Persatuan Sepak Bola Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari PSM)
Langsung ke: navigasi, cari
PSM Makassar
Logo PSM
Nama lengkap Persatuan Sepak bola
Makassar
Julukan Juku Eja
Pasukan Ramang
Didirikan 2 November 1915
Alamat Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 3
Makassar
Stadion Andi Mattalatta,
Makassar, Indonesia
Kapasitas 30.000
Ketua Umum Ilham Arief Sirajuddin
Sekretaris M. Ishlah Idrus
Bendahara Suhardi Hamid
Manajer Ilham Arief Sirajuddin
Pelatih Raja Isa Raja Akram
Asisten Pelatih Ali Baba, Ansar Abdullah
Dokter Tim dr. Arwin Amiruddin
Liga Liga Indonesia
2008 Liga Super Indonesia
Gambar:Kit_left_arm.png Gambar:Kit_body.png Gambar:Kit_right_arm.png
Gambar:Kit_shorts.png
Gambar:Kit_socks.png
 
Seragam kandang
Gambar:Kit_left_arm.png Gambar:Kit_body.png Gambar:Kit_right_arm.png
Gambar:Kit_shorts.png
Gambar:Kit_socks.png
 
Seragam tandang


Persatuan Sepak bola Makassar (disingkat PSM Makassar) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. PSM Makassar saat ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia. PSM Makassar merupakan salah satu tim terkuat di Indonesia dan telah mewakili Indonesia dalam Liga Champions Asia dua kali. PSM Makasar merupakan tim dengan catatan prestasi paling stabil di pentas Liga Indonesia, dengan sekali menjadi juara, empat kali runner up, dan hanya sekali gagal masuk putaran final. Kisah sejarah PSM Makasar dimulai pada tanggal 2 November 1915 yang dinyatakan sebagai berdirinya sebuah perkumpulan sepakbola bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) yang di kemudian hari tercatat sebagai embrio Persatuan Sepakbola Makassar (PSM). Dalam perjalanan prestasinya, MVB menampilkan orang-orang bumi putera di jajaran elite persepakbolaan Hindia Belanda seperti Sagi dan Sangkala sebagai pemain andal sekaligus promotor yang disegani kalangan Belanda. Pada masa itu, sekitar tahun 1926-1940, MVB sudah melakukan pertadningan dengan beberapa kesebelasan dari dalam negeri dan luar negeri, di antaranya dari Jawa, seperti Quick, Excelcior, HBS, sejumlah klub dari Sumatera, Borneo, dan Bali. Sedang dari luar negeri kesebelasan dari Hongkong dan Australia.

Pada usianya ke-25, kegiatan MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar. Orang-orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap. Pemain-pemain pribumi dijadikan Romusa, dan sebagian dikirim ke Burman (kini Myanmar). MVB praktis lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepakbola di Indonesia. Di Makassar, ketika itu segala yang berbau Belanda mutlak dilenyapkan, sebaliknya untuk mencari dukungan penduduk, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia. Dan MVB pun berubah menjadi Persatuan Sepakbola Makassar (PSM).

Saat Indonesia terlepas dari penjajahan. PSM mengadakan reorganisasi dan reformasi di bawah pimpinan Achmad Saggaf yang terpilih menjadi sebagai Ketua PSM. Meskipun sederhana, roda kompetisi PSM mulai bergulir dengan baik dan teratur. Udara kemerdekaan ikut memberi nafas baru bagi PSM. Tahun 1950, PSM mulai mengadakan ekspansi ke Pulau Jawa untuk menjalin hubungan dengan PSSI. Bintang-bintang PSM pun bermunculan. Dan yang paling fenonemal adalah Ramang. Bahkan, kehebatan Ramang yang menjadi ikon PSM hingga kini masih jadi legenda dan tercatat indah dalam sejarah persepakbolaan nasional. Roh dan semangat Ramang pula yang tetap ada dan hidup di tubuh PSM dan membuat kesebelasan ini dijuluki Pasukan Ramang.

PSM pertama kali menjadi juara perserikatan tahun 1957 dengan mengalahkan PSMS Medan pada partai final yang digelar di Medan. Sejak itu PSM yang dijuluki menjadi kekuatan baru sepakbola Indonesia. PSM menjelma menjadi tim elite. Total lima kali gelar juara perserikatan diraih tim yang lebih sering disebut sebagai Juku Eja atau Ikan Merah, julukan yang diberikan berdasar pada warna kostum yang mereka kenakan. PSM meraih juara perserikatan pada tahun 1959, 1965, 1966, dan 1992.

Ketika tim-tim perserikatan digabung dengan tim-tim galatama menjadi Liga Indonesia sejak tahun 1994, PSM selalu masuk jajaran papan atas hingga sekarang. Setiap musim, PSM selalu diperhitungkan dan menjadi salah satu tim dengan prestasi paling stabil di Liga Indonesia. Meski demikian, baru sekali klub ini menjadi juara yakni pada Liga Indonesia tahun 2000, dan selebihnya empat kali menjadi tim peringkat dua pada Liga Indonesia 1995/1996, 2001, 2003, dan 2004.

