Pocong vs Kuntilanak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pocong vs Kuntilanak
Film19651.jpg
Sutradara David Poernomo
Produser Zainal Susanto
Penulis David Poernomo
Pemeran Ahmad Zaki
Allya Rossa
Aldiansyah Taher
Ikhsan Samiaji
Diana Puspita
Amanda Faried
Distributor Mitra Pictures
Durasi 90 menit
Negara Indonesia

Pocong vs Kuntilanak merupakan film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2008. Film ini akan dibintangi antara lain oleh Ahmad Zaki, Allya Rossa, Aldiansyah Taher, Ikhsan Samiaji, Diana Puspita, dan Amanda Faried.

Plot[sunting | sunting sumber]

Vonny Von Klingen hidup di masa sekarang dengan teman-temannya dan kemampuannya meramal. Kehidupannya biasa saja hingga ia diperkenalkan dengan seorang pria bernama Marcell, pemilik sebuah toko tato. Ibu Vonny, Reika, telah disuruh oleh kakaknya untuk berbuat sesuatu kepada Vonny. Vonny, Marcell, dan ketiga teman mereka pergi ke rumah Marcell dengan Aksha (Aldiansyah Taher) yang membawa jelangkung untuk dimainkan. Selesai bermain, Marcell yang baru kembali ke kamar mandi diserang oleh sebuah Kuntilanak. Kemudian sebuah Pocong datang dan bersamanya menghilang.

Selesainya, Vonny akhirnya diceritakan oleh Rieka bahwa mereka memelihara Kuntilanak untuk mencegah perbuatan jahat yang menimpa keluarga mereka. Marcell yang dulu menghina keluarga Vonny diam-diam, adalah salah-satu korban pelajaran kecil dari Kuntilanak tersebut. Rieka kini meminta Vonny untuk melanjutkan tradisi keluarga turun-temurun untuk memberikan tumbal dan sesajen kepada Kuntilanak. Riekapun kembali ke ruang semedi yang ada di rumah. Terakhir kali ia dilindungi Kuntilanak, iapun meninggal karena serangan jantung.

Selesai pemakaman Reika, Vonny yang mengkaitkan kata-kata Marcell dengan kematian Ibunya mulai mejauhi Marcell. Sesampai di rumah, Vonny bertemu dengan Budenya yang menceritakan kisah kenapa keluarganya memelihara Kuntilanak sejak dahulu. Leluhur Vonny, Nyi Soroh, saat penjajahan Belanda memutuskan untuk menikahi Von Klingen, seorang juragan Belanda. Sebenarnya, Raden Soekotjo, jawara di kampung itu mencintai Nyi Soroh, namun Nyi Soroh yang tidak mau dimadu, menolaknya. Dendam, Raden Soekotjo berkata akan membunuh Nyi Soroh yang ternyata telah memelihara Kuntilanak. Raden Soekotjopun ditemukan meninggal. Sebelum ia meninggal, pesan terakhir Raden Soekotjo kepada anaknya adalah, agar tali pocong mayatnya jangan dilepas. Hal itu akan menjadikan Raden Soekotjo menjadi arwah penasaran berbentuk pocong. Sejak itulah, Raden Soekotjo dengan bentuk pocongnya terus berusaha membunuh garis keturunan Nyi Soroh dan Von Klingen dan terus digagalkan oleh Kuntilanak.

Di tempat Marcell, belakangan ini ia dihantui oleh mimpi berupa Pocong. Dan sepertinya semua orang termasuk Agnes, pacar Aksha, dan Ruby, teman Agnes, turut dikejar. Berkat pegawai di toko tato yang menelusuri dunia gaib, Marcell dan Aksha berusaha mengusir teror pocong dengan melarungkan sesajen ke sebuah kali. Setelah selesai, Marcell datang ke rumah Vonny dan mengungkapkan perasaannya sekaligus meminta maaf. Mereka berciuman, tapi terganggu oleh telepon pegawai Marcell yang saat ini masih diteror pocong, membuat Marcell harus pergi. Bude Vonny kembali banyak menasehatinya perihal Kuntilanak. Yakni tentang satu orang dari satu generasi saja yang bisa memelihara Kuntilanak, dan kenyataan bahwa apabila Kuntilanak tidak segera diteruskan pemeliharaannya, maka Kuntilanak akan dendam dan menyakiti orang-orang yang menjadi penerus pemanggil Kuntilanak.

Ruby yang masih takut atas kejadian Pocong, justru kini dihantui Kuntilanak. Iapun diserang oleh Kuntilanak di tempat tidurnya. Setelah Vonny, Agnes, dan Akhsa datang dan kini menuju rumah Vonny, Akhsa mendapat berita bahwa pegawainya yang terteror Pocong meninggal. Di rumah Vonny, Bude Vonny meninggal karena Pocong, begitupun Akhsa. Sementara Agnes yang berusaha lari, dicekik oleh Kuntilanak. Vonny yang melihatnya, menyerah kepada Kuntilanak dan mempersilahkannya tetap mengabdi kepada keluarga Von Klingen. Lalu Kuntilanakpun menghilang. Vonny kebawah dan mendengar suara datangnya Marcell, lalu ia berpelukan dengan Marcell di tengah hutan yang ternyata tengah dirasuki arwah Raden Soekotjo, berusaha membunuh Vonny. Ternyata untuk dilindungi Kuntilanak yang baru berpindah pemelihara, sang pemelihara harus merapalkan mantera agar Kuntilanak datang. Tapi, Vonny sendiri dirasuki Kuntilanak dan antara ia dan Marcell saling mencekik.

Di tempat lain, Mbok Darmi, pembantu Vonny yang akrab dengan cerita Von Klingen, menyelamatkan Agnes yang sudah siuman dan menyuruh sopir pribadi keluarga untuk menggali makam-makam, berusaha menemukan Pocong Raden Soekotjo dan melepaskan tali pocongnya. Mbok Darmi lupa memperingatkan sang sopir untuk tidak mencabut tali pocong terlebih dahulu, karena apabila dicabut, maka Marcell akan ikut meninggal. Satu-satunya cara adalah membebaskan Marcell dari pengaruh Pocong.Agnes nekat kabut dengan membawa cincin yang akan diberikan Marcell kepada Vonny, dan Agnes berhasil menyadarkan Marcell. Saat itulah tali pocong dilepas dari instruksi Mbok Darmi. Vonnypun lepas dari pengaruh Kuntilanak berikut Marcell. Mereka berdua bersama Agnespun berpelukan karena semuanya sudah berakhir.

Film berakhir dengan beberapa adegan yang mengimplikasikan bahwa baik Kuntilanak dan Pocong masih belum tenang.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]