Martin Niemöller

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Potret Martin Niemöller pada perangko dari Jerman, karya Gerd Aretz (1992).

Emil Gustav Friedrich Martin Niemöller (lahir di Lippstadt, 14 Januari 1892 – meninggal di Wiesbaden, 6 Maret 1984 pada umur 92 tahun) adalah seorang pendeta Kristen Protestan dan teolog asal Jerman. Ia juga pernah menjadi Presiden Dewan Ekumenik Gereja-gereja Sedunia. Namanya dikenal karena perlawanannya terhadap rezim NSDAP (Jerman Nazi) dan dari kutipannya yang terkenal Schuldbekenntnis atau "Pengakuan Kesalahan".

Schuldbekenntnis[sunting | sunting sumber]

Kutipannya, Schuldbekenntnis ("Pengakuan Kesalahan"), adalah yang membuat ia dikenal di seluruh dunia, terutama yang mendapat dampak langsung dari petualangan Jerman Nazi. Walaupun banyak yang mengatakan apa yang tertulis adalah sebuah puisi, Niemöller (atau Niemoeller) tidak pernah menuliskan kutipannya itu, tetapi mengucapkannya pada suatu pidato. Karena itu muncul banyak versi tentang kutipan itu.

"The trouble with Martin Niemoeller's "famous quotation" is that he never wrote it down - which enabled so many hitchhikers over the years to "put themselves on the waggon".
 
— Sibylle von Sell (Istri kedua Niemöller), http://www.h-net.org/~holoweb/

Versi bahasa Inggrisnya lebih populer, terutama di Amerika Serikat. Salah satunya dituliskan pada sebuah prasasti di suatu monumen untuk mengenang Holocaust.

Berikut adalah kutipan Niemöller yang terkenal itu.

Als die Nazis die Kommunisten holten, habe ich geschwiegen, ich war ja kein Kommunist.
Als sie die Gewerkschafter holten, habe ich geschwiegen, ich war ja kein Gewerkschafter.
Als sie die Sozialisten einsperrten, habe ich geschwiegen, ich war ja kein Sozialist.
Als sie die Juden einsperrten, habe ich geschwiegen, ich war ja kein Jude.
Als sie mich holten, gab es keinen mehr, der protestieren konnte.

Ketika para Nazi itu menciduk kaum komunis, aku diam saja: aku bukan seorang komunis.
Ketika mereka menciduk para aktivis buruh, aku diam saja: aku juga bukan seorang buruh.
Ketika mereka menangkapi kaum sosialis, aku diam saja: aku pun bukan seorang sosialis.
Ketika mereka juga menangkapi orang Yahudi; aku pun diam saja: aku toh bukan seorang Yahudi.
Tatkala mereka menjemput aku; tak ada lagi tersisa orang yang dapat memprotes tindakan ini.

Kutipan dari Niemöller ini sering dipakai untuk mengingatkan orang agar tidak terjebak dalam ketidakpedulian politik.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]