Waktu Standar India

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Letak Mirzapur dan garis bujur 82,5° BT yang digunakan sebagai acuan bagi Waktu Standar India.

Waktu Standar India (bahasa Inggris: Indian Standard Time, disingkat IST) adalah zona waktu yang digunakan di seluruh bagian India, dengan perbedaan waktu sebesar UTC+5:30. Tidak ada waktu musim panas (daylight saving time, DST) atau penyesuaian waktu musiman di India, meskipun DST pernah digunakan sebentar pada masa Perang Tiongkok-India pada tahun 1962, Perang India-Pakistan pada tahun 1965, dan Perang India-Pakistan pada tahun 1971.[1] Dalam sistem waktu militer dan penerbangan, IST masuk dalam zona E* ("Echo-Star").[2]

Waktu Standar India dihitung berdasarkan bujur 82,5° BT, yang terletak di sebelah barat kota Mirzapur, dekat Allahabad di negara bagian Uttar Pradesh. Perbedaan bujur antara Mirzapur dan Observatorium Kerajaan Britania Raya di Greenwich sama dengan perbedaan waktu sebesar 5 jam 30 menit. Waktu setempat diukur dari menara jam di Observatorium Allahabad (25,15° LU 82,5° BT) meskipun perangkat-perangkat pengukuran waktu disimpan di Laboratorium Fisika Nasional di New Delhi.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Salah satu penjelasan waktu standar di India muncul pada abad ke-4 Masehi dalam buku astronomi Surya Siddhanta. Dengan asumsi bahwa bumi itu bulat, buku tersebut mendefinisikan meridian utama (bujur nol) sebagai garis yang melewati Avanti, nama kuna bagi kota Ujjain yang bersejarah (23°10′58″LU, 75°46′38″BT), dan Rohitaka, nama kuna bagi kota Rohtak (28°54′LU 76°38′BT / 28,9°LU 76,633°BT / 28.900; 76.633), sebuah kota dekat medan perang Kurukshetra.[4]

Terletak pada garis yang melewati tempat para setan berkumpul (katulistiwa dan 76° BT) dan gunung yang merupakan takhta para dewa (Kutub Utara), adalah Rohitaka dan Avanti...[5]

Para ahli astronomi kuna India menentukan awal hari berdasarkan terbitnya matahari pada meridian utama di Ujjain,[6] dan membagi hari kepada satuan-satuan yang lebih kecil sesuai dengan cara berikut ini:[7]

Waktu yang dapat diukur adalah waktu yang digunakan pada umumnya, dimulai dengan prāṇa (panjang suatu napas). Pala terdiri dari enam prāṇa, ghalikā terdiri dari 60 pala, dan nakṣatra ahórātra (satu hari penuh), terdiri dari 60 ghalikā. Satu nakṣatra māsa, atau satu bulan penuh, terdiri dari 30 hari.

Jika satu hari dibagi kepada 24 jam, maka prāṇa (atau satu siklus respirasi), satuan terkecil tersebut, sama dengan 4 detik, nilai yang konsisten dengan frekuensi pernapasan normal sebesar 15 napas/menit yang digunakan dalam penelitian kodekteran modern.[8] Surya Siddhanta juga menjelaskan sebuah metode untuk mengkonversi waktu setempat kepada waktu standar Ujjain.[5] Meskipun begitu, waktu standar Ujjain tidak lazim digunakan oleh orang-orang awam di luar bidang tersebut. Hampir sepanjang sebagian besar sejarah India, kerajaan-kerajaan yang berkuasa menggunakan waktu setempat mereka, yang biasanya ditentukan berdasarkan kalender Hindu dalam satuan bulan dan surya.[9] Sebagai contoh, observatorium Jantar Mantar yang dibangun Maharaja Sawai Jai Singh di Jaipur pada tahun 1733 terdiri dari berbagai jam matahari yang tingginya mencapai 27 meter yang digunakan untuk menentukan waktu setempat dengan tepat.

John Goldingham, seorang ahli astronomi Inggris, adalah orang yang dianggap sebagai penetap zona waktu UTC+5:30 seperti yang digunakan hingga kini.

