Wayang gedog

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Wayang Gedog atau Wayang Panji adalah wayang yang memakai cerita dari serat Panji. Wayang ini mungkin telah ada sejak zaman Majapahit. Bentuk wayangnya hampir sama dengan wayang purwa. Tokoh-tokoh kesatria selalu memakai tekes dan rapekan. Tokoh-tokoh rajanya memakai garuda mungkur dan gelung keling. Dalam cerita Panji tidak ada tokoh raksasa dan kera. Sebagai gantinya, terdapat tokoh Prabu Klana dari Makassar yang memiliki tentara orang-orang Bugis. Namun, tidak selamanya tokoh klana berasal dari Makassar, terdapat pula tokoh-tokoh dari Bantarangin (Ponorogo), seperti Klana Siwandana, kemudian dari Ternate seperti prabu Geniyara dan Daeng Purbayunus, dari Siam seperti Prabu Maesadura, dan dari negara Bali.

Wayang gedog yang kita kenal sekarang, konon diciptakan oleh Sunan Giri pada tahun 1485 (gaman naga kinaryeng bathara) pada saat mewakili raja Demak yang sedang melakukan penyerbuan ke Jawa Timur (invasi Trenggono ke Pasuruan).

Wayang Gedog baru memakai keris pada zaman panembahan Senapati di Mataram. Barulah pada masa Pakubuwana III di Solo wayang gedog diperbarui, dibuat mirip wayang purwa, dengan nama Kyai Dewakaton.

Dalam pementasannya, wayang gedog memakai gamelan berlaras pelog dan memakai punakawan Bancak dan Doyok untuk tokoh Panji tua , Ronggotono dan Ronggotani untuk Klana, dan Sebul-Palet untuk Panji muda.Seringkali dalam wayang gedog muncul figur wayang yang aneh, seperti gunungan sekaten, siter (kecapi), payung yang terkembang, perahu, dan lain-lain.

Di Surakarta, tinggal ada dua dalang wayang gedog, yaitu Bp. Subantar (SMKI/ Konservatori) dan Bp. Bambang Suwarno, S.Kar (STSI) yang juga salah satu desainer wayang gedog yang masih bertahan sampai sekarang.


Wayang Gedog adalah wayang kulit yang menceritakan kisah sejak Sri Gatayu, Putera Prabu Jayalengkara sampai masa Prabu Kuda Laleyan. Sebutan Wayang Gedog diperkirakan berasal dari pertunjukan Wayang Gedog yang mula mula tanpa iringan kecrek (besi), sehingga bunyi suara keprak "dog" sangat dominan.

Cerita Wayang Gedog bersumber pada cerita Panji yang muncul pada zaman Kediri dan Majapahit. Istilah Panji sebagai gelar ksatria dan raja muncul pada zaman pemerintahan Jayabaya di Kediri pada abad XI. Pada masa itu Jayabaya bergelar Sang Mapanji Jayabaya yang memerintah pada tahun 1135-1157. Selain gelar panji, muncul juga gelar dengan mengambil nama-nama binatang perkasa sebagai penghormatan.

Tokoh dalam Cerita Wayang Gedog[sunting | sunting sumber]

  • Panji Asmoro Bangun
  • Lembu Amiluhur
  • Bancak
  • Dewi Candra Kirana
  • Kebo Anabrang
  • Panji Cakranegara
  • Kraeng Mabacuk

Beberapa nama peraganya adalah:

  1. Panji Asmarabangun
  2. Panji Sinompradapa
  3. Panji Brajanata
  4. Panji Kartala
  5. Panji Handaga
  6. Panji Kalang
  7. klanasewandana
  8. Klana Jayapuspita
  9. Lembu Amiluhur
  10. Lembuamijaya
  11. Sekartaji
  12. Ragilkuning
  13. Gunungsari
  14. Wirun
  15. Kilisuci
  16. Resi Gatayu
  17. Bremanakanda
  18. Srengginimpuna
  19. Jayalengkara
  20. Panji Kudalaleyan
  21. Sri Makurung
  22. Kebo Kenanga
  23. Jaka Sumilir
  24. jatipitutur
  25. Pituturjati
  26. Ujungkelang
  27. tumenggung Pakencanan
  28. Kudanawarsa
  29. Jaksa Negara
  30. Jaya Kacemba
  31. Jaya Badra
  32. Jaya Singa
  33. Danureja
  34. Sindureja
  35. Klana Maesajlamprang
  36. Klana Setubanda
  37. Sarag
  38. Sinjanglaga
  39. Retna Cindaga
  40. Surya Wisesa