Perdagangan (kota)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kota Perdagangan adalah salah satu kota kecil di Sumatera Utara, Indonesia, tepatnya di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Letaknya lebih kurang 170 km dari Kota Medan, ibu kota Sumatera Utara dan 40 km dari Kota Pematangsiantar. Kota Perdagangan dikelilingi oleh perkebunan baik perkebunan yang dikelola oleh negara maupun yang dikelola oleh swasta asing. Masyarakat umumnya bertani dan berdagang namun adapula bekerja diindustri rumahan dan pabrikpengolahan minyak sawit. seiring perkembangan yg mulai merata,disekitar kota anda akan menemukan sarang burung walet yang menjulang tinggi yang juga sebagai lahanbisnis yang cukup membangkitkan perekonomian di kota ini,yang hasilnya sudah ke luar provinsi dan luar negeri didukung perbankkan BRi,Mandiri,BNI,Syariah Mandiri Serta Bank Sumut ikut serta dalam membangkitkan perekonomian di sini,kehadiran Bank dan anjungan tunai mandiri yang memadai 24 jam menjamin segala kebutuhan transaksi perbankkan, selain perkebunan dan pertanian [Industri] Mayoritas Para penduduk di kota ini umumnya beragama Kristen ,Islam,dan sekitar 15 %beragama buddha dan hindu, sedangkan sektor ekonomi penduduk berasal dari sektor perdagangan, pertanian dan perkebunan. Suku bangsa yang dapat ditemukan di sini adalah Batak (Toba, Simalungun, Karo), Jawa, Tionghoa, Melayu ,suku aceh serta,keturunan india, belanda, portugis

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di kota ini, telah banyak berdiri tingkat sekolah dari taman kanak kanak hingga sekolah tinggi, tingkat TK-SD-SMP-SMA swasta dan negeri untuk sekolah tinggi baru kalangan swasta yang berperan. Beberapa sekolah swasta yang ikut membangun pendidikan di kota perdagangan Tk-SD-SMP-SMA Abdi Sejati yang awal berdiri bernama Cinta rakyat di jl sisingamangaraja, SMP-SMA Cipto , SD Muhammadiyah 02 Perdagangan, SMP Muhammadiyah Perdagangan,

Di Pusat kota Perdagangan terdapat Balai Pertemuan yang disebut Balai Karya Murni, atau di katakan masyarakat setempat " Lapangan Segitiga "