Universitas Ibn Khaldun Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
UIKA
Universitas Ibn Khaldun Bogor
Moto Iman, Ilmu, Amal
Jenis Universitas
Rektor Dr. H. Ending Bahruddin, M.Ag.
Lokasi Jl. K.H Sholeh Iskandar Km.2 Kedung Badak, Tanah SarealBogor, Jawa Barat, Indonesia
Julukan UIKA
Situs web www.uika-bogor.ac.id

Universitas Ibn Khaldun Bogor atau disingkat UIKA adalah salah satu Universitas atau Perguruan Tinggi Islam Swasta di Indonesia, yang didirikan oleh para Tokoh Ulama di Bogor dan merupakan Kampus Islam tertua di Kota Bogor. Kampus UIKA terletak di Jl. K.H. Sholeh Iskandar Raya Km. 4, Kedung Badak, Bogor 16161, Jawa Barat.

Sejarah Singkat[sunting | sunting sumber]

Nama Universitas Ibn Khaldun bogor[1]. diambil dari nama seorang ulama dan cendekiawan muslim abad pertengahan yang bernama Ibn Khaldun. Universitas ini didirikan pada tanggal 10 Desember 1959 dan berkedudukan di Jakarta. Universitas Ibn Chaldun merupakan gabungan dari tiga Fakultas yang dibina oleh Yayasan Ibn Chaldun (Ibn Chaldun Foundation) dan Universitas Djakarta Indonesia yang terdiri dari 4 Fakultas yang ada di Bogor. Universitas Ibn Chaldun ini dibina oleh Yayasan Ibn Chaldun yang berkedudukan di Jakarta. Dengan demikian Ibn Chaldun terdiri dari 7 Fakultas yaitu 3 Fakultas di Jakarta dan 4 Fakultas di Bogor. Itilah sebabnya lambang Universitas Ibn Chaldun terdiri dari 7 sayap.

Pada tahun 1961 empat Fakultas di Bogor memisahkan diri dari UIC dan menjadi dua Universitas yaitu Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Universitas Bogor yang sekarang bernama Universitas Pakuan.

Universitas Ibn Chaldun Bogor (UIC Bogor) didirikan pada tanggal 23 April 1961 dengan Surat Keputusan Dewan Pendiri Yayasan Ibn Chaldun No. 31/DPP/1961. Para pendiri UIC Bogor adalah dr. Marzuki Mahdi, KH. Sholeh Iskandar, RSA. Karta Djumena, Ir. Prijono Hardjosentono, Djunus Dali, Ir. Imam Rahardjo, RSA. Suwigyo, H.M. Djunaedi. UIC Bogor ini diberi hak otonomi baik di bidang organisasi, keuangan maupun administrasi.

Untuk memantapkan pembinaan UIC maka didirikanlah Yayasan Pembina UIC Bogor pada tanggal 5 Nopember 1974. Para pendirinya adalah KH. Sholeh Iskandar, Junus Dali, RM Oentoro Koesmadjo, Ali Audah, Muhammad Entol Kahfi, Yasin Prawira, dan Drs Abdul Qoyyum. Pada tahun 1987 nama Yayasan Pembina UIC diubah menjadi Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor. Sedangkan ejaan Universitas Ibn Chaldun (UIC) diubah menjadi Universitas Ibn Khaldun Bogor disingkat UIKA, dengan motto”Iman, Ilmu, Amal.

Ketua Badan YIC yang pertama adalah dr. Marzuki Mahdi sedang Rektor UIC yang pertama adalah Mr. Abdullah Shiddiq. Periode ini dikemal dengan periode Kampus Papandayan 25 dan Dewi Sartika/Pabrik Gas. Pada tahun 1968 dr. Marzuki Mahdi meninggal dan digantikan oleh Ir. Prijono Hardjosentono. Pada tahun 1970 Ir. Prijono Hardjosentono diangkat menjadi Rektor sedang Badan Pengurus YIC diketuai KH. Sholeh Iskandar. Periode ini dikenal dengan periode Jalan Bangka.