Pada tahun 1792, Perusahaan Hindia Timur Britania (BEIC) mendirikan Observatorium Madras di Chennai (dahulu bernama Madras) berkat usaha Michael Topping, seorang astronom dan pelaut Britania. Pada tahun 1802, John Goldingham yang dilantik sebagai astronom resmi BEIC, menentukan garis bujur Madras (13°5′24″LU,80°18′30″BT) sebagai sama dengan 5 jam 30 menit di hadapan Waktu Greenwich dan merupakan waktu standar setempat. Peristiwa ini menandai penggunaan zona waktu tersebut untuk pertama kalinya, serta perubahan awal hari dari saat matahari terbit menjadi tengah malam. Jam di observatorium terpasang kepada sebuah senjata yang ditembakkan pada jam 8 malam untuk mengumumkan bahwa IST berhasil "berjalan dengan baik".[10] Penentuan waktu untuk kepentingan pelayaran di Pelabuhan Bombay dilakukan Observatorium Colaba di Bombay yang didirikan pada tahun 1826.[11]

Sebagian besar kota-kota di India mempertahankan waktu setempat mereka hingga beberapa tahun setelah diperkenalkannya kereta api pada tahun 1850-an, di mana perlunya sebuah zona waktu yang seragam menjadi penting. Waktu setempat di Bombay dan Kalkuta, sebagai pusat dua Presidensi India Britania terbesar, mempunyai kepentingan yang khusus, dan perlahan-lahan diadopsi oleh provinsi-provinsi dan negeri-negeri kepangeranan (princely state) di sekitarnya. Pada abad ke-19, jam disinkronisasikan menggunakan telegraf – jam yang dipakai kereta api, misalnya, disinkronisasikan melalui sebuah sinyal waktu yang dikirim dari kantor pusat atau kantor wilayah pada waktu tertentu setiap hari.[12]

Pada tahun 1884, Konferensi Meridian Internasional di Washington, DC menentukan zona waktu yang seragam di sepanjang dunia. India diputuskan mempunyai dua zona waktu, di mana Kalkuta menggunakan meridian timur ke-90 dan Bombay meridian 75°BT. Waktu Kalkuta ditetapkan sebagai 5 jam 30 menit 21 detik lebih cepat daripada GMT, sementara waktu Bombay ditetapkan sebagai 4 jam 51 menit lebih cepat dari GMT.[13] Pada akhir 1880-an, banyak perusahaan kereta api mulai memakai waktu Madras (dikenal sebagai "waktu kereta api") sebagai waktu penengah antara kedua zona waktu di atas. Zona waktu lain, waktu rata-rata Port Blair, diterapkan di Port Blair, ibu kota Kepulauan Andaman dan Nikobar di Teluk Benggala. Waktu rata-rata Port Blair ditetapkan sebagai 49 menit 51 detik lebih cepat daripada waktu Madras.[14]

India Britania tidak secara resmi mengadopsi zona waktu standar hingga tahun 1905, saat meridian di sebelah timur Allahabad pada garis bujur 82,5° BT dipilih sebagai meridian pusat bagi India, dan satu zona waktu tunggal bagi seluruh India ditentukan. Hal ini mulai berlaku pada 1 Januari 1906 dan juga diterapkan di Sri Lanka (kala itu bernama Ceylon). Walaupun begitu, waktu Kalkuta masih resmi dipertahankan sebagai zona waktu terpisah hingga tahun 1948[12]

IST dilihat berdampingan dengan negara-negara tetangga

Pada tahun 1925, sinkronisasi waktu mulai dikabarkan melalui sistem telepon omnibus dan sirkuit-sirkuit kontrol kepada organisasi yang memerlukan waktu yang tepat. Hal ini berlangsung hingga tahun 1940-an, ketika sinyal waktu mulai disiarkan menggunakan radio oleh pemerintah.[12]

Setelah kemerdekaan pada tahun 1947, pemerintah India menetapkan IST sebagai waktu resmi bagi seluruh India, meskipun Kalkuta dan Bombay mempertahankan waktu setempat mereka selama beberapa tahun kemudian.[12] Observatorium Pusat dipindahkan dari Chennai ke sebuah tempat dekat Mirzapur agar dapat sedekat mungkin dengan UTC+5:30.

