Teh herbal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Teh herbal

Teh herbal (bahasa Inggris: tisane, herbal tea) adalah sebutan untuk ramuan bunga, daun, biji, akar, atau buah kering untuk membuat minuman yang juga disebut teh herbal. Walaupun disebut "teh", ramuan atau minuman ini tidak mengandung daun dari tanaman teh (Camellia sinensis).

Teh herbal biasanya diseduh dengan air panas untuk mendapatkan minuman yang beraroma harum. Namun, teh herbal dari bahan biji tumbuhan atau akar sering perlu direbus lebih dulu sebelum disaring dan siap disajikan. Walaupun mengandung ramuan bunga atau buah kering, teh yang berasal dari daun teh seperti teh melati atau teh Earl Grey tidak disebut sebagai teh herbal. Campuran jeruk bergamot dalam teh Earl Grey atau bunga melati ke dalam teh melati dimaksudkan sebagai pengharum untuk membuat variasi aroma teh.

Teh herbal tersedia dalam kemasan kaleng, kantong teh, atau teh herbal siap minum dalam kemasan kotak. Teh herbal juga sering diiklankan sebagai minuman kesehatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu, bahan-bahan yang dikumpulkan dari kebun, seperti bunga kembang sepatu, seruni, atau kamomila, dan daun-daun beraroma harum seperti pepermin dan rosemary, setelah dikeringkan bisa diramu menjadi teh herbal.

Teh aroma[sunting | sunting sumber]

Teh aroma atau scented tea adalah salah satu dari ketegori teh herbal, dinamakan demikian karena berfungsi untuk memberikan aroma wangi bagi teh pada umumnya. Teh jenis ini memiliki rasa dari ringan sampai medium, dan pada umumnya hanya menghasilkan warna-warna minor yang ringan. Bunga-bunga ditambahkan, umumnya hanya untuk mengharumkan teh meskipun beberapa bunga-bungaan ada yang memberikan manfaat kesehatan.

Teh aroma kadang dirangkai dengan sangat menarik, daun-daun teh dan helaian mahkota bunga dijalin dan diikat dengan benang lalu dipadatkan sedemikian rupa sehingga didapati bongkahan rangkaian teh yang kering dan dapat disimpan lama. Pada prosesnya, sewaktu diseduh daun – daun mulai jenuh dengan air dan helai demi helai mengembang bak bunga demikian pula dengan helaian bunga yang diletakan di tengah dari bulatan, mengembang layaknya benang sari. Muncul wangi yang menyenangkan dari mahkota bunganya, dan air kemudian berubah warna secara perlahan menjadi kuning kecoklatan.