Momentum (analisis teknis)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Momentum dan laju perubahan (rate of change, ROC) adalah suatu indikator sederhana dalam melakukan analisis teknis yang memperlihatkan perbedaan antara harga penutupan hari ini dan harga penutupan N-hari yang lalu. Momentum adalah perbedaan yang terjadi.

\mathit{momentum} = \mathit{penutupan}_\mathit{hari\,ini} - \mathit{penutupan}_{N\,\mathit{hari\,lalu}}

Tingkat skala perubahan diukur berdasarkan harga penutupan yang lama untuk menggambarkan kenaikan sebagai fraksi dari:

\mathit{laju\,perubahan} = {\mathit{penutupan }_\mathit{hari\,ini} - \mathit{penutupan}_{N\,\mathit{hari\,lalu}} \over \mathit{penutupan}_{N\,\mathit{hari\,lalu}} }

Momentum secara umum adalah harga yang merupakan kelanjutan dari tren. Indikator momentum dan tingkat perubahan menunjukkan nilai positif sewaktu terjadinya kenaikan harga dan nilai negatif sewaktu terjadinya penurunan harga.

Perlintasan naik ke atas menembus nilai nol dapat digunakan sebagai indikator sinyal beli, dan sebaliknya pada perlintasan turun ke bawah melewati nol adalah indikator sinyal jual. Seberapa rendah (sewaktu negatif) atau tingginya (sewaktu positif) indikator dapat menunjukkan seberapa kuatnya suatu tren.

Cara momentum menunjukkan perubahan absolut misalnya apabila terdapat kenaikan 300 sepanjang 20 hari, dimana tingkat perubahan memperlihatkan hal tersebut sebagai 0,25 untuk kenaikan sebesar 25% sepanjang periode yang sama.

Pergerakan rata-rata sederhana[sunting | sunting sumber]

Momentum adalah perubahan pergerakan rata-rata sederhana (simple moving average-SMA) pada N-hari antara kemarin dan hari ini dengan skala faktor N, misalnya :

{\mathit{momentum} \over N} = \mathit{SMA}_\mathit{hari ini} - \mathit{SMA}_\mathit{kemarin}

Salah satu kelebihan indikator ini yaitu kemampuannya untuk melihat kemungkinan ke depan dengan memberikan sinyal dini atas pengurangan momentum yang diikuti dengan berakhirnya tren dan perubahan arah. Atau dengan kata lain yaitu jika tren akan berakhir maka momentum dari pergerakannya akan berkurang sampai akhirnya menembus garis nol yang menandakan berakhirnya tren dan tren baru akan terjadi.

Kegunaan lain dari indikator ini adalah untuk mengetahui kondisi pasar saat terjadinya kelebihan minat jual atau beli yang berarti akan terjadinya perubahan harga. Perubahan harga tidak akan terjadi sampai indikator meninggalkan daerah kelebihan minat jual atau beli ( overbought/oversell)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]