ReadyBoost

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

ReadyBoost adalah sebuah fitur yang terdapat di dalam sistem operasi Microsoft Windows Vista, Windows Server 2008, dan Windows 7. Fitur ini bisa bekerja dengan menggunakan flash memory, drive USB 2.0, kartu memori Secure Digital (SD), CompactFlash, atau media penyimpanan massal lainnya yang berbasis flash memory untuk digunakan sebagai disk cache.

ReadyBoost juga digunakan untuk memfasilitasi fitur SuperFetch, sebuah fungsi prefetcher yang sebelumnya ada dalam Windows XP, tapi diperbarui dalam Windows Vista, yang mampu melakukan analisis terhadap pola penggunaan disk saat proses booting berlangsung dan membuatkan sebuah tembolok (cache) yang kemudian dapat digunakan untuk proses booting berikutnya.

Selayang Pandang[sunting | sunting sumber]

Menggunakan memori flash yang mendukung fitur ReadyBoost (perangkat memori NAND) untuk melakukan caching mengizinkan Windows Vista dan Windows Server 2008 untuk melakukan pembacaan disk secara acak dengan performa yang umumnya 80 hingga 100 kali lebih cepat ketimbang hard disk tradisional biasa. Fungsi caching ini bisa diaplikasikan ke semua isi dari hard disk, tidak cuma page file saja atau berkas-berkas sistem (seperti DLL atau SYS). Perangkat memori flash umumnya lebih lambat memang saat disuruh memproses I/O secara berurutan (sequential I/O), sehingga untuk memaksimalkan performa, ReadyBoost menawarkan logika untuk mengenali permintaan pembacaan secara berurutan yang besar, untuk lalu mengizinkan permintaan-permintaan tersebut dilayani oleh hard disk.

Tab ReadyBoost pada properti USB flash drive

Saat sebuah perangkat yang kompatibel dicolokkan ke dalam port-nya, kotak dialog Windows AutoPlay menawarkan sebuah pilihan tambahan untuk menggunakan flash drive tersebut untuk mempercepat sistem. Selain itu, ada pula sebuah tab di dalam kotak dialog Properties milik drive flash memory tersebut, di mana di situ kita bisa mengonfigurasikan ruangan yang hendak digunakan, mulai dari 250 MiB hingga 4GiB. ReadyBoost juga bisa melakukan enkripsi, dengan menggunakan algoritma AES-128, dan melakukan kompresi semua data yang diletakkan di dalam perangkat flash memory tersebut. Untuk masalah kompresi, Microsoft telah memberikan pernyataan bahwa rasio kompresi 2:1 merupakan rasio yang umum digunakan, sehingga ukuran cache 4 GiB dapat mengandung hingga 8 GiB data.

Menurut Jim Allchin, untuk rilis-rilis masa depan Windows, ReadyBoost juga dapat menggunakan RAM cadangan yang terdapat di dalam PC-PC yang berbasis Windows Vista yang dihubungkan melalui jaringan.

Tampilan tab Windows ReadyBoost pada USB flash drive saat drive yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan.

Sebuah perangkat yang disebut kompatibel untuk ReadyBoost harus memenuhi beberapa kebutuhan berikut:

  • Kapasitas yang dibutuhkan paling tidak 256 MiB (atau 250 MiB setelah pemformatan).
  • Perangkat yang lebih besar daripada 4 GiB akan memiliki hanya 4 GiB yang bisa digunakan untuk fitur ReadyBoost.
  • Perangkat tersebut harus memiliki waktu akses 1 milidetik atau bahkan kurang dari 1 milidetik.
  • Perangkat tersebut harus mampu melakukan pembacaan paling tidak 2,5 Megabyte per detik untuk pembacaan acak dalam blok 4 KiB di atas keseluruhan drive tersebut. Selain itu, perangkat juga harus mampu melakukan penulisan paling tidak 1,75 Megabyte per detik untuk penulisan secara acak dalam blok 512 KiB di atas keseluruhan drive tersebut.
  • Perangkat tersebut harus paling tidak memiliki ruangan kosong sebesar 235 MiB.
  • Perangkat tersebut harus diformat dengan menggunakan sistem berkas NTFS, FAT16, atau FAT32. Sistem berkas exFAT tidak didukung.
  • Fitur ReadyBoost dalam Windows Vista dan Windows Server 2008 hanya dapat mendukung satu perangkat saja yang bisa digunakan untuk fitur ini.

