Pengabdi Setan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pengabdi Setan
PengabdiSetan.jpg
Sampul rilis VHS Jepang yang asli
Sutradara Sisworo Gautama Putra
Produser Sabirin Kasdani
Subagio S.
Penulis Cerita
Subagio S.
Skenario
Sisworo Gautama Putra
Naryono Prayitno
Imam Tantowi
Pemeran Ruth Pelupessy
W.D. Mochtar
Fachrul Rozy
Simon Cader
Diana Suarkom
I.M. Damsyik
Doddy Sukma
Siska Karebety
Musik Gusti Anom
Sinematografi F.E.S. Tarigan
Distributor Rapi Films (Indonesia)
Brentwood Home Video (AS)
Durasi 96 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia

Pengabdi Setan (Internasional: Satan's Slave) adalah sebuah film horor tahun 1980 dari Indonesia yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Film ini sangat terkenal pada masanya bahkan sampai di dunia internasional, dirilis dalam berbagai format seperti VHS dan kemudian DVD di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang.

Film ini pada masanya dikenal sebagai salah satu dari beberapa film horor awal yang menggantikan tema horor yang diwarnai kepercayaan Kristen atau Buddha dengan kepercayaan Islam. Film ini memiliki kemiripan alur cerita dengan film AS tahun 1979 berjudul Phantasm yang disutradarai Don Coscarelli. Film ini telah mencapai status kultus di antara para fans dari film horor Asia, terutama karena film ini belum tersedia selama bertahun-tahun kecuali sebagai VHS versi cetakan Jepang tanpa teks terjemahan bahasa Inggris. Pada tahun 2006, Brentwood Home Video, spesialis label video AS merilis versi cetak yang tidak dipotong dalam format DVD untuk rilis ritel sebagai bagian dari seri Eastern Horror ("Horor Timur").

Plot[sunting | sunting sumber]

Sebuah keluarga kaya yang jauh dari agama mendapat musibah ketika sang Ibu wafat. Sang Ibu meninggalkan seorang ayah bernama Hendarto yang hanya peduli kehidupan bisnis, serta satu putra yang pendiam bernama Tomi dan putri bernama Rita yang kecanduan pesta, bersama mereka ada satu pembantu bernama Pak Karto (HIM Damsyik) yang taat agama dan sudah sakit-sakitan. Pada malam pertama setelah kematian sang Ibu, Tomi menjumpai Ibunya kendati tidak berbincang. Keesokan harinya, dari saran temannya Tomi menyambangi seorang peramal yang berkata bahwa seluruh keluarganya terancam bahaya yang sangat besar dan akan menewaskan mereka semua. Lalu sang peramal menyarankannya untuk memperkuat diri dengan ilmu hitam.

Sejak itu Tomi menjadi aneh dan pendiam karena ia berkonsentrasi mendalami ilmu hitam. Pacar Rita, Herman, mengatakan bahwa 40 hari sesudah kematian orang, orang tersebut masih berada di sekitar rumahnya. Seorang pengurus rumah dikirim dari kenalan sang ayah bernama Darminah. Rita mulai mendapati dirinya ketakutan karena melihat sesosok kuntilanak, sementara Herman berkata bahwa Darminah bukanlah orang baik-baik dan akan membicarakannya besok saat akan pergi ke rumah seorang dukun. Lalu, Pak Karto yang mulai sering kambuh mencium kelakuan Darminah yang aneh dan mencurigakan. Tomi, dinasehati seorang pria di toko buku untuk memulai melaksanakan salat. Saat ia ingin melakukannya, sesosok kuntilanak menghampirinya dan berkata kepadanya untuk menghentikan hal tersebut. Malam yang sama, Pak Karto yang sedang berjaga terkunci di sebuah gudang dan paginya ditemukan Tomi, mayatnya digantung. Pada siangnya, Herman yang baru pergi dari suatu tempat nyaris menabrak seorang wanita dan membuat dirinya tertabrak truk. Wanita yang nyaris ditabrak adalah Darminah. Malamnya, Toni dan Rita berbincang, sepakat bahwa hantu yang berada di rumah mereka harus dihilangkan. Saat Rita keluar, ia dikejar oleh zombie Herman yang mengejarnya hingga Rita ditolong Darminah.

Paginya, Rita mengutarakan keinginan dirinya dan Tomi untuk memanggil dukun kepada ayahnya. Ayahnya setuju dan memanggil dukun. Dukun yang disewa, mendapatkan serangan pecahan kaca dan serakan kelopak bunga, Rita, Tomi, dan Hendarto melihat kepala sang dukun dilempari chandelier yang berputar. Setelah semua selesai, Darminah mengendap-ngendap pergi ke suatu tempat, Tomipun mengikutinya. Darminah pergi ke kuburan dan dibelakangnya terdapat Herman dan Karto yang seperti zombie, Darminah membangkitkan ibu Tomi untuk disuruh membunuh keluarganya sendiri. Tomi ketahuan mengintip dan dikejar, untung ia berhasil kabur dan sampai ke rumah, ia langsung memperingatkan Hendarto dan Rita akan Darminah. Rita percaya, tapi Hendarto tidak dan bersama mereka pergi ke kamar Darminah yang ternyata Darminah sudah ada disana. Keesokan harinya Rita dan Tomi nekat menggali kuburan ibunya dan masih melihat mayatnya ada disana. Sekembalinya, Rita, Tomi, dan Hendarto diganggu mayat hidup. Rita diganggu Herman, Tomi diganggu Karto, Hendarto diganggu istrinya. Setelah berhasil kabur dari kamar, mereka bertiga berlari ke ruang makan dan melihat Darminah memegang sebuah tengkorak dan rambut kribo. Darminah ternyata adalah setan yang berusaha mengintimidasi orang yang imannya lemah. Lalu, setelah diteror dan meninggal tanpa sempat bertaubat, orang itu akan dijadikan abdi setan di neraka. Rita, Herman, dan Tomi lari ke pintu depan dan berhasil membuka pintu, yang di depan sudah ada seorang kiai dan pendukungnya. Bersama mereka menghadang Darminah dan ketiga zombie dengan rapalan surat Al-Qur’an. Mereka semuapun terbakar.

Film berakhir dengan Hendarto, Tomi, dan Rita sudah bertaubat dan baru kembali dari masjid menuju mobil. Disebelah mereka ada sebuah mobil yang ditempati seorang wanita (Darminah).

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]