Lompat ke isi

Kronologi pandemi Covid-19 pada 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel ini mendokumentasi kronologi dan epidemiologi dari SARS-CoV-2 pada tahun 2019 yang merupakan virus penyebab penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) yang bertanggung jawab atas peristiwa pandemi COVID-19. Kasus manusia pertama diidentifikasi di Wuhan, Hubei, Tiongkok pada bulan Desember.

Sebelum bulan Desember

[sunting | sunting sumber]

Studi asal usul SARS-CoV-2 dengan membandingkan sekuens genetik menjadi rumit dikarenakan angka evolusionernya yang rendah, bila dilihat dari metode pengoreksian menggunakan eksoribonuklease (ExoN) virus dan rendahnya sampel di pusat awal infeksi di Tiongkok, Iran dan Italia.[1] Analisis filogeni memperkirakan bahwa SARS-CoV-2 muncul pada bulan Oktober hingga November 2019.[2][3][4] Bukti menyarankan kemungkinan bahwa virus ini berasal dari koronavirus yang menginfeksi kelelawar liar dan menyebar ke manusia melalui inang perantara hewan liar.[5] Tidak diketahui apakah virus ini berevolusi di dalam populasi hewan liar atau protein paku terseleksi setelah mengalami perpindahan zoonotik ke manusia.[2][3][6][7]

Pada bulan September 2020, sebuah ulasan mencatat "Kemungkinan bahwa infeksi COVID-19 telah menyebar ke Eropa pada akhir tahun terindikasi dari banyaknya bukti, meskipun sebagian bukti tidak langsung menunjukan, seperti tingginya kasus jumlah radang paru-paru dan hasil radiologi yang mirip dengan gejala radang paru-paru pada penyakit COVID-19 di Prancis dan Italia di bulan November dan Desember.[8]

Sebuah ulasan tahun 2020 mengenai hasil uji menggunakan metode RT-PCR (Reaksi Berantai Polimerase Transkripsi Balik) terhadap sampel air limbah yang belum ditangani dari Brasil dan Italia menunjukkan deteksi SARS-CoV-2 pada awal November dan Desember 2019. Akantetapi, metode studi air limbah ini tidak dioptimisasi dan mungkin banyak sumber tidak mengalami penelaahan sejawat, detil yang sering hilang dan kemungkinan hasil positif palsu karena kontaminasi atau hanya satu gen target yang terdeteksi.[9]

Antibodi spesifik domain pengikat reseptor SARS-COV-2 ditemukan pada 109 (11.6%) pasien dari 959 partisipan yang asimtomatik dalam penapisan uji klinis kanker paru-paru di Italia dari September 2019 yang sang penulis klaim bahwa ini mengindisikan kemungkinan permulaan yang lebih awal dari pandemi.[10] Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan mereka perlu mengulas hasil ini dan melihat verifikasi dari hasil uji netralisasi. Mereka juga berkata bahwa "kemungkinan virus mungkin secara diam-diam menyebar di tempat lain juga tidak bisa dihilangkan".[11] Uji seroprevalens rentan menghasilkan hasil positif palsu yang kemungkinan berasal dari reaksi silang dengan koronavirus lainnya sehingga hasil ini perlu dikonfirmasi.[12]

1 Desember

[sunting | sunting sumber]

Gejala kasus indeks atau pasien kosong dimulai pada tanggal 1 Desember. Pasien merupakan seorang laki-laki yang tidak pernah ke Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Keluarganya tidak mengalami COVID-19 dan tidak ada hubungan epidemiologis yang ditemukan antara lelaki ini dan kasus konfirmasi di laboratorium pada tanggal 2 Desember.[13] Wu Wenjuan, seorang dokter senior dari Rumah Sakit Jinyintan Wuhan mengatakan bahwa lelaki itu berusia 70 tahunan yang memiliki penyakit Alzheimer yang tinggal dengan jarak beberapa jalur bus dari pasar dan tidak meninggalkan rumah.[14][15] Pada tanggal 26 February 2021, The Wall Street Journal melaporkan pasien kosong yang dicurigai kemungkinan terinfeksi oleh orang tua yang mengunjungi pasar makanan selain Pasar Grosir Makanan Laut Huanan yang dicurigai sebagai sumber awal dari infeksi pada awal pandemi.[16]

10 Desember

[sunting | sunting sumber]

Gejala tiga kasus konfirmasi laboratorium dimulai pada tanggal 10 Desember. Pasien ini diketahui karena mereka masuk rumah sakit. Dua dari tiga orang ini tidak mengalami paparan langsung terhadap Pasar Grosir Makanan Laut Huanan, sedangkan yang lainnya iya.[13]

15 Desember

[sunting | sunting sumber]

Kasus konfirmasi laboratorium kelima dan keenam pertama kali merasakan gejala pada tanggal 15 Desember dan keduanya mengalami paparan langsung ke Pasar Huanan.[13]

