiri
Alnus serrulata
Bunga jantan di sebelah kanan,
bunga betina lebih kecil, di sebelah kiri
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Fagales
Famili: Betulaceae
Genus: Alnus
Mill.
Alnus distribution.svg
Species

sekitar 20–30 spesies

Pohon Alder di pinggir Sungai Beaulieu

Alnus adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dari famili Betulaceae. Genus ini terdiri dari 30 spesies tumbuhan berkelamin tunggal dan semak. Habitat alami tumbuhan ini tersebar di kawasan beriklim sedang belahan bumi utara.

Dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini disebut dengan alder, dari bahasa Inggris Kuno, "alor", yang juga merupakan turunan dari bahasa Proto-Germanic "aliso".[1] Istilah "Alnus" berasal dari bahasa latin yang memiliki makna yang sama. Baik "Alnus" maupun "Aliso" keduanya diturunkan dari bahasa Proto-Indo-European dengan "el-" yang memiliki arti warna merah kecoklatan yang merujuk pada warna akar. Istilah elk dan elm yang menjadi nama pohon di inggris juga berasal dari istilah ini, yang keduanya merupakan keluarga jauh dari Alnus.[2]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Tumbuhan ini berdaun lebar dengan daun yang bergerigi. Bunganya berkelompok dengan mahkota yang kecil sekali atau tidak ada sama sekali. Bunga jantan lebih panjang dari bunga betina, dan kedua bunga berada pada satu pohon. Bunganya diserbuki oleh angin, dan terkadang oleh lebah. Berbeda dengan tumbuhan genus Betula pada famili yang sama, bunga Alnus betina tidak runtuh pasca penyerbukan, melainkan membentuk struktur berkayu seperti bunga konifer.

Spesies terbesar adalah Alnus rubra yang memiliki habitat asli di pantai barat Amerika Utara, dan Alnus glutinosa di Eropa; keduanya dapat mencapai tinggi 30 m. Yang terkecil adalah Alnus viridis dengan tinggi tidak lebih dari 5 m.

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Bunga dari beberapa spesies dapat dimakan, dipercaya mengandung banyak protein dan memiliki rasa yang pahit. Bermanfaat untuk survival di alam liar.[3] Sebagian besar pondasi di kita Venice terbuat dari kayu pohon ini.[4]

Kulit kayu pohon Alnus mengandung zat anti inflamasi salicin yang dapat bermetabolisme di dalam tubuh menjadi asam salisilat.[5] Masyarakat pribumi Amerika Utara menggunakan kulit kayu pohon ini untuk menangani gigitan serangga dan iritasi kulit. Mereka juga menggunakan kulit kayu pohon ini untuk mengobati kelainan kelenjar limfa dan tuberkulosis. Senyawa betulin dan lupeol yang terkandung dalam kulit kayu bermanfaat untuk melawan berbagai jenis tumor.[6] Kulit kayu bagian dalamnya juga digunakan oleh masyarakat pribumi Amerika sebagia campuran rokok.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.etymonline.com/index.php?term=alder&allowed_in_frame=0
  2. ^ http://www.etymonline.com/index.php?term=elk&allowed_in_frame=0
  3. ^ Plants For A Future (Database)
  4. ^ Kendall, Paul (25 August 2010). "Mythology and Folklore of the Alder". Trees for life. Diakses 6 August 2011. 
  5. ^ Ewing, Susan. The Great Alaska Nature Factbook. Portland: Alaska Northwest Books, 1996.
  6. ^ Edible and Medicinal Plants of the West, Gregory L. Tilford, ISBN 0-87842-359-1
  7. ^ Staff (2009) "Bearberry" Discovering Lewis and Clark The Lewis and Clark Fort Mandan Foundation

Bahan bacaan terkait[sunting | sunting sumber]

  • Chen, Zhiduan and Li, Jianhua (2004). Phylogenetics and Biogeography of Alnus (Betulaceae) Inferred from Sequences of Nuclear Ribosomal DNA ITS Region. International Journal of Plant Sciences 165: 325–335.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]