Saat juara Liga Indonesia PSM mencatat prestasi mengesankan dengan hanya menderita 2 kali kekalahan dari total 31 pertandingan. Saat itu PSM mengumpulkan pilar-pilar tim nasional seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santotal tosa, Miro Baldo Bento, Kurniawan yang dikombinasikan dengan pemain asli Makasar seperti Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, dan Rachman Usman, ditambah Carlos de Mello, dan Yosep Lewono. PSM merajai pentas Liga Indonesia dengan menjuarai Wilayah Timur, dan di babak 8 besar menjuarai Grup Timur. Di semifinal, PSM mematahkan perlawanan Persija Jakarta, sebelum mengatasi perlawanan gigih Pupuk Kaltim di final yang berkesudahan 3-2.

Salah satu yang menjadi ciri PSM hingga selalu menjadi tim papan atas adalah permainan keras dan cepat yang diperagakan pemainnya, dan dipadu dengan teknik tinggi. Tak hanya itu, pemain PSM juga terkenal tangguh dan tidak cengeng dalam kondisi lapangan apa pun. PSM juga didukung oleh regenerasi yang kontinyu dan melahirkan pemain-pemain andalan di tim nasional. Tak hanya itu, kiprah para pemain di lapangan juga didukung oleh deretan pengusaha asal Sulawesi Selatan yang bergantian mengurusi managemen PSM.

PSM Makasar yang juga dijuluki Ayam Jantan Dari Timur memiliki sekitar 24 kelompok suporter, diantaranya adalah The Macz Man, Mappanyuki, Ikatan Suporter Makasar (ISM), Suporter Hasanuddin, Suporter Dealos, Suporter Reformasi, Komando, Suporter Bias, Suporter Kubis, Karebosi, Gunung Lokong, Suporter PKC (Pannampu, Kalumpang, dan Cumi-cumi, Red Gank (Pattene).

Daftar isi

[sunting] Prestasi

[sunting] Perserikatan

[sunting] Liga Indonesia

[sunting] Liga Champions Asia

  • 2001 - Perempat final (masih bernama Piala Champions Asia)
  • 2004 - Babak pertama
  • 2005 - Babak pertama

[sunting] Skuad 2008/2009

[sunting] Pemain terkenal

[sunting] 1950-1960an

[sunting] 2000-an

[sunting] Pranala luar


  Liga Indonesia  l  d  s 
Liga Super | Divisi Utama | Divisi Satu | Divisi Dua | Divisi Tiga
Liga Super Indonesia 2008
Arema | Bontang PKT |Deltras | Pelita Jaya | Persela | Persib | Persiba | Persija | Persijap
Persik | Persipura | Persita | Persitara | Persiwa | PSIS | PSM | PSMS | Sriwijaya FC
Divisi Utama Liga Indonesia 2008
Wilayah Satu
Mitra Kukar | Persibat Batang | Persih Tembilahan | Persikab Bandung | Persikabo | Persikad | Persikota | Persiraja
Persisam | PSAP Sigli | PSDS Deli Serdang | PSP | PSPS | PSSB Bireun | Semen Padang
Wilayah Dua
Bali FC | Gresik United | Persebaya | Perseman | Persiba | Persibo | Persibom | Persikad
Persidago | Persekabpas | Persema Malang | Persiku Kudus | Persis | PSIM | PSIR | PSS
Musim-musim Divisi Utama Liga Indonesia

1994/1995 | 1995/1996 | 1996/1997 | 1997/1998 | 1998/1999 | 1999/2000 | 2001 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | 2007 | 2008

Divisi Satu Liga Indonesia
Grup Satu
PSBL Langsa | PSLS Lhokseumawe | PSSA Asahan | Persires Rengat | PSKPS Padang Sidempuan | Persidi Idi
Grup Dua
PS Bungo | PSBL Bandar Lampung | PS Banyuasin | PS Palembang | PSBS Bangkinang | Pespessel
Grup Tiga
PPSM Magelang | Persik Kendal | Pro Duta Bandung | PSISra Sragen | Persipur Purwodadi | Pesik Kuningan
Grup Empat
Persipon Pontianak | Persepar Palangkaraya | Persipasi Bekasi | PSB Bogor | PSKS Cilegon | Perserang Serang
Grup Lima
Persipro Probolinggo | Persedikab Kediri | Persikoba Kota Batu | Persebi Boyolali | Persida Sidoarjo | Perseta Tulung Agung
Grup Enam
PSMP Mojokerto | Persiko Kotabaru | PSBI Blitar | Perst Tabanan | Persewangi | Persid Jember
Grup Tujuh
Kendari Utama | Perssin Sinjai | Persemalra Tual | Persipare Parepare | Persipal Palu
Grup Delapan
Persidafon Dafonsoro | Persiram Raja Ampat | PSBS Biak Numfor | Persitoli Tolikara | Persinab Nabire | Yahukimo FC | Persigubin Gunung Bintang


Peralatan pribadi
Bahasa lain