Mudra

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Arca Buddha Wairocana di Candi Mendut menampilkan Dharmachakra Mudrā, sikap tangan pemutaran roda dharma.

Mudrā [muːˈdrɑː] (Dewanagari: मुद्रा, dalam bahasa Sanskerta artinya: "lambang" atau "segel") adalah gestur atau sikap tubuh yang bersifat simbolis atau ritual dalam Hinduisme dan Buddhisme. Ada beberapa mudrā yang melibatkan seluruh anggota tubuh, akan tetapi kebanyakan hanya dilakukan dengan tangan dan jari. Mudrā adalah gestur spiritual dan penanda energi dan keaslian dalam ikonografi dan praktik spiritual dalam tradisi agama Dharma serta Taoisme.

Dalam yoga, mudrā dilakukan bersamaan dengan pranayama (latihan pernapasan yoga), umumnya dilakukan sambil bersila dalam pose Wajrasana, dilakukan untuk merangsang berbagai bagian tubuh yang berkaitan dengan latihan pernapasan dan memengaruhi aliran prana dalam tubuh.

Ikonografi[sunting | sunting sumber]

Mudrā kerap digunakan dalam ikonografi kesenian Hindu dan Buddha di India dan disebutkan dalam beberapa naskah, seperti Natya Shastra, yang mencantumkan 24 asaṁyuta ("terpisah", artinya "satu-tangan") dan 13 saṁyuta ("bersama", artinya "dua-tangan") mudrā. Posisi mudrā biasanya terbentuk dari tangan dan jemari. Bersama dengan asana ("postur duduk"), dan dilakukan baik secara statis dalam meditasi maupun secara dinamis dalam Natya Yoga yang dipraktikan dalam ajaran Hinduisme. Masing-masing mudrā memiliki dampak tertentu bagi pelakunya. Beberapa sikap tangan dapat ditemukan baik dalam ikonografi Hindu maupun Buddha. Di beberapa kawasan seperti Thailad dan Laos terdapat penafsiran dan bentuk tersendiri.

Menurut Jamgon Kongtrul dalam komentarnya tentang Hevajra Tantra, ornamen tulang simbolis the (Skt: aṣṭhiamudrā; Tib: rus pa'i rgyanl phyag rgya) juga dikenal sebagai "mudra" atau "segel".[1]

Mudrā dalam Yoga[sunting | sunting sumber]

Mudrā adalah bentuk dasar praktik yoga, sebagai contoh, buku paling populer yang diterbitkan sekolah yoga di Bihar disebut Asana, Pranayama, Mudrā, Bandha.

  • Chin Mudrā
  • Chinmaya Mudrā
  • Adi Mudrā
  • Brahma Mudrā
  • Prana Mudrā

Mudrā dalam Buddhisme[sunting | sunting sumber]

  • Abhaya Mudrā
  • Bhumisparsha Mudrā
  • Dharmachakra Mudrā
  • Dhyāna Mudrā
  • Varada Mudrā
  • Vajra Mudrā
  • Vitarka Mudrā
  • Jnana Mudrā
  • Karana Mudrā

Mudrā di Borobudur[sunting | sunting sumber]

Sebuah arca Buddha di dalam stupa berterawang

Borobudur dirancang membentuk mandala besar yang melambangkan kosmologi buddhis, suatu konsep alam semesta dalam buddhisme. Aslinya terdapat 504 arca buddha duduk bersila dalam posisi lotus serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu. Terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana yang diwakili oleh masing-masing Dhyani Buddha. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha; masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri.[2]

Mengikuti urutan Pradakshina yaitu gerakan mengelilingi searah jarum jam dimulai dari sisi Timur, maka mudra arca-arca buddha di Borobudur adalah:

Arca Mudra Melambangkan Dhyani Buddha Arah Mata Angin Lokasi Arca
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur TMnr 10016277.jpg Bhumisparsa mudra Memanggil bumi sebagai saksi Aksobhya Timur Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi timur
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur TMnr 60013976.jpg Wara mudra Kedermawanan Ratnasambhawa Selatan Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi selatan
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur voorstellende Dhyani Boeddha Amitabha TMnr 10016276.jpg Dhyana mudra Semadi atau meditasi Amitabha Barat Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi barat
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur voorstellende Dhyani Boeddha Amogasiddha TMnr 10016274.jpg Abhaya mudra Ketidakgentaran Amoghasiddhi Utara Relung di pagar langkan 4 baris pertama Rupadhatu sisi utara
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur voorstellende Dhyani Boeddha Vairocana TMnr 10015947.jpg Witarka mudra Akal budi Wairocana Tengah Relung di pagar langkan baris kelima (teratas) Rupadhatu semua sisi
COLLECTIE TROPENMUSEUM Boeddhabeeld van de Borobudur TMnr 60019836.jpg Dharmachakra mudra Pemutaran roda dharma Wairocana Tengah Di dalam 72 stupa di 3 teras melingkar Arupadhatu

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kongtrul, Jamgön (author); (English translators: Guarisco, Elio; McLeod, Ingrid) (2005). The Treasury of Knowledge (shes bya kun la khyab pa’i mdzod). Book Six, Part Four: Systems of Buddhist Tantra, The Indestructibe Way of Secret Mantra. Bolder, Colorado, USA: Snow Lion Publications. ISBN 1-55939-210-X (alk.paper) p.493
  2. ^ Roderick S. Bucknell and Martin Stuart-Fox (1995). The Twilight Language: Explorations in Buddhist Meditation and Symbolism. UK: Routledge. ISBN 0700702342. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]