Sunan Kalijaga (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sunan Kalijaga (film)
Sutradara Sofyan Sharna
Penulis Sofyan Sharna
Pemeran Deddy Mizwar
Sunarti Rendra
Zainal Abidin
Clara Sinta
WD Mochtar
Kusno Sudjarwadi
Idjah Bomber
M. Panji Anom
A.N. Alcaff
Chaidar Djafar
Syamsuri Kaempuan
Wolly Sutinah
Durasi .. menit
Negara Indonesia
Anggaran Rp 1 milyar
  • Sunan Kalijaga adalah sebuah film Indonesia tahun 1984 yang dibintangi oleh Deddy Mizwar sebagai Sunan Kalijaga. Menceritakan kisah hidup Sunan Kalijaga, salah satu dari Sembilan Wali yang menyebarkan agama Islam di Indonesia.
  • Sinopsis
  • Seorang anak priyayi yang bernama Raden Mas Said tercenung melihat sebuah keluarga miskin, yang seluruhnya menderita penyakit busung lapar. Merasa prihatin akan kondisi ini, anak ini memutuskan turun tangan untuk menolong mereka. Ia diam-diam mengambil sekantong makanan dari lumbung persediaan milik orangtuanya. Sayangnya jalan pikiran kaum dewasa tak mampu mencerna niat mulia sang anak.
  • Orangtua Raden Mas Said, Tumenggung Wilarikta - petinggi Majapahit di wilayah Tuban - memergoki aksi itu. Di mata Wilarikta, perbuatan putra sulungnya adalah suatu bentuk penjarahan dan itu tak bisa dimaafkan olehnya. Raden Mas Said pun akhirnya diberi hukuman disekap di gudang makanan tersebut. Sejak kejadian itu, Raden Mas Said tak lagi betah di rumahnya.
  • Setelah kejadian tersebut ia berkelana dari satu daerah ke daerah lain. Sepanjang perjalanan, Raden Mas Said melihat sendiri betapa banyaknya korupsi dan penyelewangan kekuasaan yang dilakukan oleh para lurah yang diberi mandat untuk memerintah di daerah kekuasaan masing-masing, dan akibatnya betapa tertindasnya rakyat oleh perbuatan itu. Tapi ketika ia melaporkan apa yang dilihatnya kepada sang ayah, sekali lagi dunia tak berpihak padanya. Raden Mas Said justru dituding sebagai menyebarkan fitnah yang tidak-tidak.
  • Raden Mas Said akhirnya menjalani hidup sebagai perampok. Beruntung ia kemudian berjumpa dengan Sunan Bonang, yang berhasil menginsyafkannya, sekaligus menjadi gurunya.
  • Raden Mas Said diperintahkan untuk melakukan tapa di pinggir kali dan menjaga tongkat Sunan Bonang, hingga Sunan Bonang datang menemuinya untuk mengambil tongkatnya. Penantian panjang di tepian kali itu - hingga lumut dan akar tumbuh menyelimuti tubuhnya - menyebabkan Raden Mas Said memperoleh nur, cahaya Ilahi. Tapanya bertahun-tahun itu memberinya gelar Sunan Kalijaga.
  • Pranala luar