16 Desember

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Februari 2020, penerimaan rumah sakit untuk penyakit COVID-19 di dunia pertama kali tertanggal pada tanggal 16 Desember 2019 di Wuhan.[13]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ Worobey, Michael; Pekar, Jonathan; Larsen, Brendan B.; Nelson, Martha I.; Hill, Verity; Joy, Jeffrey B.; Rambaut, Andrew; Suchard, Marc A.; Wertheim, Joel O. (2020-10-30). "The emergence of SARS-CoV-2 in Europe and North America". Science (dalam bahasa Inggris). 370 (6516): 564–570. doi:10.1126/science.abc8169. ISSN 0036-8075. PMC 7810038alt=Dapat diakses gratis. PMID 32912998. 
  2. ^ a b Li, Xingguang; Zai, Junjie; Zhao, Qiang; Nie, Qing; Li, Yi; Foley, Brian T.; Chaillon, Antoine (2020). "Evolutionary history, potential intermediate animal host, and cross-species analyses of SARS-CoV-2". Journal of Medical Virology (dalam bahasa Inggris). 92 (6): 602–611. doi:10.1002/jmv.25731. ISSN 1096-9071. PMC 7228310alt=Dapat diakses gratis. PMID 32104911. 
  3. ^ a b Andersen, Kristian G.; Rambaut, Andrew; Lipkin, W. Ian; Holmes, Edward C.; Garry, Robert F. (2020). "The proximal origin of SARS-CoV-2". Nature Medicine (dalam bahasa Inggris). 26 (4): 450–452. doi:10.1038/s41591-020-0820-9. ISSN 1546-170X. PMC 7095063alt=Dapat diakses gratis. PMID 32284615. 
  4. ^ van Dorp, Lucy; Acman, Mislav; Richard, Damien; Shaw, Liam P.; Ford, Charlotte E.; Ormond, Louise; Owen, Christopher J.; Pang, Juanita; Tan, Cedric C. S. (2020). "Emergence of genomic diversity and recurrent mutations in SARS-CoV-2". Infection, Genetics and Evolution (dalam bahasa Inggris). 83: 104351. doi:10.1016/j.meegid.2020.104351. ISSN 1567-1348. PMC 7199730alt=Dapat diakses gratis. PMID 32387564. 
  5. ^ "Coronavirus: From bats to pangolins, how do viruses reach us? | DW | 26.03.2020". DW.COM (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 Maret 2021. 
  6. ^ Zhou, Peng; Yang, Xing-Lou; Wang, Xian-Guang; Hu, Ben; Zhang, Lei; Zhang, Wei; Si, Hao-Rui; Zhu, Yan; Li, Bei (2020). "A pneumonia outbreak associated with a new coronavirus of probable bat origin". Nature (dalam bahasa Inggris). 579 (7798): 270–273. doi:10.1038/s41586-020-2012-7. ISSN 1476-4687. PMC 7095418alt=Dapat diakses gratis. PMID 32015507. 
  7. ^ Wu, Fan; Zhao, Su; Yu, Bin; Chen, Yan-Mei; Wang, Wen; Song, Zhi-Gang; Hu, Yi; Tao, Zhao-Wu; Tian, Jun-Hua (2020). "A new coronavirus associated with human respiratory disease in China". Nature (dalam bahasa Inggris). 579 (7798): 265–269. doi:10.1038/s41586-020-2008-3. ISSN 1476-4687. PMC 7094943alt=Dapat diakses gratis. PMID 32015508. 
  8. ^ Platto, Sara; Xue, Tongtong; Carafoli, Ernesto (2020). "COVID19: an announced pandemic". Cell Death & Disease (dalam bahasa Inggris). 11 (9): 1–13. doi:10.1038/s41419-020-02995-9. ISSN 2041-4889. PMC 7513903alt=Dapat diakses gratis. PMID 32973152. 
  9. ^ "Sewage analysis as a tool for the COVID-19 pandemic response and management: the urgent need for optimised protocols for SARS-CoV-2 detection and quantification". Journal of Environmental Chemical Engineering (dalam bahasa Inggris). 8 (5): 104306. 2020-10-01. doi:10.1016/j.jece.2020.104306. ISSN 2213-3437. PMC 7384408alt=Dapat diakses gratis. PMID 32834990. 
  10. ^ Apolone, Giovanni; Montomoli, Emanuele; Manenti, Alessandro; Boeri, Mattia; Sabia, Federica; Hyseni, Inesa; Mazzini, Livia; Martinuzzi, Donata; Cantone, Laura (2020). "Unexpected detection of SARS-CoV-2 antibodies in the prepandemic period in Italy". Tumori Journal (dalam bahasa Inggris): 0300891620974755. doi:10.1177/0300891620974755. ISSN 0300-8916. 
  11. ^ Vagnoni, Giselda (16 November 2020). "Researchers find coronavirus was circulating in Italy earlier than thought". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 Maret 2021. 
  12. ^ Saplakoglu, Yasemin (18 November 2020). "How early was the coronavirus really circulating in Italy?". livescience.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 Maret 2021. 
  13. ^ a b c d Huang, Chaolin; Wang, Yeming; Li, Xingwang; Ren, Lili; Zhao, Jianping; Hu, Yi; Zhang, Li; Fan, Guohui; Xu, Jiuyang (2020-02). "Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China". The Lancet. 395 (10223): 497–506. doi:10.1016/s0140-6736(20)30183-5. ISSN 0140-6736. PMC 7159299alt=Dapat diakses gratis. PMID 31986264. 
  14. ^ Duarte, Fernando (24 Februari 2020). "Who is 'patient zero' in the coronavirus outbreak?". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 Maret 2021. 
  15. ^ "模糊不清的"零号病人"与新冠病毒来源争议". BBC News 中文 (dalam bahasa Tionghoa). 18 Februari 2020. Diakses tanggal 21 Maret 2021. 
  16. ^ Page, Jeremy; Hinshaw, Drew; Betsy, McKay (26 Februari 2021). "In Hunt for Covid-19 Origin, Patient Zero Points to Second Wuhan Market". Wall Street Journal (dalam bahasa Inggris). ISSN 0099-9660. Diakses tanggal 21 Maret 2021.