Perawan Seberang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Perawan Seberang
Perawan Seberang.jpg
Poster film
Sutradara Chiska Doppert
Produser Raj Indra Singh
Pemeran Julia Perez
Cinta Ratu
Jeremiah Likumahua
Chand Kelvin
Guntur Triyoga
Studio Wasita Film
Tanggal rilis 29 Agustus 2013 (2013-8-29)
Durasi 90 menit
Negara Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia

Perawan Seberang adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 29 Agustus 2013. Film ini disutradarai oleh Chiska Doppert. Film ini dibintangi oleh Julia Perez dan Cinta Ratu.

Pada awalnya nama film ini adalah Perawan Dayak. Namun karena protes yang dilayangkan pihak Suku Dayak yang tak mau nama sukunya dibawa-bawa untuk kepentingan promosi film, akhirnya film ini berganti nama menjadi Perawan Seberang.[1]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kisah berawal dari keinginan Yulia Sumbukurung, anak dari Pangkalima Kumbang Jaya salah satu ketua suku Dayak yang sangat terkenal di Kalimantan untuk melanjutkan kuliah ke Jakarta. Keinginan tersebut disambut gembira oleh keluarganya. Dengan ritual untuk melepaskan kepergian Yulia, Pangkalima Kumbang Jaya memberikan sebuah kalung Penyang, yaitu sebuah kalung untuk melindungi Yulia dari segala kejahatan.

Kisah berlanjut ketika di kampus, Aryo yang merupakan mahasiswa ganteng dan kaya tertarik melihat Yulia yang memang sangat cantik. Tapi sebelum niatnya terwujud untuk mendekati Yulia, Reymon berpesan ke Aryo agar berhati-hati kepada Yulia yang memiliki kekuatan "magic". Mereka pun bertaruh ratusan juta jika Aryo bisa mendapatkan Yulia

Yulia terkejut saat sahabatnya, Ratna mengajaknya ke pesta Aryo. Dengan desakan Ratna, Yulia pun mau berangkat dan melepaskan kalung Penyang. Yulia tidak menyadari bahaya mengancamnya. Di acara pesta, Yulia mendapatkan kejadian yang sangat mengenaskan yang mengakibatkan dirinya tak sadarkan diri.

Selama enam bulan Yulia dalam kondisi koma, pada saat Yulia pulih dari kondisi koma , Yulia menjadi shock karena mengetahui dirinya hamil. Karena merasa malu tidak bisa menjaga nama baik keluarga dan leluhur, Yulia bunuh diri. Karena sakit hati, Pangkalima Kumbang Jaya memberikan kutukan kepada para pemerkosa Yulia.

Sejak kejadian bunuh diri dan kutukan terucap dari Ayah Yulia, mulailah teror terjadi. Satu persatu dari kawanan Aryo dan kawan-kawan mengalami teror teror yang sangat menakutkan.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]