Qian Xuesen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Qian Xuesen (Tsien Hsue-shen)
Tsien Hsue-shen.jpg
Lahir 11 Desember 1911
Hangzhou, China
Meninggal 31 Oktober 2009 (umur 97)
Beijing, China
Bidang Aeronautics
Institusi Institut Teknologi California
Alma mater Universitas Chiao Tung Nasional
Institut Teknologi Massachusetts
Institut Teknologi California
Pembimbing doktoral Theodore von Kármán
Dikenal karena Jet Propulsion Laboratory (JPL)
Pasangan Jiang Ying

Qian Xuesen (Hanzi Sederhana: 钱学森; Hanzi Tradisional: 錢學森; pinyin: Qián Xuésēn; Wade–Giles: Ch'ien Hsüeh-sên) (11 Desember 1911 – 31 Oktober 2009) merupakan perintis teknologi roket baik di Amerika Serikat maupun Cina.

Qian bersama beberapa insinyur Amerika Serikat ikut mendirikan Jet Propolsion Laboratory pada 1936, lembaga yang yang di belakang hari menjadi salah satu lengan utama NASA.

Jenius Cina ini kembali ke kampung halaman, meski sudah berkewarganegaraan Amerika Serikat, karena ia dicurigai sebagai seorang komunis. Sesampai di Tiongkok, ia segera melatih insinyur negerinya membuat roket dan mengajukan proposal penelitian pembuatan roket.

Hasilnya, Cina memiliki peluru kendali antar benua serta roket yang saat ini tidak hanya membawa satelit tapi juga astronot.

Karier Qian dimulai setelah ia lulus kuliah pada 1934 di Universitas Jiaotong, Qian, Cina, pada usia 23 tahun. Sebagai sarjana pintar, dua tahun berikutnya ia mendapat beasiswa di California Institute of Technology dan belajar dari Theodore von Karman, orangyang bisa disebut bapak roket Amerika Serikat.

Pada tahun ia datang itu pula, Jet Propolsion Laboratory didirikan oleh Karman bersama sejumlah jenius lain termasuk Qian. Saat Perang Dunia II, laboratorium ini berusaha melawan roket balistik pertama dunia: V-2 buatan Jerman. Qian pun berstatus sebagai konsultan Pentagon dan mendapat pangkat asimilasi kolonel.

Setelah Perang Dunia II selesai, Qian dikirim ke Jerman dan mengais-ngais teknologi V-2 serta mewawancarai pembuatnya, Wernher von Braun. Saat itu usia Qian baru 30-an tahun tapi Karman sudah menyebutnya sebagai jenius.

Pada usia 1949, ia melamar menjadi warga negara Amerika Serikat. Tapi pihak imigrasi menemukan namanya ada dalam satu dokumen Partai Komunis Amerika Serikat, sehingga mereka menolak. Hanya dua pekan setelah ia dicurigai komunis, kariernya langsung berhenti.

Saat itu Amerika Serikat sedang berada di puncak antikomunis. Semua yang berbau komunis, langsung dijungkalkan.

Qian sendiri pada dasarnya bukan komunis. Istri yang ia nikahi pada 1947, misalnya, adalah Jiang Ying. Jiang Ying ini akan seorang jenderal dan tangan kanan Chiang Kai-shek, pemimpin Cina nasionalis yang akhirnya tersingkir ke Taiwan.

Qian, yang jengkel, akhirnya menyatakan akan kembali ke Tiongkok. Amerika segera menahannya. Akhirnya, dengan ditukar tawanan perang Amerika yang ditahan Cina dalam Perang Korea, Qian bisa kembali ke kampung halamannya.

Banyak pihak berusaha agar Qian tetap bekerja di Amerika Serikat. Pihak Pentagon salah satunya. Begitu pula pihal California Institute of Technology, juga berusaha membebaskan Qian dari tahanan sampai menyewa pengacara untuknya.

Kurang dari setahun setelah kembali ke Tiongkok, Qian mengusulkan kepada pemerintah Tiongkok untuk membuat roket balistik. Proposal itu disetujui pemerintah Tiongkok dan pada akhir 1956, Qian menjadi direkturnya.

Pada 1958, Qian merampungkan perencanaan rudal balistik Dongfeng. Rudal ini semula meminjan teknologi Rusia. Rusia, seperti Amerika Serikat, awalna mengendalikan teknologi V2 Jerman.

Belakangan Dongfeng menjadi rudal antarbenua dan sampai sekarang masih menjadi andalan Cina. Selain itu, Dongfeng juga menjadi basis teknologi roket Long March yang menjadi andalan Cina untuk meluncurkan satelit serta, belakangan, astronot.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]