Pada masa Perang Tiongkok-India pada tahun 1962, Perang India-Pakistan pada tahun 1965, dan Perang India-Pakistan pada tahun 1971, waktu musim panas digunakan untuk sementara waktu untuk mengurangi konsumsi energi masyarakat.[1]

Masalah[sunting | sunting sumber]

Sebuah zona waktu tunggal yang mencakup wilayah yang sangat luas menyebabkan lebih besarnya pengeluaran biaya, serta mengakibatkan penjadwalan ulang terhadap acara-acara agar sesuai dengan seluruh wilayah lain di zona waktu tersebut. Jarak sepanjang 2.000 km dari barat ke timur India mencakup 28 derajat garis bujur, sehingga matahari terbit dan terbenam dua jam lebih awal di perbatasan timur India dibandingkan dengan di Rann Kutch di penghujung barat. Warga di negara-negara bagian timur laut telah lama meminta zona waktu terpisah agar dapat memajukan jam mereka agar sesuai dengan terbitnya matahari yang lebih awal pada pagi hari serta menghindari pemakaian listrik yang berlebih pada malam hari.[3]

Pada akhir 1980-an, sekelompok peneliti mengajukan proposal agar India dibagi kepada dua atau tiga zona waktu supaya dapat menghemat energi. Sistem biner yang mereka ajukan menyerupai zona waktu yang dipakai pada masa kolonial Britania Raya; rekomendasi tersebut pada akhirnya tidak diterapkan.[3][15]

Pada tahun 2001, pemerintah India mendirikan sebuah komite beranggotakan empat orang yang berada di bawah Kementerian Sains dan Teknologi untuk meneliti perlunya zona waktu terpisah dan penggunaan waktu musim panas.[3] Hasil temuan mereka yang disampaikan kepada Parlemen pada tahun 2004 oleh Menteri Sains dan Teknologi, Kapil Sibal, tidak merekomendasikan perubahan pada sistem zona waktu tunggal. Menurut komite tersebut, "meridian utama dipilih dengan merujuk kepada sebuah stasiun di pusat, dan negara India tidak mempunyai cakupan wilayah yang besar."[16]

Meskipun pemerintah India telah secara konsisten menolak untuk membagi negara tersebut kepada beberapa zona waktu, terdapat pasal dalam undang-undang perburuhan seperti contohnya Undang-Undang Perburuhan Perkebunan 1951 yang mengizinkan pemerintah pusat maupun negara bagian untuk mendefinisikan dan menentukan waktu setempat untuk sebuah kawasan perindustrian tertentu.[17]

Sinyal waktu[sunting | sunting sumber]

Sinyal-sinyal waktu resmi dihasilkan oleh Laboratorium Standar Waktu dan Frekuensi yang terletak di Laboratorium Fisika Nasional di New Delhi, dan digunakan untuk kepentingan komersil maupun resmi. Sinyal-sinyal tersebut berdasarkan jam atom dan disinkronisasikan dengan sistem jam sedunia yang mendukung Waktu Universal Terkoordinasi (Coordinated Universal Time, UTC).

Laboratorium Standar Waktu dan Frekuensi tersebut:[18]

  • mempunyai empat jam atom sesium dan rubidium;
  • menyediakan jasa penyiaran berfrekuensi tinggi yang beroperasi pada 10 MHz di bawah tanda panggil ATA untuk mensinkronisasikan jam sang pengguna dalam kisaran satu milidetik
  • menyediakan jasa penyiaran waktu dan frekuensi standar berbasis satelit Sistem Satelit Nasional India, yang memberikan IST dengan ketepatan dalam kisaran ±10 mikrodetik dan kalibrasi frekuensi hingga ±10−10; dan
  • melakukan kalibrasi waktu dan frekuensi dengan bantuan penghitung frekuensi dan perekam fase berinterval piko- dan nanodetik

Waktu yang tepat disiarkan melalui radio All India Radio dan jaringan televisi Doordarshan, yang keduanya adalah badan usaha milik negara. Perusahaan-perusahaan telepon juga mempunyai nomor-nomor telepon yang terhubung dengan salinan (mirror) server waktu yang dapat memberikan hitungan waktu yang tepat. Semakin populer pula adalah pemerolehan waktu menggunakan penerima Sistem Penentuan Letak Global (Global Positioning System, GPS).[19]

