Protoplas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Protoplas sel daun Petunia sp. dengan perlakuan enzim selulase dan pektinase

Sel tanaman pada umumnya dilindungi oleh dinding sel dari selulosa yang keras untuk menopang struktur tanaman. Sel tanaman yang telah kehilangan dinding selnya disebut dengan istilah protoplas.[1] Protoplas dapat diisolasi dari berbagai macam jaringan ataupun organ tanaman seperti daun, tunas, akar, dan buah.[2]

Isolasi Protoplas[sunting | sunting sumber]

Protoplas dapat diisolasi dari jaringan dengan metode secara mekanik dan kimia.

Metode Mekanik[sunting | sunting sumber]

Protoplas dapat diisolasi dari jaringan dengan metode secara mekanik dan kimia. Isolasi protoplas secara mekanik diperkenalkan sekitar 100 tahun yang lalu, dan fusi pertama dengan metode isolasi ini pada tahun 1909.[3]

Pada awal 1892, Klercker mencoba melakukan isolasi protoplas menggunakan metode mekanik. Prinsip dasar dari metode mekanik ini adalah memotong jaringan tanaman yang plasmolisis karena adanya induksi osmotik untuk mengambil protoplas. Jumlah protoplas yang didapat dengan metode ini terbatas dan prosedur ini hanya bisa diterapkan pada beberapa tipe jaringan.[4]

Metode Kimia[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1960, Cocking menggunakan metode isolasi protoplas dengan reaksi enzimatis. Cocking menggunakan selulase kasar dari Myrothecium verrucaria untuk mengisolasi protoplas dari akar tomat.[5] Prinsip dari metode isolasi menggunakan enzim adalah digesti dinding sel tanaman dengan menggunakan enzim selulase dan macerozim untuk menghasilkan protoplas.[1]

Kelebihan dan Kekurangan[sunting | sunting sumber]

Keuntungan yang utama dari fusi protoplas tanaman adalah dapat dilakukan hibridisasi antara spesies tanaman yang secara seksual tidak kompatibel atau yang sulit untuk dilakukan hibridisasi seksual.[6] Keuntungan lainnya adalah protoplas dapat menyerap molekul dan organel asing dengan cara fagositosis. Hal ini menguntungkan dalam studi virologi karena protoplas lebih mudah diinfeksi dan dapat diinfeksi oleh virus yang berbeda dalam satu sel.[7] Meskipun dengan fusi protoplas ini dapat menghibridisasi semua spesies tanaman. Namun, fusi protoplas memiliki kelemahan, yaitu rendahnya regenerasi tanaman dari protoplas. Jarang sekali terjadinya pembentukan kalus dari protoplas hasil hibridisasi.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Wu FH et al. 2009. Tape-Arabidopsis Sandwich - a simpler Arabidopsis protoplast isolation method. Plant Methods 5: 16.
  2. ^ Vasil I, Ahuja MR, Vasil V. 1979. Plant tissue cultures in genetics and plant breeding. Adv Genetics 20: 127-215.
  3. ^ Gautheret, R.J. 1985. History of plant tissue and cell culture: A personal account, in Cell Culture and Somatic Cell Genetics of Plants (Vasil, I. K., ed.), Vol 2. Hal 1-59. New York: Academic Press.
  4. ^ Klercker JA. 1892. Eine Methode zur Isolierung Iebender Protoplasten. Hal 463-471. Stockholm: Oefvers.
  5. ^ Cocking EC. 1960. Selection and somatic hybridization. In Frontiers of Plant Tissue Culture. Hal 151-158. Calgary: Univ of Calgary Press.
  6. ^ a b Ahuia MR. 1982. Isolation, Culture, and Fusion of Protoplasts, Problems and Prospects. Silvae Genetica 31(2-3): 66-77.
  7. ^ Sengbusch PV. 2003. Protoplasts. [terhubung berkala]. http://www.biologie.uni-hamburg.de/b-online/e29/29c.htm [20 Mei 2010].