Merah Putih (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk Sang Saka Merah Putih (bendera nasional Indonesia), lihat: Bendera Indonesia.
Merah Putih (film)
Merah Putih 2009 Poster.jpg
Sutradara Yadi Sugandi
Produser Conor Allyn
Gary Hayes
Penulis Conor Allyn
Rob Allyn
Pemeran Lukman Sardi
Donny Alamsyah
Darius Sinathrya
Zumi Zola
Teuku Rifnu Wikana
Rahayu Saraswati
Rudy Wowor
Astri Nurdin
Musik Thoersi Argeswara
Sinematografi Padri Nadeak
Penyunting Sastha Sunu
Distributor Media Desa Indonesia
Margate House
Durasi 108 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Anggaran Rp 60 Miliar (untuk trilogi film) [1]
Diikuti oleh Darah Garuda (2010)

Merah Putih merupakan film drama fiksi historis Indonesia yang dirilis tahun 2009 dan bagian pertama dari rangkaian film"Trilogi Merdeka" yang merupakan trilogi film perjuangan pertama di Indonesia. Film ini disutradarai oleh Yadi Sugandi dan dirilis dengan semboyan "Untuk merdeka mereka bersatu". Film ini dibintangi antara lain oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor, dan Astri Nurdin.

Merah Putih dirilis di bioskop secara nasional pada tanggal 13 Agustus 2009 di jaringan Bioskop 21 dan Blitzmegaplex.

Latar belakang film[sunting | sunting sumber]

Merah Putih adalah film yang diproduksi oleh kolaborasi Media Desa Indonesia milik Hashim Djojohadikusumo (pengusaha dan adik calon wakil presiden RI 2009 Prabowo Subianto) dan rumah produksi film internasional Margate House milik Rob Allyn dan Jeremy Stewart. Latar cerita film ini diambil berdasarkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 saat terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda I ke jantung pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Tengah. Cerita Merah Putih berputar di sekawanan karakter fiktif yang menjalin persahabatan sebagai kadet dan selamat dari pembantaian oleh tentara Belanda. Mereka kemudian berperang sebagai tentara gerilya di pedalaman dengan diwarnai konflik karena perbedaan sifat, status sosial, etnis, budaya, dan agama.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Berkisah tentang perjuangan melawan tentara Belanda pada tahun 1947. Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu),Soerono - Zumi Zola, dan Marius (Darius Sinathrya) adalah lima kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah Barak Bantir di Semarang Jawa Tengah. Masing-masing mempunyai latar belakang, suku, dan agama yang berbeda. Suatu ketika, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet kecuali Amir, Tomas, Dayan dan Marius terbunuh. Mereka yang berhasil lolos, bergabung dalam pasukan gerilya di pedalaman Jawa. Disana,mereka menemui strategi untuk mengalahkan banyak pasukan Belanda.[2]

Tokoh dan pemeran[sunting | sunting sumber]

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

Syuting film[sunting | sunting sumber]

Merah Putih dishoot dengan kamera film 35mm di tiga lokasi di Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang dan Yogyakarta.

Kru lokal[sunting | sunting sumber]

Sebelum membesut Merah Putih, Yadi Sugandi adalah sinematografer dan penata fotografi untuk film-film seperti Laskar Pelangi (2008), Under The Tree (2008), 3 Hari Untuk Selamanya (2007), dan The Photograph (2007). Penataan artistik dikerjakan oleh Iri Supit yang pernah membesut penataan artistik film Ca-bau-kan (2001) dan berbagai film laris Indonesia yang lain. Saat dirilis film ini dibintangi oleh banyak bintang film populer Indonesia seperti Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, dan Teuku Rifnu Wikana. Film ini juga didukung oleh Astri Nurdin dan memperkenalkan aktris Rahayu Saraswati yang mendapat pendidikan akting di London dan Hollywood.

Kru internasional[sunting | sunting sumber]

Film ini juga mengumpulkan tim ahli efek spesial dan ahli teknis film dengan pengalaman dalam pembuatan film Hollywood seperti: koordinator efek spesial dari Inggris Adam Howarth yang pernah terlibat dalam film Saving Private Ryan dan Blackhawk Down; koordinator stunt Rocky McDonald (Mission: Impossible II, The Quiet American); Penata rias dan artis efek visual Rob Trenton (The Dark Knight); Penata perlengkapan perang John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins: Wolverine); dan Asisten sutradara pertama Mark Knight (December Boys, Beautiful). [3]

Biaya produksi[sunting | sunting sumber]

Merah Putih tergolong film yang sangat mahal dan mungkin paling mahal dalam sejarah perfilman Indonesia, namun karena didukung Hashim Djojohadikusumo (pengusaha yang tercatat sebagai orang terkaya ke-10 di Indonesia versi sebuah majalah terkenal), film tersebut dapat diproduksi dengan biaya 6 juta dolar AS atau setara dengan Rp 60 miliar untuk ketiga film dalam trilogi tersebut, termasuk juga untuk kegiatan promosi ke sejumlah negara di luar negeri. [4]

Sekuel[sunting | sunting sumber]

Film kedua dalam Trilogi Merdeka, yaitu Merah Putih 2: Darah Garuda telah dirilis pada bulan September 2010 dan film ketiga, Hati Merdeka, telah dirilis tahun 2011. Pemain seperti Lukman Sardi, Darius Sinathrya dan Rudy Wowor kembali dalam sekuel-sekuel ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Merah Putih Film Perang Lokal Gaya Hollywood - Halaman pers situs resmi film Merah Putih, diakses 13 November 2009.
  2. ^ Laman Merah Putih di Cineplex Film Merah Putih
  3. ^ Halaman Pers Film Merah Putih - Situs Resmi Film Merah Putih, diakses 13 November 2009.
  4. ^ "Merah Putih Bangkitkan Nasionalisme" - Beritajitu.com, diakses 13 November 2009

Pranala luar[sunting | sunting sumber]