Spinosaurus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Spinosaurus
Rentang fosil: Kretaseus AwalAkhir, 112–97 Jtl
Rekonstruksi rangka S. aegyptiacus di Chiba, Jepang
Rekonstruksi rangka S. aegyptiacus di Chiba, Jepang
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Famili: Spinosauridae
Upafamili: Spinosaurinae
Genus: Spinosaurus
Tipe spesies
Spinosaurus aegyptiacus
Stromer, 1915
Spesies
  • S. aegyptiacus Stromer, 1915
  • S. maroccanus? Russell, 1996


Spinosaurus (Dari Bahasa Yunani, Spino= Tulang belakang atau duri, dan Sauros= kadal[1])merupakan dinosaurus terbesar dari anggota Spinosaurida. Spinosaurus juga merupakan satu dari tiga Theropoda terbesar sepanjang masa, yang hidup di daerah yang kini bisa dikenali sebagai Afrika bagian Utara. Spinosaurus cukup terkenal saat ini, karena ukurannya mengalahkan Tyrannosaurus dan Mapusaurus.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Spinosaurus merupakan Theropoda raksasa yang dapat tumbuh hingga 13, 8 m dengan tinggi lebih dari 6 m (sampai layarnya)dan berat mencapai 7, 6 ton. Panjang tengkorak Spinosaurus 1, 75 m dengan seratus gigi-gigi runcing yang lurus sepanjang kira-kira 17 cm. Ciri khas Spinosaurus adalah tulang belakangnya yang meninggi hingga 1, 8 atau 2 m dan merupakan layar yang dilapisi kulit. Di bawah lapisan kulit keras yang liat tersebut terdapat pembuluh darah yang berguna untuk mengatur suhu tubuh Spinosaurus atau untuk menarik perhatian betina saat musim kawin, karena diperkirakan layar Spinosaurus dapat berubah warna seperti kulit bunglon. Spinosaurus juga mempunyai lubang hidung yang tidak terletak di ujung moncong seperti kebanyakan Theropoda, melainkan di dekat matanya.

Perilaku[sunting | sunting sumber]

Spinosaurus hidup di Afrika Utara, terutama di Mesir dan Maroko. Sejauh ini terdapat dua spesies Spinosaurus, yaitu Spinosaurus aegyptiacus dari Mesir dan Spinosaurus marocconus dari Maroko. Spinosaurus Mesir berukuran lebih besar daripada Spinosaurus Maroko. Spinosaurus hidup di daerah dataran banjir dekat sungai. Para ilmuwan yakin bahwa dinosaurus ini adalah semacam dinosaurus akuatik. Itu berarti kemungkinan besar Spinosaurus bisa berenang dengan baik. Spinosaurus hidup tidak sepenuhnya dari dinosaurus lain, karena mereka sama seperti Spinosaurida lain, adalah pemakan ikan juga. Spinosaurus bisa berburu ikan sungai seperti Onchopristis dan Mawsonia, yang merupakan sumber protein yang bagus untuk dinosaurus sebesar ini. Tidak menutup kemungkinan Spinosaurus juga memburu dinosaurus herbivora seperti Ouranosaurus, Lurdusaurus, atau Sauropoda seperti Aegyptosaurus. Rahang Spinosaurus yang terhitung lemah dan gigi-gigi yang tidak cocok untuk mencabik daging padat membuat para Paleontolog berpikir bahwa Spinosaurus tidak memangsa dinosaurus berukuran besar atau mungkin hanya bangkainya saja. Spinosaurus juga diketahui dengan senang hati menelan Pterosaurida seperti Azhdarchid.

Dalam Kebudayaan Populer[sunting | sunting sumber]

Spinosaurus terkenal terutama karena ukurannya melebihi Tyrannosaurus rex. Spinosaurus dimunculkan dalam film fiksi ilmiah Jurassic Park 3 yang datang saat pesawat yang ditumpangi rombongan Dr. Alan Grant hendak meninggalkan Isla Sorna (Lokasi B) tepat di depan pesawat, yang membuat mereka terlempar jauh ke hutan. Disana, Spinosaurus tampak menghancurkan pesawat dan menewaskan beberapa orang. Spinosaurus ditampilkan dapat membunuh T. rex dengan mudah dengan memelintir lehernya, walau tindakan seperti itu belum bisa dipastikan kebenarannya. Spinosaurus juga dapat menjebol pagar listrik non-aktif dengan mudah, namun berhasil diusir oleh Grant dengan membakar air sekitarnya. Spinosaurus juga ditampilkan dalam film terbaru BBC One yang berjudul 'Planet Dinosaur' dalam episode 1:Lost World.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Creisler, B. (7 July 2003). "Dinosauria Translation and Pronunciation Guide S". Diarsipkan dari aslinya tanggal 2011-05-14. Diakses 3 September 2010. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Glut, D.F. "In search of Spinosaurus." In: Jurassic classics: a collection of saurian essays and Mesozoic musings, pp. 77–85. Jefferson, NC: McFarland, 2001. ISBN 0-7864-0961-4.
  • Nothdurft, W.; and Smith, J. The Lost Dinosaurs of Egypt. New York: Random House, 2002. ISBN 0-375-50795-7.
  • A Tribute to Ernst Stromer: Hundred Years of the Discovery of Spinosaurus aegypticus: Saubhik Ghosh

Pranala luar[sunting | sunting sumber]