Martin dari Aragon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Martin dari Aragon

Martin dari Aragon (29 Juli 1356 – 20 Januari 1410), disebut yang Lebih Tua, yang Manusiawi, Rohaniwan, merupakan Raja Aragon, Valencia, Sardinia, dan Korsika dan Pangeran Barcelona dari tahun 1396 dan Raja Sisilia dari tahun 1409 (sebagai Martin II). Ia merupakan keturunan terakhir dari garis keturunan laki-laki yang sah Wilfred yang Berbulu dan dengannya pemerintahan Wangsa Barcelona berakhir.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Martin dilahirkan pada tahun 1356, mungkin di Girona atau di Perpignan. Ia merupakan putra kedua Raja Peter IV dari Aragon dan Eleanor dari Sisilia (Leonora dari Trinacria), para pangeran Sisilia cabang Wangsa Aragon.

Sebagai seorang kadet pangeran keluarga kerajaan Aragon, Martin diberikan Wilayah Adipati Monblanch (modern Montblanc).[1] Pada tahun 1380 ayahnya menunjuknya sebagai maharaja dan bupati kepulauan Sisilia, yang kemudian juga dikenal sebagai Trinacria, karena ratunya Mary dari Sisilia, yang merupakan sepupu Martin masih di bawah umur (ayah Mary, Frederick III dari Trinacria, wafat pada tahun 1377). Sebagai putra Eleanor dari Sisilia, Martin sendiri adalah pewaris kepulauan tersebut, jika keluarga Mary meninggal.

Di Barcelona pada tanggal 13 Juni 1373 Martin menikahi María López de Luna (wafat di Villarreal, 20 Desember 1406), putri dan pewaris Lope,[2] Maharaja dan Pangeran Pertama Luna dan Maharaja Segorbe dan istri Brianda de Got/de Agasunt, lahir di Provence, berhubungan dengan Paus Klemens V.

Kerajaan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1396, Martin menggantikan kakandanya John I, yang wafat tanpa keturunan, atas takhta Aragon. Akan tetapi, para bangsawan Nobel menyebabkan ketidak tenangan dan Martin disimpan di Sisilia. Sementara itu, istri Martin, María López de Luna, menuntut takhta atas nama Martin dan bertindak sebagai wakilnya sampai ia tiba pada tahun 1397. Akan tetapi, keterlambatan itu membuka jalan untuk lebih banyak problem dan perselisihan yang muncul di Aragon. Haknya atas takhta diperebutkan, pertama-tama oleh Pangeran Matthew dari Foix atas nama istrinya Joanna, putri John I yang lebih tua. Akan tetapi, Martin berhasil meredakan invasi tersebut oleh pasukan pangeran.

Setelah kematian Joanna yang tidak memiliki keturunan, putri kedua John, Yolande dari Aragon, menikah dengan Angevin Raja Louis II dari Napoli dan melanjutkan tuntutan tersebut, seperti juga yang dilakukan putra-putranya.

Martin melancarkan perang salib melawan Moor di Afrika Utara pada tahun 1398 dan 1399.

Aragon telah berusaha untuk menundukkan Sardinia sejak pemerintahan James II, dan secara bertahap Aragon telah menaklukkan sebagian besar pulau tersebut. Akan tetapi, pada tahun 1380, di dalam pemerintahan ayah Martin Peter IV, sisa kerajaan Arborea yang bebas menjadi sebuah benteng pemberontakan dan Aragon dengan cepat didorong kembali oleh Eleanor dari Arborea, sehingga praktis seluruh Sardinia hilang. Raja Martin mengirim putranya Martin yang Lebih Muda, Raja Sisilia, untuk menguasai kembali Sardinia. Tak lama sebelum kematiannya, putra yang memenangkan Perang Sanluri (San Luis, San Luigi) pada tahun 1409, mengusir Genova sekutu Sardinia, dan menaklukkan sejumlah besar bangsawan Sardinia. Kejadian ini segera menyebabkan Arborea kehilangan total kemerdekaan.

Martin menggantikan putranya sebagai Raja Sisilia, sebagai Martin II. Secara keseluruhan, Kerajaan Aragon menikmati damai eksternal selama pemerintahan Martin dan ia bekerja untuk memadamkan perselisihan internal yang disebabkan oleh bangsawan, faksi dan bandit. Ia mendukung garis Avignon dari Paus dan Aragon, Anti-Paus Benediktus XIII, memegang kedudukan itu di sepanjang masa pemerintahan Martin. Intervensi militer Martin menyelamatkan Benedict yang ditawan pada tahun 1403 dari cengkeraman saingan-saingannya dan Paus menetap di daerah pedesaan Valencia.

Setelah kematian anak-anaknya yang sah James (lahir 1378), John (lahir 1380) dan Margaret (lahir 1384/1388), yang semuanya mati muda,[2] Raja Martin menunjuk sepupunya James II dari Urgell, agnate sah yang terdekat Istana Kerajaan Aragon, sebagai Gubernur jenderal seluruh kerajaan Aragon, yang posisinya secara tradisional milik calon pewaris. Ia menikah untuk yang kedua kalinya di Bellesguart atau Bellresguard pada tanggal 17 September 1409 dengan sepupunya Margaret dari Prades (1385 – Biara Monrepes, 1422/1429, kemudian menikah lagi pada tahun 1414 dengan Juan de Vilaragut (wafat 1422)), putri Peter dari Aragon, Pangeran Prades dan Baron dari Entenza (1352 – Sisilia, 1395 dan istri (menikah 1385) Juana de Cabrera (wafat 1419), namun pernikahan yang singkat itu tanpa keturunan.

Suksesi[sunting | sunting sumber]

Ketika Martin wafat di Valdonzella atau di Barcelona pada tahun 1410 (tampaknya dari kombinasi yang mematikan gangguan pencernaan dan tawa tak terkendali[3]), keturunan sahnya yang lahir dari pernikahannya dengan Ratu Maria, telah meninggal. Pernikahan kedua Martin, dengan Margaret dari Prades, tidak menghasilkan keturunan. Hanya cucunya yang tak sah, Frederick, Pangeran Luna, meneruskan garis keturunan Martin. Frederick adalah anak haram Martin yang lebih muda. Raja itu, meskipun keinginannya dan beberapa upaya, tidak berhasil mendapatkan konfirmasi Frederick yang cukup sebagai pewarisnya.

Dengan demikian, kematian Martin membuat masa peralihan pemerintahan selama 2 tahun, yang berakhir dengan Kompromi Caspe, di mana keponakan Martin Ferdinand, infante Kastilia Wangsa Trastámara terpilih sebagai raja berikutnya di antara sedikitnya lima pesaing.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ His contemporary title was duch de Montblanch.
  2. ^ a b "Barcelona 2". Diakses 2008-05-13. 
  3. ^ Morris.pdf
Martin dari Aragon
Cabang kadet Wangsa Barcelona
Lahir: 29 Juli 1356 Wafat: 20 Januari 1410
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
John I
Raja Aragon
1396–1410
Diteruskan oleh:
Ferdinand I
Pangeran Barcelona
1396–1410
Raja Valencia
1396–1410
Raja Mallorca
1396–1410
Raja Sardinia dan Korsika
1396–1410
Didahului oleh:
Martin I
Raja Sisilia
1409–1410