Acara televisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Acara televisi atau program televisi merupakan acara-acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Secara garis besar, program TV dibagi menjadi program berita dan program non-berita.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan bentuk jadi (format) teknis atau berdasarkan isi. Bentukjadi teknis merupakan bentuk jadi umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti gelar wicara (talk show), dokumenter, film, kuis, musik, instruksional, dll. Berdasarkan isi, program televisi berbentuk non-berita dapat dibedakan antara lain berupa program hiburan, drama, olahraga, dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar digolongkan ke dalam warta penting (hard news) atau berita-berita mengenai peristiwa pcnting yang baru saja terjadi dan warta ringan (soft news) yang mengangkat berita bersifat ringan.

Pengaturan penayangan[sunting | sunting sumber]

Pengaturan penayangan program televisi di sebuah stasiun televisi biasanya diatur oleh bagian pemrograman siaran atau bagian perencanaan siaran. Pada umumnya, pihak perencanaan siaran mengatur jadwal penayangan satu program televisi berdasarkan perkiraan kecenderungan menonton peminat program tersebut. Misalnya, pengaturan jadwal tayang siaran berita di pagi hari disesuaikan dengan kecenderungan peminat penonton siaran berita.

Pengukuran keberhasilan[sunting | sunting sumber]

Keberhasilan sebuah program TV saat ini diukur oleh tingkat konsumsi program tersebut oleh pemirsa atau biasa disebut pemeringkatan. Pengukuran peringkat dilakukan oleh lembaga riset yang menempatkan alat bernama "people meter" pada beberapa responden.

Evaluasi Tayangan Acara[sunting | sunting sumber]

Acara Televisi di Indonesia semakin bervariasi. Jika dahulu acara paling favorit adalah acara-acara kuis, sinetron, dan siaran langsung sepakbola, maka saat ini ada berbagai pilihan acara televisi yang fresh dan inovatif. Ada berbagai macam hal yang bisa dieksplor dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat di Indonesia. Salah satu acara reality show yang menarik di salah satu stasiun TV, mengangkat kisah kehidupan masyarakat dari lapisan bawah yang bisa membuka mata kita bahwa ada banyak orang yang sebenarnya hidup dalam kesulitan. Dalam tayangan tersebut dikisahkan bagaimana orang yang hidup serba mapan dan nyaman di kota, bisa ikut merasakan seperti apa beratnya kehidupan. Acara televisi seperti ini bisa memberikan nilai moral dan pelajaran yang berharga.

Seharusnya stasiun TV yang ada di Indonesia lebih banyak memberikan tayangan yang bersifat informatif dan edukatif dalam porsi yang cukup. Tidak hanya sekedar kejar rating dengan tayangan-tayangan yang bisa populer namun sifatnya hanya hiburan semata. Belum lagi dengan derasnya budaya konsumtif yang datang dari luar, jika tidak hati-hati akan turut mempengaruhi pola berpikir banyak orang lewat tayangan tersebut. Beruntung beberapa tahun terakhir ini tayangan televisi di Indonesia diperketat. Bahkan dalam beberapa tayangan film harus mensensor adegan merokok maupun tampilan syur dari para bintang film khususnya mancanegara. Hal ini tentu menjadi sebuah kemajuan tersendiri. Pada penayang acara tidak boleh hanya kejar tayang saja, namun juga harus bertanggung jawab dengan tayangan tersebut. Karenanya proses editing dan sensor yang teliti bisa menjadi langkah awalnya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]