MAN Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
MAN Banyuwangi
Madrasah Aliyah Negeri Banyuwangi
Logo MAN Banyuwangi
Informasi
Didirikan 31 Mei 1980
Jenis Negeri
Akreditasi A
Nomor Statistik Sekolah 31135107011 (Depag); 310180 (Diknas)
Nomor Pokok Sekolah Nasional 20526156
Kepala Sekolah H. HAIROMI HASYIM, S.Pd, M.PdI
Ketua Komite H. BAMBANG SUMITRO, S.Sos
Jumlah kelas 25
Program/jurusan/
peminatan
IPA, IPS, Ilmu Bahasa, Ilmu Agama
Rentang kelas X, XI IPA, XI IPS, XI BAHASA, XI AGAMA, XII IPA, XII IPS, XII BAHASA
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah siswa 907
Status Negeri Dibawah Depag
Alamat
Lokasi Jalan Ikan Tengiri No. 2, Sobo, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
Telp./Faks. (0333)424610 / (0333)424610
Koordinat 8°13′59″LS 114°21′45″BT / 8,232934°LS 114,362445°BT / -8.232934; 114.362445
Situs web MAN Banyuwangi Official Site
Surel manbanyuwangi@yahoo.co.id


Madrasah Aliyah Negeri (disingkat MAN) Banyuwangi adalah sekolah setaraf SMA di bawah naungan Kementerian Agama Indonesia yang terletak di Jalan Ikan Tengiri No. 2, Kel. Sobo, Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Madrasah Aliyah Negeri Banyuwangi (MAN Banyuwangi) bermula dari Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri (SPIAIN) Situbondo. Dengan Surat Keputusan Menteri Agama No. 27 tahun 1980, tertanggal 31 Mei 1980, SPIAIAN Situbondo di relokasi ke Banyuwangi menjadi Madrasah Aliyah Negeri Banyuwangi.

Penerimaan siswa baru sudah dimulai sejak tahun pelajaran 1979 / 1980 yang diperkarsai oleh Bapak Drs. H. Damin Nasar. Sejak keluarnya SK Menteri Agama tersebut secara operaional Madrasah Aliyah Negeri Banyuwangi (MAN Banyuwangi) secara bertahap terus mengembangkan diri.

Seiring dengan semangat dan antusiasme masyarakat terhadap Madrasah, maka Madrasah Aliyah Negeri Banyuwangi secara bertahap mulai membuka kelas jauh (Fillial) sebagai berikut :

  • Tahun Pelajaran 1981 / 1982 di Parijatah Srono
  • Tahun Pelajaran 1982 / 1983 di Situbondo
  • Tahun Pelajaran 1983 / 1984 di genteng

Ketiga MAN Fillial tersebut sekarang sudah menjadi Madrasah Negeri yang berdiri sendiri, lepas dari Madrasah Aliyah Negeri Banyuwangi.

Pada awal keberadaanya, sebagaimana lajimnya madrasah belum memiliki gedung sendiri, sehingga kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada gedung pinjaman dengan kronologis sebagai berikut :

  • Tahun Pelajaran 1979 / 1980 di gedung MI Penataban Giri
  • Tahun Pelajaran 1980 / 1981 di MI Roudlutul Ulum Panderejo
  • Tahun Pelajaran 1981 / 1982 di Kelas I dan II di SDN Kebalenan Banyuwangi, sedangkan Kelas III digedung sendiri di Jalan Ikan Tengiri No. 02, Sobo – Banyuwangi

Sejak tahun itu terus diusahakan pengembangan gedung, baik dengan Swadaya maupun DIP yaitu dana bantuandari pemerintah.

Pada awal berdirinya MAN Banyuwangi sampai saat ini, sudah mengalami beberapa pereode kepemimpinan. Pireode pertama mulai tahun 1979 sampai 1981 pimpinan dijabat Drs. H. Damin Nassar. Pireode kedua pimpinan dijabat oleh Drs. H. Anies Malady dari tahun 1981 sampai dengan tahun 1990. Pireode berikutnya mulai tahun 1990 sampai tahun 1995 pimpinan dijabat oleh Drs. H. Dulhalim. Untuk pireode keempat pimpinan dijabat Drs. H. Mursidib dari tahun 1995 hingga tahun 2002. Pireode berikutnya mulai dari 2003 sampai tahun 2008 pimpinan dijabat oleh Drs. H. Sumiran. Periode berikutnya mulai tahun 2008 sampai 2010 pimpinan dijabat oleh Bapak H. Choirul Anam SH, MPd.I. Periode berikutnya mulai tahun 2010 sampai Februari 2011 dijabat oleh Bapak H. Kosim, MPd.I, MAg. Mulai bulan Maret 2011 Madrasah Aliyah Negeri Banyuwangi dipimpin oleh Bapak H. Hairomi Hasyim, SPd., MPd.I sampai sekarang.

Upaya untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas atau mutu Madrasah tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi butuh kerja keras dan kebersamaan warga MAN Banyuwangi serta dukungan dari semua pihak terutama ummat Islam yang mempunyai power atau peran serta Stake-Holder yang mempunyai komitmen untuk memajukan lembaga Madrasah khususnya MAN Banyuwangi. Hal ini didasarkan pada realitas pada otonomi daerah dan persaingan dan perubahan yang positif baik bidang management, ketenangan dan fasilitas yang semuanya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber]

Struktur Organisasi

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  1. Ruang Kelas
  2. Ruang Kepala Madrasah
  3. Ruang Ketata Usahaan
  4. Ruang Guru
  5. Ruang Waka
  6. Ruang Tatib
  7. Ruang Lab. Komputer
  8. Ruang Lab. Bahasa
  9. Ruang Lab. IPA
  10. Ruang Perpustakaan
  11. Ruang BP/BK
  12. Ruang UKS
  13. Ruang Komite Madrasah
  14. Masjid
  15. Ruang Takmir
  16. Ruang Satpam
  17. Ruang Penggandaan
  18. Ruang Koperasi Siswa
  19. Ruang Ketrampilan
  20. Ruang OSIS
  21. Ruang Pramuka
  22. Ruang studio musik
  23. Ruang alat 2 Drum Band
  24. Kantin siswa
  25. Tempat Parkir sepeda guru
  26. Tempat sepeda Parkir murid
  27. Lapangan Basket
  28. Lapangan Tennis
  29. Kamar mandi/WC kepala
  30. Kamar mandi/WC Guru
  31. Kamar mandi/WC TU
  32. Kamar mandi/WC Siswa
  33. Area Hotspot
  34. Lapangan Upacara
  35. Pentas serba guna

Program Studi[sunting | sunting sumber]

  1. Ilmu Pengetahuan Alam
  2. Ilmu Pengetahuan Sosial
  3. Ilmu Bahasa
  4. Ilmu Agama

Pranala luar[sunting | sunting sumber]