Dalam kebudayaan populer[sunting | sunting sumber]

  • Warga India sering bercanda bahwa IST merupakan singkatan Indian Stretchable Time ("Waktu Karet India") karena terdapat orang-orang yang umumnya tidak menepati waktu dan acara-acara yang telah dijadwalkan tidak mengikuti jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.[20]
  • Sebagai lelucon, IST "Indian Standard Time" juga dapat merujuk kepada kehadiran yang terlambat atau permulaian yang telat di acara-acara yang diadakan atau dihadiri orang-orang India.[21] Contohnya, jika sebuah konser dijadwalkan akan berawal pada pukul 7 malam (7:00 PM), seringkali acara tersebut baru akan benar-benar dimulai pada jam 8 malam atau setelahnya, atau dengan kata lain "7:00 PM, IST".
  • Salman Rushdie berkomentar dalam novelnya The Satanic Verses bahwa karena India dan Inggris berbeda waktu lima setengah jam, memutar sebuah jam tangan (analog) terbalik di suatu sisi akan menunjukkan waktu di tempat yang lain dengan tepat.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "India Time Zones". Greenwich Mean Time (GMT). Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  2. ^ "Military and Civilian Time Designations". Greenwich Mean Time (GMT). Diakses 2 Desember.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  3. ^ a b c d Sen, Ayanjit (21 Agustus 2001). "India investigates different time zones". BBC News. Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  4. ^ Schmidt, Olaf H. (1944). "The Computation of the Length of Daylight in Hindu Astronomy". Isis, 35(3):205-211. The University of Chicago Press. Diakses 29 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  5. ^ a b Burgess, Ebenezer. 1858-1860. "Translation of the Surya-Sikddhanta, A Text-Book of Hindu Astronomy; With Notes, and an Appendix." Journal of the American Oriental Society, 6:141-498. (hal. 183-186).
  6. ^ Swerdlow, N. 1973. "A Lost Monument of Indian Astronomy." Isis. 64(2):239-243.
  7. ^ Das, Sukumar Ranjan. 1928. "The Equation of Time in Hindu Astronomy", The American Mathematical Monthly, 35(10):540-543. URL diakses pada 1 Desember 2006.
  8. ^ Piepoli, M. 1997. "Origin of Respiratory Sinus Arrhythmia in Conscious Humans." Circulation. 95:1813-1821. URL diakses pada 1 Desember 2006.
  9. ^ Tomczak, Matthias (15 Juli 2004). "Lecture 7: Living with the seasons—the calendar problem". Lectures on Science, civilization and society, Flinders University, Australia. Diakses 1 Desember.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  10. ^ "History of Indian Time (IST)". Greenwich Mean Time (GMT). Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  11. ^ "History of Indian Institute of Geomagnetism". National Informatics Centre. 10 Oktober 2006. Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  12. ^ a b c d "Odds and Ends". Indian Railways Fan Club. Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  13. ^ "Indian Time Zones (IST)". Project Gutenberg. International Conference Held at Washington for the Purpose of Fixing a Prime Meridian and a Universal Day. October, 1884 Protocols of the Proceedings. Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  14. ^ "Note on the earthquake of 31 December 1881, Records of the Geological Survey of India,, XVII(2), 47–53, 1884". Cooperative Institute for Research in Environmental Sciences (CIRES). Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  15. ^ S. Muthiah (2002-01-07). "A matter of time". The Hindu Business Line. The Hindu Group. Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  16. ^ "Standard Time for Different Regions". Department of Science and Technology. 22 Juli 2004. Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  17. ^ "A matter of time". National Resource Centre for Women. Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  18. ^ "Indian Time Today (IST)". Greenwich Mean Time (GMT). Diakses 25 November.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  19. ^ "Satellites for Navigation". Press Information Bureau, Government of India. Diakses 25 November. 
  20. ^ "Tips: Tourism of India". Diakses 21 Januari.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)
  21. ^ "Module 1: Background: General Background". India Unlimited: An Online Tool for Doing Business in India. Center for Asian Studies, The University of Texas at Austin. 9 Juli 2003. Diakses 22 Januari.  Unknown parameter |accessyear= ignored (help)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]