Jumlah kapasitas memori flash yang dapat digunakan untuk akselerasi Windows ReadyBoost yang direkomendasikan adalah satu hingga tiga kali jumlah kapasitas memori RAM yang terinstalasikan di dalam komputer.

Performa[sunting | sunting sumber]

Sebuah sistem dengan RAM berkapasitas 512 MiB (spesifikasi minimum untuk Windows Vista) dapat memperoleh performa yang cukup signifikan dengan menggunakan fitur ReadyBoost ini. Dalam sebuah kasus pengetesan, ReadyBoost dapat mempercepat operasi dari 11,7 detik menjadi hanya 2 detik (Sebagai perbandingan, meningkatkan memori fisik dari 512 MiB menjadi 1 GiB dapat menguranginya hingga 0.8 detik).

Performa dalam desktop[sunting | sunting sumber]

Ide inti dari ReadyBoost adalah bahwa sebuah flash drive memiliki seek time yang jauh lebih cepat ketimbang hard drive (dengan seek time kurang dari 1 milidetik), sehingga mengizinkan ReadyBoost untuk menyelesaikan permintaan-perintaan yang cepat saat melakukan booting atau membaca beberapa berkas sistem tertentu saja. ReadyBoost juga menawarkan keunggulan tambahan, yakni memiliki dua sumber secara paralel di mana sistem dapat membaca data darinya. Sayangnya, USB flash drive relatif lambat dalam membaca dan menulis, jika dibandingkan dengan hard disk desktop modern. Hard disk desktop modern kini dapat melakukannya 2 kali hingga 10 kali lebih cepat ketimbang USB flash drive. Akan tetapi, USB flash drive masih menawarkan keunggulan saat disuruh untuk mengakses secara acak (random access), di mana random access yang dimilikinya kurang dari 1 milidetik, jika dibandingkan dengan 12 milidetik yang dimiliki oleh hard disk desktop modern.

Performa dalam laptop[sunting | sunting sumber]

Dalam komputer laptop, performa memang lebih terasa menggunakan memori flash, harga memori laptop relatif lebih tinggi ketimbang sistem desktop, dan juga karena kebanyakan laptop menggunakan hard disk dengan putaran piringan 4200rpm atau 5400rpm yang agak lambat. Selain itu, pada laptop, fungsi caching yang ditawarkan oleh ReadyBoost dapat mengurangi akses hard disk, sehingga mengizinkan hard disk untuk mengurangi putaran untuk menghemat umur baterai. Lebih jauh lagi, karena memang manajemen daya pada umumnya diaktifkan pada komputer laptop saat digunakan untuk mobilitas, maka ReadyBoost menjadi sebuah cara yang lebih efisien untuk mengingkatkan produktifitas dari perangkat tersebut.

Performa dari NAND flash caching (dalam bentuk teknologi Intel Turbo Memory) juga banyak dipertanyakan oleh beberapa manufaktur komputer. Menurut sebuah review online, Turbo Memory memang menghasilkan sebuah performa yang lebih tinggi atau usia baterai yang lebih lama, tapi Turbo Memory menambahkan rata-rata 100 US$ kepada harga dari sebuah laptop.

Sebelum Windows Vista Service Pack 1 (SP1), ReadyBoost sangat kurang efektif saat komputer ditaruh dalam kondisi sleep. ReadyBoost gagal untuk mengenali data yang terdapat di dalam cache dan memulai ulang proses caching saat kembali dari modus sleep tersebut. Untungnya Vista Service Pack 1 telah menyelesaikan masalah ini.

Catatan[sunting | sunting sumber]

Karena memang flash drive memiliki jumlah penulisan yang dapat dilakukannya, ReadyBoost mungkin akan mengauskan drive tersebut, meski hal ini mungkin menghabiskan waktu yang lama dan bergantung pada beberapa faktor. Menurut Microsoft, drive tersebut dapat berahan untuk beroperasi paling tidak 10 tahun.