Rumpun bahasa Saluan-Banggai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Saluan-Banggai
Distribusi
geografis:
Sulawesi, Indonesia
Klasifikasi
genetik
:
Austronesia
 Malayo-Polinesia
  Sulawesi
   Saluan-Banggai
Pembagian:
Saluanik
Banggai

Rumpun bahasa Saluan-Banggai adalah grup dari bahasa-bahasa yang berhubungan dekat yang dituturkan di bagian timur provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.

Bahasa-bahasa[sunting | sunting sumber]

  • Timur: Balantak
  • Barat
    • Andio
    • Banggai
    • Saluanik: Bobongko, Saluan

Bahasa Saluan,..... Bahasa ini asalnya dari Suku Bangsa LOINANG yang hidup dalam pedalaman Gunung Tompotika, sekitar Tahun 1500 M. Bangsa Loinang telah membentuk sebuah Kerajaan di pesisir utara Sulawesi Bagian Timur, yaitu Kerajaan TOMPOTIKA dengan rajanya bergelar mianu tutui (yang benar, yang nyata) LALOGANI. Setelah diruntuhkan oleh pasukan Tobelo dan sekutunya Sultan Ternate Baab Bullah (1570), rajanya mianu tutui Lalogani gugur dalam pertempuran tersebut, rakyatnya di giring ke Tilamuta, Gorontalo, anak-anaknya mianu tutui Mangamben ke Kintom, mianu tutui Tongkoi ke Lingketeng, dan mianututui Lakauta ke Pakohan yang kemudian membentuk persekutuan baru dengan nama LOINANG Barat. Loinang Barat ini kemudian menyebar ke pesisir pantai yang mereka sebut "MALALUAN" (berpindah ke tempat lain), yang kemudian saat ini dikenal dengan bangsa SALUAN (1700 M). Bahasanya Madi (tidak). Ada perbedaan ucapan Bahasa asli (Loinang) di pedalaman dengan bahasa Saluan (Loinang) di pesisir, misalnya, menyebut Garam = Timuson (Saluan-Loinang pesisir) = peje (asli Loinang pedalaman). Demikian pula untuk menyebut Tembakau = Tigo (Saluan-Loinang pesisir) = Lumut (asli Loinang Pedalaman). Lihat hasil penelitian LP3M Insan Cita, Haryanto Djalumang Luwuk Banggai...

Suku Loinang, membentuk wilayah kekuasaan yang mereka sebut KUTUNUTANO (wilayah asli penduduk) yang mendiami pegunungan Tompotika, pemimpinnya bergelar MIANUTUTUI (yang nyata, yang utama), DAKA'NYO (pemimpin besar), BOSANYO (pemimpin). Rajanya bernama Mianututui Lalogani, Daka'nyo Tongkoi, dan Bosanyo Mangamben, mereka adalah anak-anak Mianututui Tompotika Lalogani, yang hidup Tahun 1500 M. sebelum wilayah ini dihancurkan pasukan Tobela Sultan Ternate Baab Ullah (1570-1580), dibantu pasukan Gorontalo dan Boul. Bangsa Loinang, secara turun-temurun membentuk generasi, ke arah Barat menjadi Loinang Barat (Lingketeng,Pakohan, Baloa, Simpang); ke arah Selatan menjadi Loinang Kahumamaon (Kintom, Mondonu, Kayoa, Tangkian, Lontio, Nambo); ke arah Timur menjadi Balantak, Andio (Masama), dan ke arah Pusat Kota Luwuk mejadi Mianu Keleke, Mangkin Piala (Dr.JJ.Doermier,Banggaisech Adatrech,1947; Dr.Alber C.Kruyt, De To loinang Van Celebes, De Balantak Stadies van Celebes, 1931, Haryanto djalumang, Sejarah Kabupaten Banggai, Rajawali press, Jakarta, 2012.

Bahasa Loinang (Saluan), sudah dilakukan penelitian oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, dengan tim peneliti; Pertama Ahmad Saro,dkk., Sastra Lisan Saluan, 1988; Kedua Inghuang A.Sofyan,dkk., Sistem Pemajemukan Bahasa saluan, 1992 dan Daur Hidup Suku Saluan, 1996; Ketiga Asri Hente, dkk., Struktur Bahasa Saluan Penelitian ini baru pada tahap suku Saluan di Pesisir, sedangkan di pedalaman (Loinang) belum dilakukan penelitiannya..

Pranala luar[sunting | sunting sumber]