Dengan Program Kerja 5 tahun (1970-1975) BP-YIC berhasil membangun Kampus UIC Bogor di Jalan RE. Martadinata 4 Bogor. Pada tahun 1974 Badan Pengurus Yayasan Ibn Khaldun Bogor ditingkatkan menjadi Yayasan Pembina Universitas Ibn Khaldun Bogor. Pada tahun 1983 dilakukan perubahan baik Yayasan maupun Universitas. Ketua Yayasan KH. Sholeh Iskandar digantikan oleh Ir. Prijono Hardjosentono sedangkan Rektor adalah Dr. Ir. A.M. Saefuddin. Periode ini dikenal munculnya gagasan Islamisasi Sains dan Kampus.

Pada tahun 1987 Yayasan Pembina Universitas Ibn Khaldun Bogor diubah menjadi Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor. Periode ini dikenal dengan lahirnya Pesantren Ulil Albaab. Pesantren Ulil Albaab ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan gagasan Islamisasi Sains dan Kampus. Kemudian berkembang bahwa yang diterima masuk Pesantren Ulil Albaab pada dasarnya adalah Sarjana-sarjana dari semua disiplin ilmu, sehingga banyak diminati mahasiswa/Sarjana lulusan IPB bahkan ada yang dari Lampung dan Yogyakarta. Tujuannya adalah agar para sarjana yang telah lulus dari pesantren Ulil Albaab ini, apabila mereka terjun dalam masyarakat melaksanakan profesinya, ia senantiasa berpegang teguh kepada aqidah Islamiyah, berpedoman kepada syariat Islamiyah dan berakhlaqul karimah.

Suatu hal yang penting untuk disampaikan kepada para mahasiswa adalah bahwa UIKA sejak awal mempunyai motto Iman Ilmu dan Amal yang ditekankan adalah implementasi dari Iman, Ilmu, dan Amal yaitu bagi semua unsur civitas academica UIKA, ia harus mempunyai niat masing-masing. Niat mahasiswa masuk UIKA ini adalah untuk menggali Ilmu, bukan untuk mencari Ijazah itu semata karena ijazah bisa dibeli.

Bagi pengajar yang menjadi dosen UIKA mempunyai tujuan dan niat untuk mengamalkan ilmunya, bukan untuk mencari uang semata.

Bagi karyawan UIKA, ia harus mempunyai niat dan tujuan untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk kelancaran kegiatan akademik, bukan mencari gaji semata. Bagi Pimpinan Yayasan dan Universitas berikut jajarannya adalah untuk memajukan perguruan tinggi baik dengan pikiran, waktu, bahkan harta.

Gagasan Islami Sains dan Kampus pada tahun 1983 itu dimaksudkan agar kita dapat mengkaitkan atau menghubungkan antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama Islam, atau dikatakan pula penggabungan Fakultas Fikir dengan Zikir atau menggabungkan dan mengkaitkan ayat-ayat Kauniah dengan ayat-ayat Tanziliyah.

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

  • Pada tahun 1961, UIKA terdiri dari 4 Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi Jurusan Perusahaan, Fakultas Hukum dan Kemasyarakatan, Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan Paedagogik.
  • Pada tahun 1962 Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Inggris dibekukan karena tidak ada peminatnya.
  • Pada tahun 1963 Fakultas Pendidikan Jurusan Paedagogik memperoleh Status diakui bagi program Sarjana Muda Lengkap dengan Surat Keputusan PTIP No. 48 tahun 1963
  • Pada tahun 1964 didirikan Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Hukum Islam
  • Pada tahun 1965 Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi memperoleh Status diakui bagi program Sarjana Muda Lengkap
  • Pada tahun 1970 Fakultas Sosial Politik ditutup karena kurang peminatnya.
  • pada tahun 1978 didirikan Fakultas Teknik Sipil yang berkembang menjadi Fakultas Teknik.
  • Pada tahun 1980 Fakultas Hukum Islam diubah menjadi Fakultas Syariah, karena pada jajaran Departemen Agama tidak ada Fakultas Hukum Islam sehingga sulit memperoleh Akreditasi.
  • Pada tahun 1981 dibuka jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan memperoleh Status Terdaftar pada tahun 1984.
  • Pada tahun 1982 UIKA menerima Fakultas Tarbiyah dari Universitas Pakuan, atas saran dan persetjuan Koordinator Kopertis Wilayah IV (Jawa Barat).
  • Pada tahun 1983 didirikan Fakultas Ushuluddin ( yang kemudian Fakultas Ushuludin dan Fakultas Tarbiyah digabung Menjadi Fakultas Agama Islam dengan penambahan Program Studi Ekonomi Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaitah, dan Penyiaran Islam )
  • Pada tahun 1984 dibuka Fakultas Industri Jurusan Mesin dan Jurusan Teknologi yang kemudian berdasaran saran Tim Evaluasi Kopertis dan Konsorsium ITB digabungkan ke Fakultas Teknik
  • Pada TahunSekitar 1990, di ahun inilah Jaman Ke-Emasan UIKA, pada tahun ini lahirlah gerakan ISK (Islamisasi Sain dan Kampus) yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS). Munculnya Gagasan Bang Tanpa Bunga yang menjadi cikal bakal Lahirnya Bank Muamalat Indonesia ., Kampus UIKA berpindah ke Jl Baru yang sekarang dinamai jalan K.H Sholeh Iskandar ( founding father UIKA ), berdiri Pesantren Ulil Albab, Perpindahan Kampus, dari kampus yang terpisah-pisah menjadi terpadu dengan menempati lahan cukup luas
  • Pada Tahun 2000, berdiri Program Pasca Sarjana, Direkurnya yaitu Prof K.H Didin Hapidhudin Ms dengan Program Studi nya Magíster Agama Islam
  • Pada Tahun 2005, Program Pascasarjana UIKA bertambah dengan hadirnya Magister Manajemen melalui surat ketetapan dikti Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas No. 3094/D/T/2005 tanggal 16 September 2005
  • Pada Tahun 2007, Program Pascasarjana membuka Program Doktor (S-3) Doktor Pendidikan Islam.
  • Pada Tahun 2008 Fakultas Teknik lahir Laboratorium Riset yang bernama EDfEC (Engineering Development for Energy Conversion and Conversasion).
  • Pada Tahun 2010, Program Pascasarjana menambah lagi Program S-2 ny dengan berdirinya Magister Teknologi Pendidikan dan Program Pendidikan Keluarga Sakinah.Program ini bernaung di bawah Program Studi Pendidikan Islam PPS-UIKA yang kini memiliki empat konsentrasi--Magister Pendidikan Islam, Magister Pendidikan dan Pemikiran Islam, Magister Pendidikan Sains Islam, dan Magister Pendidikan Keluarga Sakinah.
  • Pada Tahun 2011, UIKA Membuka Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan Program Studi Kesehatan Masyarakat berdasarkan SK Mendiknas No. 273/E/0/2011 Tanggal 1 Desember 2011

Tujuan[sunting | sunting sumber]

  • Mengembangkan program pendidikan yang sudah ada agar semakin mampu menghasilkan lulusan yang propesional dan berakhlaqul kariemah.
  • Mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan serta teknologi informasi yang berkualitas internasional.
  • Mengembangkan dan membina masyarakat akademik melalui sistem pendidikan tinggi yang profesional.
  • Mengembangan penelitian dan inovasi teknologi guna memanfaatkan sumber daya secara optimal dan berkelanjutan sehingga dapat mempercepat proses pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  • Mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler yang dinamis.
  • Mengembangkan kerjasama kemitraan nasional dan internasional.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ahmad, M.Rais: "50 Tahun UIKA Bogor.Melintas Zaman, Meretas Jalan Kebangkitan Umat", Penerbit UIKA, (April 2011) ISBN 978-602-99008-0-4